
"Bagaimana?
"Apanya?"
"Jangan sok polos."
"Pertanyaan kemarin?" tanya Nesya dan diangguki oleh Derald. Nesya tampak diam, belum ada kaliamat yang ia buka untuk mengawali jawabanya.
"Gak bisa pulang sekolah Rald?"
"Harus selama itu kamu berfikir Nesy?" kalimat Derald terjeda, bahkan semalaman ia susah tidur karna memikirkan Nesya. Tapi sayangnya Nesya seperti tidak tertarik dengan kelanjutan hubungan mereka "Apa aku sama sekali tak berarti bagimu Nesy?"
"Kalau akhirnya kita berpisah, kenapa tidak berteman saja Rald?" Sorot mata Derald menajam, apa apaan Nesya, kenapa mendadak ingin menjadi teman saja.
"Nesy....menurutmu lelucon kah semua ini, bagiku perasaanku untukmu hanya candaan kah?" Nesya menggeleng, seiring berjalanya waktu perasaan itu tumbuh kuat. Nesya juga bingung, ingin seperti apa hubunganya dengan Aderald.
"Sepulang sekolah Rald aku janji" Derald diam, tidak menyanggah ataupun mengiyakan.
Sesampainya di sekolah, Nesya yang datang berdua dengan Aderald menjadi topik hangat kalangan anak X, XI, XII. Apalagi Aderald yang statusnya adalah most wanted di sekolah ini sekaligus anak baru.
"Nanti sore aku ada turnamen footsal, jika kamu akan memberikan jawaban, aku harap jangan mengecewakan" Derald berlalu meninggalkan Nesya yang langkahnya seperti tercekat.
Nesya melanjutkan langkahnya, namun tiba tiba harus berhenti karena beberapa wanita menghentikanya "Heh " seru wanita yang berjumlah 3 itu menarik tangan Nesya. Dia Lili kaka kelas Nesya. "Dasar anak ingusan, aku sudah bilang jangan dekati Rama!"
"Kamu siapanya si, nyebelin banget deh" keluh Nesya yang menghempaskan tangan Lili. Jangan salah meskipun Nesya seperti penurut, dia bahkan lebih menakutkan ketika sedang marah.
"Rama itu lelakiku" Nesya tertawa. Bahkan senyumnya tak lagi sama seperti saat pertama mereka bertemu.
"Kalau kamu bilang dia lelakimu berarti sekarang kamu hanya bekasnya, atau....?" tanya Nesya balik.
"Dasar ******" ucap Lili yang tak terima dikatai oleh Lili.
plak
"Anak sekolah kalau mulutnya gak mau sekolah itu mending dilepas aja deh. Bikin telinga jadi rusak" ucap Nesya yang berlalu pergi.
"Sialan, berani kamu ya sama Lili?" 2 wanita di belakang Lili menghadang Nesya. "Kamu gak tau kalau dia itu pacarnya Derald?"
"ck ck" Remeh Nesya " Aku yang jelas jelas pacarnya aja gak sebangga kamu kok" Nesya bergegas, berjalan meninggalkan mereka bertiga.
"Dasar anak kelas X songong banget" gerutu teman Lili.
Nesya berjalan cepat meninggalkan area parkiran, tidak peduli dengan tatapan tatapan remeh mereka semua. "Jadi aku diakui sebagai pacar" ucap Derald yang ternyata mendengarkan perselisihan mereka.
"Astaga bego banget kamu Nesy" batinya yang merutuki kebodohanya. Derald disana tersenyum penuh kemenangan.
"Ya udah, nanti ikut aku yah sayang, biar tambah semangat main footsalnya." ucap Derald kepada Nesya.
__ADS_1
*
"Ka...."
"Wajahnya cerah ini, kayaknya ada yang udah baikan sama Aderald." Mendadak Nesya tersenyum kecut.
"Galau Ka"
"Napa?"
"Menjalani hubungan sama Aderald sepertinya aku sejak awal sudah salah menaruh hati padanya." ucapnya meletakan kepalanya di atas meja.
"Sejak kapan kamu suka Aderald?" tanya Kara kepo, "atau jangan jangan sejak pertama kali kamu dic-"
"Ngawur, ya gak gitu juga, akhir akhir inilah Ka, sejak Derald seneng banget nempelin kaya permen karet" jawab Nesya lesu " kenapa hati gue bisa nyasar gini si Ka?" sesal Nesya yang akhirnya jatuh juga ke pesona Aderald.
"Kamu tau nyasar kenapa gak belok?" tanya Kara penasaran.
"Entahlah" jawabnya pasrah. Kara tersenyum melihat sahabatnya yang kasmaran.
"Hatiku sudah kelewat batas kah Kar?" Tanyanya yang galau, tadi itu Nesya terlalu terburu buru mengakui Aderald adalah kekasihnya. Padahal Nesya masih menimbang nimbang keputusanya terlebih dulu
"Aku seneng Nesy, akhirnya kamu melabuhkan cintamu."
Untuk kesekian kalinya, Nesya tidak mau masa lalunya terulang kembali. "Aku pernah jatuh terlalu dalam karna mencintai, dan pernah trauma karna seseorang yang menghianatiku dan menghancurkanku." jelasnya kepada Kara.
"Nesy itu masa lalu" Kara menggenggam tangan Nesya, lalu menguatkanya. "Aku yakin Aderald tidak akan macam macam sama kamu, walaupun kenyataanya dia pernah bahkan sering mengecewakan hati banyak perempuan"
"Ka, kamu adalah satu satunya sahabatku, jadi tolong jangan suka kasih harapan palsu." Kara mengangguk mengiyakan. "Aku takut kembali walau hanya satu jam aku gak mau balik kesana"
Kara memeluk Nesya "Mau main kerumah, mungkin kamu merindukan ibundaku, dan butuh beberapa nasehat" Nesya mengangguk mengiyakan.
"Pasti"
Nesya adalah pasien isolasi sosial. Alasan ia selalu pindah sekolah karna ia adalah pasien yang tidak pernah punya teman. Harga dirinya pernah dihancurkan oleh sahabatnya dan kekasihnya. Bahkan dia pernah akan dikirim ke rehabilitasi remaja.
isolasi sosial merupakan suatu keadaan perubahan yang dialami klien skizofrenia. Suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif.
Rehebilitasi remaja itu ada di rumah sakit jiwa. Bahkan mentalnya sempat terguncang ketika sehari disana teman temanya yang mengalami perilaku kekerasan, isolasi sosial, halusinasi, dan depresi, mendapatkan elektroconvulsi.
Terapi elektrokonvulsif yang disingkat ECT atau yang juga dikenal sebagai terapi kejut listrik merupakan suatu jenis pengobatan untuk gangguan jiwa dengan menggunakan aliran listrik yang dialirkan ke tubuhnya
*
"Kar, mana Nesya?" Aderald sudah di sini, tepatnya di samping Kara. Padahal detik waktu baru menunjukan pukul 14.00
"Dia balik duluan, aku juga kurang paham, tadi orang tuanya menelphone." jawab Kara kurang yakin. Tadi itu Nesya bilang orang tuanya sedah di rumah, entah apa yang terjadi.
__ADS_1
"Jangan jangan Nesya mau ke Inggris lagi?" Kara mengedigkan bahunya tidak terlalu paham.
"May be" Aderald bergegas meninggalkan sekolahan. Berlari sekencangnya menuju parkiran.
"Rald mau kemana?" Dhafin yang sedang menunggu tim footsalnya terkejut mendapati Derald mengendarai mobilnya.
"Balik, sebentar gue ada perlu" ucapnya yang sudah menancapkan gas. Tidak lama Derald sampai ke rumah Nesya dengan waktu yang tidak lama, sekitar 30 menit.
tok
tok
tok
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam.... Derald"
"Sayang siapa?" tanya sang ibunda. Nesya malu sungguh sangat malu karna Derald mengunjunginya.
"Maaf tante om, saya mengganggu, perkenalkan saya Rama Aderald Kalingga, panggil saja Rama, saya kekasih Nesya"
Ibunda Nesya berbalik menatap Nesya " benar itu Nesy?" Nesya mengangguk ragu.
"I-ia bun" jawabnya dengan ragu ragu.
"Alhamdulillah, nak Derald, terimakasih yah" Derald menautkan alisnya ia bingung kenapa ibundanya Nesya malah berterimakasih.
"Mah Nesya ke kamar dulu yah nyusul Vino dan ayah." ucap Nesya yang kemudian berlalu meninggalkan Derald.
Ibunda Nesya mengajak Derald untuk duduk lalu membawakan minuman. "Nak Derald, terimakasih karna kamu bisa mendapatkan hati anak saya."
"......."
"Nak Derald pasti bingung, maaf maaf, jadi gini, Nesya pernah trauma sama laki laki nak, mungkin kamu harus tahu masa lalunya." ucapnya pada Derald. Derald kaget, masalah ini Nesya tidak pernah cerita.
"Apa yang terjadi bu, sampai Nesya trauma?"
"Pacar dan sahabatnya Nesya pernah berselingkuh dan menjual Nesya kepada om om"
Deg
"Jadi Nesya pernah......"
"Untung saja Nesya bisa kabur sebelum dijual, tapi....." ucapanya terjeda.
"Mantan pacar dan sahabatnya Nesya menyebarkan foto foto Nesya yang memakai baju terbuka sebelum dijual lalu disebarkan di sekolahnya."
__ADS_1
"Bunda...."