
Sebenernya Nesya kagum dengan desain bunga mawar merah yang disusun sangat cantik membentuk love. Tapi Nesya berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa kagumnya.
"Nesy, gue minta jawaban loe sekarang, tentang perasaan gue ke loe." ucap Aderald
"Jawaban apa?" tanya Nesya sambil menikmati makanan pembuka direstauran tersebut. Aderald berlutut di hadapan Nesya sambil memegang tanganya. Bagi gadis seumuran Nesya, diistimewakan adalah hal yang sangat membahagiakan.
"Rald, jangan berlutut bangun! " pinta Nesya
"Jawab dulu pertanyaanku."
"Jawab apa?"
"Jangan pura-pura gak tau."
"Ia"
"Loe bilang apa Nesy? "
"Ia"
"Sekali lagi? "
"Aderald...... " Aderald langsung memegang jari cemari Nesya lalu menciumnya. "Makasih.... " Aderal membopong Nesya dan berputar-putar dengan bahagia.
"Derald turunin! " pinta Nesya. Aderald menurunkan Nesya. Dan melanjutkan makananya yang sempat tertunda. Sesekali Nesya tersenyum melihat Aderald yang lucu.
Aderald mengantarkan Nesya pulang ke rumah. Waktu menunjukan pukul 20.30. Sesampainya di garasi rumah Nesya. Mereka sejenak terdiam dengan pemikiranya masing masing.
"Rald, aku masuk dulu." ucap Nesya. Namun sebelum keluar dari mobil Aderald memeluk dan mencium pucuk kepala Nesya. "mimpi indah ya sayang." Ucap Aderald dengan mesra, Nesya hanya mengangguk patuh dengan senyuman yang tipis.
Sesampainya di kamar, Nesya membaringkan tubuhnya, memikirkan Aderald yang memanggilnya sayang. Lamunanya terhenti setelah terdengar dering ponsel.
"📞Assalamualaikum ma?"
"📞Waalaikumasalam sayang, gimana kabar kamu?"
"📞Baik ma, mama papa sehat?"
"📞 Sehat alhamdulillah, gimana sekolah sayang?"
"📞 baik ma, mama kapan ke Indo? Nesya kangen"
"📞 Kamu saja yang kesini sayang, papamu sibuk sekali. Dan juga adik kamu sangat sibuk dengan ekstrakulikuler."
"📞Abiyan sehat ma?"
"📞Sehat sayang, dia nanyain kamu, kapan pulang"
"📞 2 hari lagi ujian tengah semester ma"
"📞 berarti minggu depan kamu ke Inggis donk!"
"📞Nesya usahain ya ma"
"📞 Sudah malam tidurlah nak, mimpi indah"
"📞 Ya baik ma, salam buat papa dan Vino"
"📞Ya nanti mama salamin"
"📞Assalamualaikum Ma"
📞Waalaikumsalam sayang sehat sehat disana pokoknya ya!"
__ADS_1
Setelah mematikan panggilan thelepone Nesya melihat notifikasi panggilan video call dari Aderald. Lalu Nesya memanggil ulang Aderald yang saat ini menyandang kekasihnya.
"📞 Siapa yang telvon kamu malam - malam begini?"
"📞Assalamualaikum, telvon bukanya salam malah marah-marah si Rald"
"📞panggil sayang " pinta Aderald
"📞Sa.. Sa-yang jawab dulu salamnya"
"📞Wangalaikum salam, siapa yang nelphone"
"📞 Galak banget si pacar aku"
"📞Nesy, siapa yang nelvon " Aderal menaikan intonasi suaranya.
"📞 Mama Rald"
"📞ohhh kirain cowo"
"📞 posesif banget"
"📞Biarin. Ya udah tidur gih, udah malam, besok berangkat gue jemput"
"📞Ia"
Nesya langsung menutup panggilanya secara sepihak, membuat Aderald geram karna tingkah Nesya. Dan sialnya ponsel Nesya langsung dimatikan.
*
Aderald sudah menunggu Nesya di depan rumah. Nesya keluar dan langsung membuka pintu mobil. Didapatinya Aderald yang memasang wajah cemberut. "Kamu kenapa Rald, mukanya ditekuk gitu."
"Kenapa semalam langsung menutup panggilan thelepone?" tanya Aderald
"Hah....." Nesya tampak ling lung"
"Ada kontaknya Dhafin?" tanya Aderald
"Ngapain nyimpen nomor ka Dhafin." ucap Nesya
"Kamu kenapa kalau di depan Dhafin gak mau bicara?" tanya Derald penasaran.
"Ga enak sama ka Dhafin."
"Kenapa? " Sebenarnya Aderald sudah tau kalau Dhafin sudah di tolak 3 kali sama Nesya. Tapi Derald pura-pura tidak mengetahuinya.
"Gak papa." ucap Nesya pura-pura.
"Bukan karena udah nolak dia 3x?" tanya Derald menaikan alis matanya.
"Tu kan, kamu udah tau, kenapa pake nanya si. "Gerutu Nesya sambil memanyunkan bibirnya. Spontan Derald menepikan mobilnya dan menarik tengkuk Nesya. Lalu menikmati bibir indah Nesya.
Nesya yang kaget, membulatkan matanya. Tangan Nesya mulai memberontak dan mendorong Derald, apa daya kekuatanya hanya sepucuk jari Derald.
Nesya mulai menutup matanya, dan menikmati permainan Derald. Setelah lama, akhirnya Derald menyudahi ciuman panas di pagi hari. Nesya tampak malu karna sudah mulai mau membalas ciuman Derald.
Derald tersenyum memperhatikan tingkah Nesya yang diam bak anak kecil yang habis melakukan kesalahan. "Lumayan. " ucap Derald
"Apanya? "
"Ciumanya, setidaknya kamu mulai menikmatinya, walau masih dalam kategori payah."
"Tolong jangan dibahas Rald, gue malu banget." Ucap Nesya.
__ADS_1
"Kenapa malu, nanti juga biasa." ucap Derald
"Engga, jangan diulangi."
"Ayolah Nesy, kita sudah sama-sama dewasa dan hidup di jaman modern, hal kaya gini jangan dibuat ribet, cuma nyium juga belum tidur bareng" ucap Deral enteng.
"Lakukan dengan orang lain kalau kamu tidak mau menurutiku." ucap Nesya. Derald yang mendengar itu langsung menekuk wajahnya. Tak berselang lama mereka sampai di sekolah. Nesya dan Derald langsung keluar dari mobil.
brugh
Derald menutup pintu dengan kasar membuat Nesya berjingkrak kaget. Lalu meninggalkan Nesya yang mematung di dekat mobil.
Nesya memasuki kelasnya dengan langkah yang berat, pasalnya baru jadian 1 hari sudah berantem.
"Kenapa Nesy?" tanya Kara
"BT" ucap Nesya
"Sama Derald?"
"Kelihatan banget emang?" tanya Nesya dan diangguli oleh Kara
"Kenapa?" tanya Kara. Kemudian Nesya menceritakan semuanya kepada Kara
"Loe jadian sama Derald?" ucap Kara dan mulut Kara langsung di bungkam oleh Nesya, karna seluruh kelas mendengarnya.
"Mulut loe Ka, ampun." keluh Nesya
"Maaf deh Nesy. Terus hari ini loe marahan hanya karna...... " ucap Kara yang tidak dilanjutkan.
"Sudahlah ayo kekantin gue BT. Derald jemput gue pagi banget, jadi gak sempet sarapan." keluh Nesya. Kara langsung mengikuti Nesya menuju kantin.
Setibanya di kantin Derald sedang bermanja ria dengan anak-anak sma kelas X. Membuat Nesya menjadi panas. Derald mencoba membuat Nesya lebih cemburu.
Bukanya malah cemburu, Nesya memperlihatkan wajah yang biasa saja. Memakan makananya sampai habis tanpa menghiraukan Deral di sebrang yang bermesraan.
Baru jadian kemarin, hari ini malah perang dunia. Dan sifat Derald seperti ini sampai lebih dari satu minggu. Bukan hanya dikantin Derald sengaja memperlihatkan kemesraanya di depan Nesya tapi di media sosialnya. Entah apa tujuan Derald.
Derald tidak pernah menghubungi Nesya hingga 1 minggu lebih, begitu juga dengan Nesya. Nesya adalah gadis yang sangat keras kepala dan memegang prinsip dengan teguh. Makanya kalau gak dikasih kabar ya diacuhin aja.
Ujian Tengah Semester berlalu begitu saja. Dan hari ini hari terakhir ujian, Nesya sudah membeli tiket untuk pulang ke tanah airnya. "Loe acaranya mau kemana?"
"Pulang ke tanah air, mau ikut Ka?" ajak Nesya
"Loe mah enak, gak bakal remidian, gue.... udah pasti remidi semua mata pelajaran IPA."
"Belajar makanya, pulang yu Ka, gue berangkat pukul 15.00 " Ucap Nesya
"Ya udah sana pulang! "
Nesya berangkat ke Inggris menikmati liburanya. Masalah raport, dan sekolah, Nesya tak pernah ambil pusing. Karna dia memang termasuk cumlaude.
*
Sudah seminggu pasalnya Nesya di Inggris. Derald tidak pernah menjumpai Nesya. Derald selalu berangkat, walau tidak ada mata pelajaranya yang remidial.
Dia hanya ingin melihat Nesya, dan membuat Nesya bertekuk lutut padanya, lalu menyerahkan tubuhnya pada Derald.
"Kar... Nesya seminggu ini gak pernah berangkat kemana? " tanya Derald tiba tiba yang nyelonong saat siswa di kelas telah selesai melaksanakan remidial.
"Buat apa nanya-nanya?" ucap Kara dengan nada jutek.
"Shiiit... Gue cowonya, masa gak boleh tau" ucap Derald kesal. Semua yang ada di kelas mendengar pengakuan Derald bahwa Nesya adalah kekasihnya.
__ADS_1
"Dia balik ke tanah airnya di Inggris" ucap Kara yang berlalu meninggalkan Derald.
"Pulang ke tanah air? Dan itu pun gak kasih tau gue. Pacar macam apa itu? " gerutu Derald yang terdengar seluruh penghuni kelas