
"5 hari. " Lagi-lagi Nesya menawar harinya
"Gak"
"3 hari Aderald"
"Gue minta jawaban loe besok." ucap Aderal yang sudah mendekatkan wajahnya, hingga hembusan nafas terasa hangat, menyisir wajah Nesya.
Jantung Nesya sudah berdebar seperti diskotik. Rasanya ingin sekali berteriak. Posisi yang sangat intim baginya. Karna seumur hidupnya baru kali ini ada laki-laki yang sangat kurangajar terhadap Nesya.
Namun Nesya seperti terhipnotis dan tidak menolak. Tiba-tiba dering ponsel Nesya berbunyi. Derald dan Nesya saling melepaskan pelukan.
"Halo Ka?" jawab Nesya kepada Kara
"Loe udah pulang belum?" tanya Kara.
"Udah Ka, maaf ya soal tadi" jawab Nesya bohong. Karna Kara bukan hanya sahabatnya namun lebih seperti guru psikologisnya.
"Ya udah gue tutup." jawab Kara
"Oke Ka. Selamat malam. "
"Malam."
"Kenapa berbohong?"Tanya Aderald
"Gue gak pengin nambah masalah." jawab Nesya jujur.
"Gue anter loe pulang." putus Derald. Nesya hanya mengiyakan apa yang diucapkan Derald, toh waktu juga sudah malam.
Diperjalanan fikiran Nesya tak karuan. Mengingat kejadian yang hampir setiap harinya seperti bom listrik, siapa lagi kalau bukan Derald lelaki gila yang terobsesi padanya.
Tak terasa mobil sudah terparkir di halaman rumah Nesya. "Gue langsung pulang". Ucap Aderald sambil membukakan pintu mobil untuk Nesya, dan diangguki oleh Nesya.
"Cupp" Aderald memberi kecupan di kening Nesya, yang bahkan tidak ada penolakan dari Nesya.
"Besok gue tunggu jawaban loe." ucap Aderald yang berlalu meninggalkan area parkir rumah Nesya.
Sesampainya dikamar, Nesya membersihkan dirinya, lalu merebahkan tubuhnya mengingat kejadian hari- hari ini. Sepertinya hidupnya penuh kejut listrik.
"Gue jawab apa besok ke Derald. Kalo ditolak, seumur hidup gue bakal dihantui olehnya. Kalau diterima gue juga bakal seperti ini terus." pikiran Nesya berputar memikirkan nasibnya ke depan.
Disisi lain Aderald yang bertemu orang tuanya langsung ditanya macem-macam. "Ram, siapa gadis yang kamu bawa ke restoran tadi? " tanya papa Rama
__ADS_1
"Kenapa pa?" tanya Rama balik
"Kamu ditolak? Ini pertama kalinya dalam sejarah kamu di tolak dan ditampar perempuan."
"Papah" protesnya "Tapi tenang aja besok gue bakal diterima ko sama dia."
"Berarti bener kamu digantung?" tanya papa Rama sambil tertawa mengejek.
"sial" umpatnya kesal.
"Papah, seneng banget liat Rama menderita." ucap mamihnya.
"Lagian kamu lucu. Seorang Rama nembak cewe ditolak." Tawa papah Rama pecah kala mengingat Deeald yang ditolak.
"Papa gak asik lah." keluh Rama yang berlalu meninggalkan papanya
*
Tak terasa hari berganti pagi. Nesya bangun sangat pagi dan berangkat tepat pukul 06.00. Ponsel Nesya sengaja dimatikan, agar Derald tak menghubunginya.
Sesampainya di gerbang sekolah, Nesya sudah ditunggu oleh seorang gadis cantik nan bohai. "Loe yang namanya Nesya? " tanya gadis yang bernama LiLi. Nesya mengangguk.
"Gue peringatin sekali ini dan terakhir kalinya, jauhi Rama. " ucapnya
"Apa loe wanita ******, sudah berciuman dan heboh di media sosial. Tidak tau siapa yang diajak berciuman." ucap Lili kasar.
Kini Nesya tau yang dimaksud oleh Lili adalah Aderald. "Maaf ka, aku mau ke kelas."
"Eit tunggu dulu. Loe janji dulu jangan ganggu Rama lagi. " pinta Lili dan kawan kawan
"Ia, aku janji gak akan ganggu dia." ucap Nesya yang berlalu meninggalkan Lili.
Setelah sampai di kelas. Nesya membuka aplikasi Instagramnya, begitu bangak videonya yang tidak layak ditonton terpapar di IG, ditambah lagi dengan kejadian semalam waktu Aderald mengungkapkan perasaanya kepada Nesya.
Ponsel Nesya berdering. Sebuah panggilan dari nomer baru. Nesya menjawab panggilan tersebut.
"Nesy... Gue di depan rumah loe. Cepet keluar." pinta seorang laki-laki yang tak lain adalah Aderald.
"Gue udah berangkat." ucapnya yang langsung menutup panggilanya.
Setelah pelajaran usai. Seperti biasa Nesya membersihkan perpustakaan. Aderald tiba-tiba berada di belakang Nesya
"Astaghfirulloh. Kamu..... Ngagetin aja " ucap Nesya sambil berteriak.
__ADS_1
"Gue minta jawaban loe." ucap Aderald
"Jawaban apa?" tanya Nesya. Aderald yang kesal langsung menahan Nesya dalam dekapnya. "Jangan sok polos." ucap Aderald. Nesya memandang name tag yang ada di baju Aderald.
"Rama Aderald Kalingga, nama loe?" Nesya berputar memutari Derald. Gue cuma minta, loe jauhi gue. Jangan muncul di hadapan gue lagi. Kalo perlu loe bersihin perpus setelah gue bersihin. Atau, biar gue aja yang beresin perpus. Jangan muncul lagi di hadapan gue. Please! " ucap Nesya tegas dan berlalu meninggalkan Aderald
"Loe liat aja Nesy, loe bakal nyesel nolak gue." ucap Aderald kasar.
Aderald memukulkan bogemnya di rak buku, sehingga rak buku perpustakaan berantakan.
Nesya tidak pernah membereskan buku di perpustakaan lagi. Ia lebih memilih berdiam diri di kelas. Bahkan kantin tak pernah menjadi tujuan utamanya.
Berhari-hari Nesya menjauh dari keramaian agar tak bertemu dengan Aderald Kalingga.
"Nesy balik yu." ajak Kara
"Duluan aja Ka, gue sorean." ucap Nesya
"Beneran nie." tanya Kara. Nesya menganggukan kepalanya. Kara memang sengaja tidak menanyakan alasan Nesya seperti ini. Tapi selama Nesya masih mau berbicara ia tidak khawatir.
Sama halnya dengan Aderald, dia mencoba menajauh dari Nesya, dengan menyibukkan diri, karna semakin dekat, rasa ingin memiliki Nesya sangat besar.
"Rald, pulang yu! " ajak Arfa
"Tar lah gue masih pengin main
Ucapnya yang menshooting bola ke ring dan berkali-kali masuk.
"Gue duluan." ucap Arfa.
"Ya hati hati."
Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 Nesya melangkahkan kakinya keluar kelas dengan santai, dilihatnya halaman sekitar yang sudah tidak ada orang. Sama halnya dengan Aderald. Ia melangkahkan kakinya menuju basement "Kenapa gue masih mikirin Aderald si. " gerutunya kesal.
Setelah Aderald mengendarai mobilnya, ia melihat Nesya duduk dengan santai di area sekolah, Aderald sengaja menghentikan mobilnya dan turun menemui Nesya. Nesya masih belum sadar bahwa Aderald berada di sampingnya.
Aderald menarik Nesya memasuki mobilnya. "Lepasin Rald.... Lepasin. Loe udah janji kan gak akan ganggu gue lagi. " ucap Nesya yang berhenti tepat di depan pintu mobil dan hendak pergi. Namun Aderald memaksa Nesya menaiki mobilnya.
Nesya tampak diam, tidak ada percakapan diantara mereka. Sampai mobil terparkir di area rumahnya. Nesya membuka kasar handle pintu tersebut. Namun sebelum Nesya keluar dari mobil Aderal menarik tangan Nesya dan memeluknya.
"Sebentar saja Nesy! Gue rindu sama loe." ucap Aderald.
Nesya tampak menurut dan menikmati pelukanya. Entah kenapa pelukan Aderald memberikan ketenangan di hati Nesya
__ADS_1