
Aderald malah tersenyum bahagia. Dan memasuki mobilnya. Lalu ia dekatkan wajahnya ke wajah Nesya. Nesya menutup wajahnya dengan ranselnya rapat-rapat.
"Cup" Aderald mencium pucuk kepala Nesya. "Loe gemesin banget sumpah Nesy." batin Aderald
"Udah di buka, gue gak akan nyium loe." perlahan Nesya menurunkan ransel yang menutupi wajahnya.
Mobil telah kembali ke membelah jalanan. Namun sepanjang perjalanan Nesya tampak diam tak bersuara. Sesekali Nesya memperhatikam Derald.
"Gue tau gue ganteng, jangan dilihatin terus, nanti khilaf loh Nesy" puji Derald kepada dirinya sendiri. Nesya hanya memanyunkan bibirnya kesal.
"Gak usah di manyun-manyunin tu bibir, gemes jadinya pengin halalin kamu" Ledek Derald kepada Nesya.
"Rumah loe dimana?" tanya Derald
"Jalan X Jakarta Selatan." ucap Nesya. Tak lama kemudian mereka sampai di garasi rumah Nesya.
Nesya hendak membuka mobil, namun masih dalam keadaan terkunci. Derald mendekatkan tubuhnya kepada Nesya, lalu membukakan handle pintu mobil "Salamat istirahat!" Ucap Derald sambil mengecup kening Nesya yang sudah memerah seperti udang rebus.
Jantung Nesya berdebar hebat. Seperti terkena serangan jantung akut. Nesya masih mematung menatap Derald yang berada beberapa centi di depanya. "Nesy, jangan pasang wajah gitu, gue gak bisa tahan sama bibir loe." sontak Nesya mengalihkan pandanganya, dan turun dari mobil. Ia berlari kecil tanpa mengucapkan terimakasih kepada Derald.
"Huh, untung Nesya cepet kabur, bisa serangan akut ini jantung." ucapnya yang mengingat kejadian barusan.
Sememtara Nesya masih mematung di dalam kamar mengingat Aderald. "Gila loe Nesy, jangan naksir sama cowo brengsek kaya dia ngapa!
Ia melihat notifikasi pesan di ponselnya, melihat siapa yang mengirim pesan adalah Kara. "Nesy, jalan yu, gue jemput ke rumah ya!" ajak Kara kepada Nesya
Tak berselang lama mereka sudah berada di cafe di sebuah mall terbesar di Jakarta Selatan. Mereka asik memesan makanan tanpa memperhatikan sekitarnya.
Bonus Visual Nesya Grizella
__ADS_1
Visual Aderald
"Loe merhatiin siapa si Rald? "Tanya Dhafin. Kemudiam Arfa dan Dhafin memperhatikan arah dimana Aderald memperhatikanya. Ternyata ada Nesya Grizzela. Gadis cantik yang sempat menolak Dhafin hampir 3x.
Nesya dan Kara menikmati hidangan yang di pesan. Tak pikir panjang, Derald menghampiri Nesya dan duduk tepat di samping Nesya, disusul oleh dua sahabatnya.
"Kalian ngapain disini. " tanya Aderald pada mereka berdua.
"Astaga, dia lagi, dunia sempit banget yah, sampai main ke sini aja ketemu Derald" batin Nesya yang menunduk berharap Derald tidak menyapanya.
"Makan lah, masa renang."Jawab Kara cuek, Nesya hanya diam tanpa ada percakapan yang menimpali mereka. Alasanya karna ada Dhafin disitu. Nesya tak enak hati karna pernah menolaknya hampir 3x.
"Nes, loe diem ja si?" Tanya Derald menyelidik wajah Nesya yang. Nesya masih tidak merespon ucapan Derald. Lalu Derald memberikan kode kepada Arfa dan Dhafin agar mengajak Kara pergi.
"Kar, gue ada perlu sama loe, cabut yu! " ajak Arfa dan Dhafin. Dhafin menurut saja, kalau tidak Dhafin hanya akan merasa panas karena melihat mereka bersama.
Derald yang kehabisan cara, langsung menarik Nesya pergi. "Gue pinjem Nesya bentar, loe pulang aja Kar. " ucap Derald berlagak semaunya.
Nesya tidak menolak ajakan Derald. Karna ia tau akibat menolak Derald, pasti Nesya kena masalah.
"Gue laper." ucap Nesya seketika membuyarkan keheningan di dalam mobil. Lalu Derald berhenti di salah satu restoran elit di Jakarta Selatan.
Sesampainya di sana, Aderal memesan tempat khusus dan memesan makanan spesial.
Setelah semua hidangan tersaji, Nesya menyantapnya. Tiba tiba saja makanya dihentikan oleh Derald yang berjongkok di samping Nesya "Gue suka sama loe. Dan gue pengin loe jadi pacar gue." ucap Deral. Nesya langsung tersedak mendengar pengakuan dari Derald.
"Uhuk.... Uhuk... " Derald reflek memberikan minumanya kepada Nesya, dan menepuk-nepuk pundak Nesya.
"Loe gak papa Nesy?" Tanya Deral cemas.
__ADS_1
"Aderald......" teriak Nesya kesal, loe bisa gak si sehari aja gak bikin gue jantungan? " protes Nesya pada Derald.
"Gue serius, apa loe perlu bukti." Aderal langsung berdiri dan mengungkapkan perasaanya kepada Nesya di depan umum.
Semua pengunjung yang mendengarkan pengakuan Aderald bersorak ria dan berteriak "terima.... Terimaaa.... Terimmaaa... Terima... " banyak juga yang mengabadikan moment tersebut, ada yang menjadikan histori instagram, ada yang mengunggah menjadi cerita.
"Gue mesti jawab apa ini. Kabur aja lah" batinya. Aderald sangat menanti jawabanya. Namun Nesya tetap bungkam. Nesya langsung berlari keluar menarik Aderal dari keramaian. Aderald yang tau Nesya sudah panik hanya mengikutinya.
"Baru kali ini dia berinisiatif menarik tangan gue, lumayan lah kemajuan " batin Aderald
"Kenapa membawaku keluar? " tanya Aderald
"Rald udah cukup becandanya gak lucu tau." ucap Nesya kesal. Jelas saja kesal, dia belum selesai menyantap makananya, dan harus keluar restauran karena malu.
"Loe pikir gue main-main Nes? Kalau gue main-main ngapain gue berani ungkapin perasaan gue ke loe" kalimat Deral terjeda "dan asal loe tau ini restauran milik keluarga gue, otomatis orang tua gue juga tau Nesy" jelas Derald. Nesya kaget dengan ungkapanya yang tiba-tiba itu dan menyangkut pautkan dengan orang tuanya.
"Gue butuh jawaban loe." ucap Aderald sambil memegang kedua pipinya. Ditatapnya wajah yang sangat cantik itu dengan jeli dengan bingkaian tangan di wajah Nesya.
"Sungguh jantungku seperti akanmeledak" batin Nesya diperlakukan seperti itu
"1 minggu." pinta Nesya. Derald menggeleng.
"Terlalu lama Nesy." keluh Aderald
"5 hari." Lagi-lagi Nesya menawar lama hari yanh ditentukan Derald.
"Gak "
"3 hari Aderald"
"Gue minta jawaban loe besok." ucap Aderal yang sudah mendekatkan wajahnya, hingga hembusan nafas terasa hangat menyisir wajah Nesya.
__ADS_1