Hamil Anak Mantan

Hamil Anak Mantan
11


__ADS_3

"Loe sebenernya kenapa si? Akhir-akhir ini sedikit berubah." tanya Derald. Kemudian Nesya membuka ponselnya dan memberitahu tentang chat yang pernah dikirim seseorang kepada Nesya. Derald membaca pesan tersebut, sedikit kaget Derald membacanya.


"Loe percaya sama apa yang diucapkan orang itu?" tanya Derald kepada Nesya.


Nesya menggelengkan kepalanya "entahlah Rald" ucapnya lirih dan pasrah.


Derald meraih kepala Nesya lalu membingkainya di pipi" percaya sama gue, gue gak akan nglakuin hal itu sama loe."


"Berarti loe nglakuin sama mantan-mantan loe semua ."


Tanya Nesya mulai menaikan nada bicaranya.


"Tergantung cewenya, kalau dia nglemparin tubuhnya ke gue, ya dengan senang hati." ucap Derald enteng.


"Apa kamu tidak pernah berfikir masa depan gadis itu?"


"Sudahlah Nesy, jangan bahas ini. Yang pasti gue gak akan nglakuin itu ke loe." ucap Aderald dengan yakin


"Apa kamu yakin?"


"Yah"


"Seandainya kalau gue nglemparin tubuh gue ke elo?" tanya Nesya membalikan kalimat Aderald.


"Apa kamu yakin Nesy?"


"Jawab saja ya atau tidak." ucap Nesya


"Apa boleh buat, loe mau." jawab Derald seperti tidak berfikir arah pembicaraan selanjutnya.


Mata Nesya mulai berkaca-kaca, hatinya mulai ragu kepada Aderald. Tampak keduanya diam dan tiada percakapan lagi.


"Kita akhiri hubungan ini Rald." ucap Nesya yang kemudian berdiri dari duduknya dan air matanya mulai berjatuhan. Melihat Nesya menangis, hati Derald ikut teriris.


"Kenapa gue gak bisa lihat Nesya sedih. Rasanya hati gue ikut sakit." batin Derald yang iba melihat tetesan yang seharusnya tidak jatuh di sana.


"Nes gue mohon, jangan kaya gini. Gue janji gak akan kurangajar sama loe, gak akan minta yang aneh-aneh sama loe." jelas Derald yang kemudian memeluk Nesya


"Gak Rald, jawabanmu tadi sudah membuatku takut melanjutkan hubungan ini." Nesya melepas pelukan Derald dan memundurkan langkahnya


"Nesy..... Nesy..." panggil Derald sambil menghentikan langkah Nesya.


"Apa kamu pikir semua wanita yang melemparkan tubuhnya kepadamu karena mereka wanita yang tidak punya harga diri, wanita jahat, wanita ugal, wanita yang dengan mudah memberikan hal berharganya kepada siapapun? Mereka wanita baik-baik Rald, dan merelakan kesucianya untukmu, Tapi setelah kamu merenggutnya, mereka berharap kamu akan selalu memprioritaskan mereka, tapi bukanya diprioritaskan, malah dibuang begitu saja. " teeang Nesya panjang lebar.


"Bagaimana kalau itu gue Rald, bahkan saat ini perasaan cinta gue buat loe mulai tumbuh, dan suatu saat tidak menutup kemungkinan gue bernasib sama seperti mereka. Dibuang dan tak diingat sama sekali olehmu"


"Itu tidak akan terjadi Nesy." jelas Derald kepada Nesya.


"Apa semua wanitamu yang dulu pernah kamu janjikan sama seperti janjinya kepadaku, lalu kamu mengingkarinya, dan apakah kamu pernah menanyai perasaanya Rald?"


"...... " lagi -lagi pertanyaan Nesya membungkamnya


"Berapa banyak jumlah wanita itu?"


"2"


"...... " Nesya menatap tak percaya


"Oke oke gue jujur, ada sekitar 6”


"....... " Masih dengan diam dan tatapan tak percaya


"Sumpah Nesy."


" Jangan bersumpah untuk hal seperti itu." pinta Nesya "Kamu tidak takut terkena penyakit yang sangat ditakuti oleh semua orang kah Rald?"

__ADS_1


"Gue gak pernah tidur dengan wanita bekas Nesy, mereka semua virgin." ucap Derald. Nesya tidak habis pikir dengan jawaban Derald.


"Sebegitu mudahnya kamu menghancurkan kehidupan mereka Rald?"


"Nesy..... Gue akan berubah demi loe." janji Deral meyakinkan Nesya


"Gue janji Nesy, sekalipun loe yang nglemparin tubuh loe ke gue, gue akan berusaha menolak, gue akan jaga loe." ucap Deral yang membuat langkah Nesya terhenti.


"Kita jalani dulu Nesy, kalau loe emang ngrasa hubungan ini merugikan dan gak baik, loe bebas tinggalin gue, dan kalau loe mau setiap kita jalan, loe ajak Kara, kasih tau Kara atau minta di bodyguard in seseorang, gak papa." Teeangnya meminta belas kasihan Nesya.


Nesya berbalik menatap Aderald "kamu yakin dengan ucapan kamu Rald?" tanya Nesya yang luluh, jujur Nesya sudah cinta sama Aderald.


"Yah, gue yakin dan gue janji, akan hargai loe, termasuk dalam hubungan kita, semua yang loe inginkan, gue akan coba hargai." ucap Derald meyakinkan Nesya.


"Kamu gak akan marah kalau setiap kali pergi kita ditemani Kara?" tanya Nesya to the poin.


"Gue akan coba terima."


"Satu lagi"


"Apa lagi Nesy?"


"Siapa gadis yang ada di ponselku?" tanya Nesya


"Namanya Inez Aulia dia masa lalu gue, dan sekarang sudah tidak ada perasaan apapun, dan dalam hati gue cuma ada loe." ucap Aderald bersungguh sungguh.


"Kenapa kalian putus?" tanya Nesya ingin tahu.


"Sama seperti loe, menyerah sebelum menjalani hubungan, dengan alasan karna gue playboy."


"kalau dia kembali, siapa yang akan kamu pilih, aku atau dia?"


"Nesy, apa kamu meragukanku?"


"......" Nesya tampak diam


"Besok pagi, gue harap loe udah bisa mantapkan hati loe." ucap Aderald


Nesya memantapkan hatinya, dengan penuh keyakinan akan melanjutkan hubunganya dengan Aderald.


"Beri gue kesempatan Nesy!" pinta Aderald yang memegang tangan Nesya.


"Apa kamu yakin menjalani hubungan ini seperti yang kamu ucapkan Rald?" tanya Nesya yang ragu atas keputusan Aderald.


"Gue yakin Nesy." ucap Derald


"....... " Nesya terdiam, masih ada rasa takut dalam dirinya.


"Apa kamu masih ragu Nesy?"


"Beri gue waktu Rald."


"Tapi Nesy....."


"Gue mau pulang. Anterin gue pulang!" ucap Nesya. Derald yang mendengar Nesya meminta pulang langsung berdiri membukakan pintu mobil untuk Nesya.


"Ayo!"


Aderald melajukan mobilnya ke sebuah restaurant yang sedikit ramai. "Kita mau kemana?" tanya Nesya yah arah pukang bukan lewat jalan ini pasalnya.


"Makan dulu." ajak Derald


"Gak mau. Ayo pulang." ajak Nesya


"Tapi kamu belum makan siang." ucap Derald

__ADS_1


"Nanti, di rumah." ucap Nesya. Aderald memutar stir bundarnya dan berbalik arah ke rumah Nesya.


Sesampainya dirumah Nesya, Aderald ikut turun. "Mau ngapain?" Tanya Nesya yanv melihat Aderald tyrun dari mobil.


"Gue laper." jawab Derald


"Kenapa gak bilang, kalau laper?"


"Nesy, tadi tu aku ngajak makan."


"Kirain kamu gak laper." Nesya tersenyum kikuk pada Derald.


"Kamu yaa" Saking gemasnya Derald ia menyentilkan jarinya di kening Nesya. Membuat wajah Nesya yang tadinya cemberut menjadi memerah.


Nesya mengajak Derald masuk ke rumahnya dan berhenti di sebuah ruang tamu. Lalu Nesya berganti pakaian sebentar.


Nesya dengan tlaten menghangatkan makanan yang sudah dimasak dan mengambilkan Derald nasi lengkap dengan lauknya.


Tampak Derald yang tidak berkedip melihat Nesya yang sudah berganti dengan pakaian kasual. "udah makan, katanya laper! " pinta Nesya


"Eh ia,...... Kehipnotis sama kecantikan loe. " ucap Deral


"Lebay..."


"Gue serasa jadi suami loe." ucap Derald


"Gak usah gombal, cepetan makan, sebelum gue suruh pulang." ucap Nesya. Tampak Aderald yang langsung menyantap makananya.


"Siapa yang masak?" tanya Derald


"Gue... Gak enak ya, maaf."


"Enak ko. " jawab Derald


"Gombal, udah cepet makan, tinggal pulang. "


"Ngusir? "


"Ia"


"Baiklah kalau itu mau kamu. "


Setelah selesai makan, Derald berpamitan dengan Nesya.


"Nesy gue pamit Assalamualaikum" ucap Derald yang kemudian mengecup kening Nesya. Membuat Nesya salah tingkah walau hanya sebuah kecupan singkat.


"Waalaikum salam. Hati-hati Rald"


Sepeninggalan Aderad, Nesya membaringkan tubuhnya memikirkan janji demi janji Aderald. Hingga menjelang malam matanya enggan terpejam. Namun karna lelah, akhirnya ia tertidur.


*


Pagi hari tampak sejuk dengan embun pagi dan kabut yang masih menutupi jalan. Waktu menunjukan pukul 06.15. Nesya sudah bersiap, dan tak lama Derald pun datang menjemput. Derald membukakan pintu untuk Nesya.


"Bagaimana?


"Apanya?"


"Jangan sok polos."


"Pertanyaan kemarin?" tanya Nesya dan diangguki oleh Derald. Nesya tampak diam, belum ada kaliamat yang ia buka untuk mengawali jawabanya


Visual Nesya


__ADS_1


Visual Aderald



__ADS_2