
"Loe mau jadi pacar gue Nesy? " tanya Aderald
Deg
Nesya yang merasa mulai dilecehkan lagi, melambaikan tangnya mengarah ke Aderald.
PLAK
Satu kali lagi tamparan tersebut mendarat di pipi kanan Aderald
"Tamparan ini buat loe yang udah mengambil ciuman pertama gue. "
"Ciuman pertama " Aderald kaget dengan ungkapan Nesya "Berarti loe akan jadi milik gue selamanya Nesy" batin Aderald
Plak
Lagi-lagi Nesya menampar Aderald. Dan tamparan ke tiga mendarat di pipi kirinya
"Dan yang ini buat loe karna udah mempermalukan gue."
Aderald memegangi pipinya. "Sumpah nie cewe, main tampar aja dari kemarin. " batin Aderald sang merasa teetantang dan penasraan seperti apa Nesya itu.
Kemudian Nesya berjalan menjauh dari Derald. Ia melangkahkan kakinya ke kelas. Tampak mading yang penuh dengan foto-foto menjijihkan yang seharusnya tidak pantas berada di mading sekolah.
Kara yang melihat itu langsung merobek dan membuang isi mading tersebut. "Apa kalian tidak malu memosting foto di mading seperti ini. Dimana etika kalian sih. " ucap Kara dengan marah karna melihat seluruh isi mading tertempel foto Nesya dan Aderald.
*
Aderald menyusul Arfa dan Dhafin ke kantin. "Artis kita udah dateng." ucap Arfa meledek Derald.
"Dari mana aja loe Rald?" tanya Dhafin
"Biasa, dari ruang BK." ucap Aderald. Anak baru masuk langsung masuk ke ruang BK.
"Ketemu sama Nesya donk? " tanya Arfa kepo.
"Jelas lah, " jawab Aderald puas
"Gimana rasanya? "tanya Dhafin meledek
"Kepo loh Fin, loe jangan nyesel karna loe yang ijinin gue deketin Nesya. " jelas Derald
"Ia, coba aja takhlukin tu cewe, kalau loe bisa." tantang Dhafin
"Gue pasti dapetin dia." jawab Aderald dengan percaya diri
*
__ADS_1
Sesampainya Nesya di kelas ia mendapatkan serangan pertanyaan dari temanya. "Loe gak papa Nesy? "Tanya Lela teman sekelasnya
"Loe gak di skors kan Nesy?" tanya Pandu
"Nesy.... Gimana rasanya di cium cowo ganteng, gue mau donk dicium kaya loe. " timpal Ais yang berhalu dicium Derald.
Tidak ada satu pertanyaanpun yang dijawab Nesya. "pertanyaan kalian gak mutu deh, udah sana bubar!" pinta Kara yang sedari tadi menyimak adegan ricuh di kelas.
"Loe dihukum?" tanya Kara. Nesya menjawab dengan anggukan.
"Orang tua loe gak di panggil kan? " lagi-lagi mulut Kara tak berhenti bertanya. Dan lagi-lagi juga pertanyaan itu dijawab dengan gelengan kepala.
"Loe gak mau crita sama gue Nesy? "
"Loe crewet banget sumpah Ka." jawab Nesya yang berlalu meninggalkan kelas.
Kara mengikuti Nesya sampai di kantin. "Mau pesen apa Ka?" tanya Nesya pada Kara, karna Nesya tau Kara mengikutinya sampai ke kantin.
"Loe belum makan dari tadi? " tebak Kara.
"Dari kemarin. "Jawab Nesya ketus
"Pantes di ajak bicara cepet naik darah. " terka Kara pada Nesya.
"Kabur yu Nesy. " ajak Kara
"Gue selama seminggu di suruh bersihin perpustakaan sepulang sekolah. "
"Loe aja sana yang gantiin gue bersihin perpus." ucap Nesya
"Gue mau, tapi mana bisa." ucap Kara dengan frustasi. Bell waktu masuk kelas berbunyi. Kara dan Nesya berjalan menuju kelas. Tak lama pelajaran matematika pun dimulai.
Waktu menunjukan pukul 10.30. Berhubung hari ada rapat penting, semua siswa dibubarkan,dan pelajaran matematika pum di usaikan.
"Asikk..... akhirnya pulang lebih awal. " suara gaduh dari seluruh penjuru kelas mulai bergema. Banyak siswa siswi yang mempunyai janji dadakan karna pelajaran berakhir lebih awal. Ada yang main, kencan, pacaran, dan ada juga yang jalan jalan ke mall menghambur-hamburkan uang.
"Nesy loe sendiri berani? " tanya Kara
"Hmmmm" deheman Nesya menandakan jawabanya
"Maaf ya, gue gak bisa bantu loe, gue ada perlu." pamit Kara yang sudah memakai ranselnya.
"Ia gak papa Ka." jawab Nesya
"Gue cabut ya!" jawab Kara
Sepeninggalan Kara, Nesya berjalan dengan cepat ke perpustakaan, ia sengaja datang lebih dulu, agar pekerjaanya cepat selesai, dan tidak terlalu lama bersama Aderald.
__ADS_1
Nesya mulai menata buku-buku sesuai dengan golonganya. Buku pelajaran ipa di sebelah kiri dan ips di sebelah kanan. Ada juga karya tulis yang disusun sesuai abjad.
Setelah hampir setengah jam, Nesya hampir selesai membenahi buku- buku tersebut Aderald tiba-tiba datang dan mengagetkan Nesya.
"Dor... " ucap Aderald sambil berteriak mengagetkan Nesya
"Astaghfirulloh, dia manusia apa iblis si bisa bisanya ngagetin gue sampe jantung gue mau copot. "Batin Nesya. Nesya berbalik menatap Aderald. "Bisa gak si, loe itu jangan ganggu hidup gue? " tanya Nesya
"Bisa, asal loe mau jadi pacar gue. " ucap Aderald dengan terang-terangan
"Mimpi." ucap Nesya dengan sangat marah, lalu mulai membenahi dan merapikan buku lagi. Aderald mengikuti arah Nesya. Dan menjatuh-jatuhkan buku yang sudah ditata rapi oleh Nesya.
"Gila-dasar gila nie cowo. Bisa-bisanya buku yang udah gue tata rapi di berantakin lagi. Kalau kaya gini biarin ajalah dia yang beresin. " batin Nesya yang kemudian duduk tanpa melakukan apapun.
Melihat Nesya terdiam, Aderal membenahi bukuh-bukunya dengan cepat dan dalam hitungan menit semuanya beres, Aderald menyerahkan air mineral dingin yang sedari tadi ia bawa.
"Buat loe. " ucap Aderald
"Gak mau. " tolak Nesya
Aderald mendekatkan dirinya tepat di samping Nesya dan menundukan kepalanya tepat didepan kepala Nesya. "Minum atau...... " Sapuan hangatnya mengenai kulit wajah Nesya, seakan adegan adegan romantis di film film terjadi.
Nesya dengan tergesa-gesa membuka air mineralnya, lalu meneguknya. Setelah itu Nesya menjauhkan kursi duduknya dari Aderald.
"Ikut gue! " ucap Aderald yang langsung menarik tangan Nesya.
"Gak mau... Gue gak mau ikut loe. Lepasin gak." tolak Nesya. Namun Aderal tak melepaskan genggaman tanganya. Aderald memasukan Nesya ke dalam mobil.
"Dimana rumah loe? " tanya Aderald
"........ " tidak menjawab. Bukanya marah Aderald malah tersenyum licik. Ia melajukan mobilnya menuju rumah Aderald.
Nesya tidak memperhatikam arah mobil tersebut melaju, tak berselang lama, mobil tersebut sampai dirumah Derald yang bak kastil itu.
"Kamu mau disini terus atau aku sered masuk?" ucapnya. Nesya tersadar bahwa mobil yang sedari tadi dikemudikan berhenti di depan istana.
"Dimana ini? " tanya Nesya
"Rumah gue. Lagian loe ditanya alamat rumah loe, tapi gak jawab, ya udah gue bawa loe pulang ke rumah gue, ayo turun! "
"Gak mau, gue gak mau turun. " jawab Nesya. Dipikiran Nesya, Nesya bakal di apa apain oleh Aderald karna diajak ke rumahnya
"Turun atau gue cium loe kaya kemarin. " ancam Aderald pada Nesya.
"Terserah loe, yang pasti gue gak mau turun. " jawab Nesya dengan kukuh" mending gue dicium dari pada gue diperkosa." batinya
Aderald malah tersenyum bahagia. Dan memasuki mobilnya. Lalu ia dekatkan wajahnya ke wajah Nesya. Nesya menutup wajahnya dengan ranselnya rapat-rapat.
__ADS_1
"Cup" Aderald mencium pucuk kepala Nesya. "Loe gemesin banget sumpah Nes." batin Aderald
Jangan lupa like ya