Hamil Anak Mantan

Hamil Anak Mantan
6


__ADS_3

"Sebentar saja Nesy! Gue rindu sama loe." ucap Aderald.


Nesya tampak menurut. Dan menikmati pelukanya. Entah kenapa pelukan Aderald memberikan ketenangan di hati Nesya.


"Jangan jauhi gue, jangan cueki gue. Ketidak hadiran loe, membuat gue hampa." ucap Aderald dengan jujur.


"Hampa..... Bukanya ada cewe loe yang selalu menemani sepanjang waktu." tebak Nesya yang masih dalam pelukanya.


"Pacar.... Siapa pacar gue Nesy? Tanya Aderald yang kemudian melepaskan peluknya. Ditatapnya wajah tenang milik Nesya.


"Gak tau, waktu itu nyuruh gue jauhin loe. Dan katanya loe pacarnya. Namanya Lili." jelas Nesya pada Derald.


"Lili. Gue gak punya mantan yang namanya Lili." ucap Aderald kepada Nesya


"Mana gue tau." ucap Nesya yang kemudian membuka handle pintu mobil


"Gue masuk, makasih tumpanganya." ucap Nesya melambaikan tanganya kepada Nesya.


"Tu orang brengsek banget si, masa sama pacar lupa.Tapi Aderald kebingungan saat gue sebut Lili, jangan-jangan gue dikerjain." ucap Nesya heran karna Aderald tidak mengenali Lili.


"Apa, jangan-jangan kebanyakan pacar atau mantan, sampai lupa sama pacar sendiri dasar play boy. "


*


Bel berbunyi tanda masuk sekolah. Nesya berlari menuju arah kelas. "Nes gue mau ngomong sama loe penting." ucap Aderald dan menghentikan lari Nesya.


"Gue gak ada waktu." ucap Nesya yang tidak menanggapi Aderald. Aderald langsung menarik tangan Nesya.


"Mau kemana?" tanya Nesya yang masih memberontak karna tanganya dipegang sangat erat oleh Aderald.


"Bolos." jawab Aderald cuek.


"Stop Rald stop..Oke nanti pulang sekolah gue janji ketemu loe. Tapi ijinin gue masuk hari ini." ucap Nesya. Kemudian Aderald melepaskan tangan Nesya. Nesya langsung berlari meninggalkan Aderald.


Pelajaran terakhir adalah pelajaran Fisika, yang berlangsung selama dua jam, guru mapel fisika terkenal galak. Sehingga murid - murid sangat antusias dalam mendengarkan pelajaranya.


Nesya adalah siswa dalam kategori cumloude namun karna dia sangat pendiam sehingga jarang anak yang kenal denganya. Bahkan tidak ada ekstrakulikuler yang ia ikuti.


Ponsel Nesya sedari tadi bergetar tiada habisnya. Siapa lagi kalau bukan Aderald. Semua murid sudah berhamburan ke luar kelas. Tampak suara gaduh di luar kelas.


"Nes, apaan tuh, rame banget." ucap Kara yang berlari menuju kerumunan karna kepo.


"Dasar Kara kamal."


"Apaan tuh?" tanya Kara yang masih mendengar suara Nesya.

__ADS_1


"Kepo maksimal." ucap Nesya. Tak lama kemudian Kara berbalik menuju meja lagi. "Kenapa balik lagi?" tanya Nesya


"Cepetan sana loe ditungguin sama Aderald Kalingga."Ucap Kara


"Dimana?"


"Itu yang bikin heboh." ucap Kara


"Ohhh..." jawab Nesya


"Loe jadian sama dia ya?" tebak Kara


"Nggak kenapa emang?" tanya Nesya. Kara tak menjawab karna Aderald sudah berada di samping Nesya.


"Astaghfirulloh, Derald! Bisa gak si loe jangan kagetin gue mulu." keluh Nesya yang kemudian memukulkan ranselnya ke tubuh Derald hingga berkali - kali. Nesya mendapatkan tatapan sinis dari teman wanitanya karna menganiaya Aderald.


"Udah donk Nes, sakit ini." jawab Aderald menangkis serangan Nesya.


"Lagian loe si....." belum selesai Nesya berbicara. Aderald sudah menarik tangan Nesya keluar dari kelas. Tampak mata para gadis yang menatap tajam tak suka pada Nesya.


Sepanjang perjalanan dari kelas sampai basement semua orang memperhatikan langkah Nesya. Karna tangan Nesya digenggam erat oleh Aderald. "Mereka kenapa si, natapnya gitu banget." tanya Nesya


"Karna loe cantik." jawab Aderald. Nesya memanyunkan bibirnya akibat gombalan Derald.


"Mau gue cium itu bibir?" tanya Derald


"Sama cewe sendiri mesum." jawab Nesya yang spontan kalimatnya terasa asing ditelinga.


"Enak aja, gue belum nrima loe." jawab Nesya tak terima.


"Belum, berarti rencananya bakalan nrima gue gitu?" tanya Derald yang kini menaruh tanganya di pundak Nesya.


"Lepasin gak tangan loe Rald!" ucap Nesya kesal dan nemberontak " Rald lepasin, gue bukan cewe loe. Malu tau." ucap Nesya menggertak Derald.


Tak terasa mereka sudah sampai di basement. "Mau kemana si Rald?" tanya Nesya kepo.


"Ke puncak." jawab Aderald santai.


"Ke puncak mau ngapain, gak... Gak... Gak... Nanti di puncak cuma ada kita berdua dan....... Ah tidak tidak." Nesya membayangkan hal yang mengerikan.


"Gue gak mau kepuncak. Please jangan kesana, gue gak mau." ucap Nesya memohon kepada Aderald.


"Ke rumah gue aja." tawar Derald.


"Apalagi dirumah loe. Gak mau. Disini aja Rald." pinta Nesya sambil menahan pintu mobil yang hendak dibuka Derald.

__ADS_1


"Loe yakin?" tanya Derald yang diangguki oleh Nesya.


"Gue cuma memastikan sesuatu sama loe, tapi loe janji jangan nolak." ucap Aderald.


"Ia, asal jangan ke rumah loe, jangan ke puncak! " pinta Nesya


"Loe gak malu disini?" tanya Derald


"Udah cepetan loe mau ngomong apa?" pinta Nesya pada Derald.


"Bukan ucapan, tapi perlakuan khusus." ucap Aderald yang mulai mendekatkan wajahnya oada Nesya.


"Jangan bilang loe mau..... "Belum seledai Nesya mengucapkanya, saking takutnya, Nesya berteriak "Aderalddddd......... " teriak Nesya, semua yang ada di basement memperhatikan Nesya dan Aderald.


Aderald menjauh dari posisi semula. "Ck ck cewe gue bisa teriak juga ternyata." Nesya yang wajahnya sudah memerah langsung masuk ke dalam mobil.


"Sumpah malu banget gue." batin Nesya. Ia tak berani menatap Aderald yang sedang tersenyum mengingat Nesya yang sangat ketakutan di cium.


Aderald langsung mengantar Nesya pulang ke rumah. "Ko pulang? " tanya Nesya.


"Kalau loe gak mau pulang, kita langsung cabut." tawar Aderald.


"Makasih..." ucap Nesya yang sudah keluar dari mobil Aderald.


"Gue jemput loe nanti malam setengah tujuh." ucap Derald memberitahu.


"Mau kemana?" tanya Nesya


Derald tak menjawab pertanyaan Nesya. Ia langsung mengemudikan mobilnya.


*


Tiittt...... Tiit... Suara klakson me mobil menggema di area parkir rumah Nesya. Nesya langsung keluar dari mobilnya dengan pakaian santainya.


Vosual Nesya Grizella



Visual Aderald Kalingga



"Loe formal banget mau kemana si Rald? " Tanya Nesya. Namun tak ada jawaban darinya, membuat Nesya tak mengeluarkan sepatah katapun. Sesampainya di sebuah gedung elit, mereka memasuki restoran yang sepi dan megah.


Sebenerny Nesya kagum dengan desain bunga mawar merah yang disusun sangat cantik membentuk love. Tapi Nesya berusaha biasa saja.

__ADS_1


"Nesy, gue minta jawaban loe sekarang, tentang perasaan gue ke loe." ucap Aderald ingin tahu.


__ADS_2