Hamil Anak Mantan

Hamil Anak Mantan
1


__ADS_3

"KITA PUTUS" Rama Aderald Kalingga mengatakan dengan lantang kepada Nesya Grizzela.


Nesya menarik nafasnya dalam-dalam " Beri aku alasanya Rald! " pinta Nesya dengan berat dan sesak yang mendalam di relung hatinya


"..... " Derald terdiam


"Apa karna kamu sudah punya penggantiku? " tebak Nesya


"Ya"


"Baiklah, trimakasih selama ini bersabar bersamaku." Nesya berlalu meninggalkan Derald. "Ingin rasanya aku berteriak sekuatnya. Ingin rasanya aku berkata aku tidak mau putus. Ingin rasanya aku mati saja hidup tanpamu."


"Egoku begitu besar, hingga mampu mengucapkan terimakasih. Padahal dia cinta pertamaku, bahkan masih ingat 2 tahun yang lalu, perkenalan yang membuatku tidak bisa melupakanmu"


* * *


Visual Nesya Grizzela



Akrab disapa Nesya, berpenampilan sopan, kalem, cantik, pendiam, pinter dan introvet. Selalu mengutamakan ego dan harga diri. Sesuatu yang sudah dimulai pantang ia akhiri, termasuk dalam hal cinta, jika sudah menaruh hati, tidak bisa berpaling ke lain hati.


Rama Aderald Kalingga



Derald kekasih Nesya, cool, kalm, bar bar, berkuasa. Anak konglomerat. Apa yang dia ingin, akan jadi miliknya. Suka bermain wanita. Namun berhenti setelah mengenal Nesya. Selalu menghargai sesuatu dengan uang. Cinta bukan segalanya, uang adalah segalanya. Tidak ada yang mampu menolak pesona uang. Itu prinsipnya.


Kara Aisilla



Sahabat Nesya akrab disapa Kara. Dia anak dari seorang psikolog, sehingga mampu mendekati Nesya dan memahaminya. Cantik, berpenampilan menarik, elegant, sopan, sedikit bar bar.


Arfa Briyandana



Akrab disapa Arfa. Sahabat sekaligus sepupu Derald. Anaknya gokil, tidak suka bertele- tele. Ramah, dermawan, hobi menghambur-hamburkan uang. Anak konglomerat.


Dhafin Karendra


__ADS_1


Teman yang menjadi musuh Derald. Akrab disapa Dhafin. Kalm, jaim, cuek, menyukai gadis yang sama dengan Derald. Anak dari konglomerat. Tidak suka bergaul, Introvet.


Visualnya semoga sesuai karakter kalian ya.


2 Tahun yang lalu


Menceritakan awal kisah di SMA 1 Jakarta. Nesya sekarang duduk di kelas X. Ditemani oleh Kara sahabatnya satu- satunya yang paling mengerti Nesya.


"Nesy, kantin yu! Gak bosen apa belajar mulu. " ajak Kara dengan menarik lengan Nesya


"Kara, memangnya tadi gak sarapan baru selesai jam pelajaran pertama, udah ajak ke kantin? " keluh Nesya dengan nada sewot


"Udah ayo lah! " Kara tetap menarik lengan Nesya. Nesya hanya pasrah lenganya ditarik oleh sahabatnya itu.


Sesampainya di kantin mereka menikmati sarapan ketupat sayur milik po Nah. Tak lama Anak perempuan dan laki- laki berbondong-bondong melewati Nesya dan Kara yang sedang asik menyantap makananya.


"Ada apa si Nes, rame banget. " tanya Kara


"Gag tau " cueknya Nesya kambuh lagi, membuat Kara kesal pada Nesya.


"Ishhh kamu mah, udah dibilangin jangan jutek - jutek." pesan Kara pada Nesya


"La, mau pada kemana si?" Tanya Kara pada Lela teman sekelasnya.


"Nesy... Nesy.... " sapa yang diabaikan oleh Nesya


"Hmmm... "


"Ih, sebel banget sama loe, itu cowo yang naksir loe si Dhafin, mau tanding basket sama anak baru. Liat yu! "


"Gag usah kepo si Ka. " jawab Nesya yang masih asik menyantap makananya. Namun Kara tetap menarik tangan Nesya ke lapangan basket.


"Ish... kamu nyebelin Ka" rutuknya kesal pada sahabatnya itu. Sesampainya disana, semua anak yang tengah memperhatikan 2 jagoan di tengah lapangan bersorak ria, dan meneriaki pujaan hatinya masing masing.


"Loe yakin nantangin gue Fin, loe kan dari dulu kalah terus. " ucap Derald dengan nada meledek.


"Gue yakinlah, kalau sampai gue kalah, loe bisa ambil apapun milik gue." pasrah Dhafin pada Derald.


"Termasuk cewe yang sedang loe taksir Fin? " tawar Derald


"Oke, tapi gak segampang itu, ada syarat lainya nanti. "


"Apapun syaratnya." ucap Derald

__ADS_1


"Kalian siap. " Ucap Arfa memberikan aba aba, yang sudah siap dengan peluit, dan bola basket yang akan dilempar ke atas.


Bola dilempar, pertandingan bola basket dimulai dengan aturan main 4x12 menit. Mulai dari menit pertama sampai babak terakhir, fans yang berteriak histeris dan semangat, serta chirliders yang menggebu nggebu meneriakinya.


Drible bola berulang dan shooting bola yang lagi-lagi melesat sempurna di ring basket Dhafin. Pertandingan dimenangkan oleh Derald dengan skor 65 :48.


"Gue menang Fin" ucap Derald dengan bangga.


"Jangan bangga dulu, loe mau gue akui kalo loe menang dari gue, tapi dengan syarat? " tantang Dhafin.


"Apa syaratnya. " tanya Derald to the poin.


"Cium dia di depan umum." pinta Dhafin dengan nada menantang.


"Gue gak keberatan, mana cewenya? " tanya Derald. Dhafin menunjuk gadis yang berdiri di saf paling belakang. Arah tunjukan Dhafin mengarah ke Nesya.


"Gadis yang sangat cantik. " batinya


"Nesy, tu yang sama Dhafin ganteng banget, kaya malaikat Nesy. " puji Kara pada Derald.


"Biasa aja kali Ka, yu balik kelas aja lah!" ajak Nesya pada Kara. Namun langkahnya terhenti saat semua pandangan menuju ke arah Nesya. Dan perlahan Derald berjalan ke arah mereka.


"Rald" teriakan Dhafin sambil memberikan tanda jempol terbalik yang artinya loe gak akan berani.


"Nesy, ko anak baru itu kesini ya?" ucap Kara


"PD banget si, dia cuma mau jalan ko" ucap Nesya yang menepi memberi jalan kepada Derald.


Derld berhenti tepat di depan Nesya. Nesya dibuat kaget, karna paras Derald memang sangat tampan. Nesya melengos tidak mau bersitatap dengan Derald.


Derald dengan singkat meraih kepala Nesya dan menariknya serta mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Derald.


Cupp.......


Satu kecupan mendarat di bibir Nesya. Nesya hampir dibuat tak sadarkan diri oleh Derald. Bahkan dari hitungan detik, mata Nesya belum berkedip.


Derald masih menikmati bibir Nesya. Hingga Nesya benar-benar sadar apa yang dilakukan lelaki bejat ini padanya pelecehan seksual.


Semua siswa dan siswi serta guru guru di sekolah itu bersorak histeris melihat adegan tersebut.


Setelah nyawanya berkumpul, Nesya mendorong Derald sekuat tenaganya, matanya berair, menandakan Nesya sudah meneteskan buliran bening dari kelenjar air matanya.


PLAK

__ADS_1


Satu tamparan mendarat di pipi Derald dengan kuat. Nesya berlari sekuat tenaga menghindari kerumunan, pasalnya dirinya sangat malu mendapatkan pelecehan seksual oleh Derald.


__ADS_2