Hanifah

Hanifah
Terasa sesak


__ADS_3

"hanifah...bangun sayang,ini mamah" panggil mamah lembut sambil membelai rambut hanifah yg tergerai tak beraturan.


"mamah !! " ... hanifah terbangun dan menatap ruangan kamarnya yg kosong tanpa siapapun.dipandangnya pintu dan sudut kamar pantulan cahaya diluar ruangan menahan matanya untuk terus memandang kearah jendela kamar,karena kaget ia pun terduduk dalam lamunannya,tak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi setelah mamahnya meninggal beberapa tahun lalu entah berapa kali hanifah bermimpi tentangnya


.. " mah dimana mamah,hani kangen mah ?! "


dada hanifah pun terasa sesak,sesak sekali ingin memejamkan mata agar semua yg ia rasakan hanya mimpi tapi tidak bisa,ini nyata ...


setelah kehilangan papah yg begitu menyayanginya ia pun harus dihadapi dengan kenyataan pahit lagi,..kadang ia ingin membunuh kenyataan yg ada..pikirannya jauh berkhayal tentang hidup nya saat ini rasanya mamah masih ada rasanya ia hanya bilang pergi untuk beberapa hari karena ada urusan bisnis tapi kenapa ia tak pernah kembali...


tangis hanifah pun kembali memecah bahkan lebih kuat beberapa kali ia teriak memanggil mamahnya bahkan ia melempar semua bantal juga guling yg berada diranjangnya..


hanifah masih tak percaya ini bukan mimpi tapi kenapa harus ini yg ia rasakan .. hanifah pun kembali menangis sambil memeluk kedua lututnya,..entah berapa lama hanifah menangis sampai ia pun menyemangati hidupnya kembali...


"tenang hanifah,semua akan baik-baik saja..tenanglah..."


Raba lembut dada hanifah Dengan kedua tangannya,ia pun menyadarkan dirinya bahwa ia hrs kuat .. berjalan lesu hanifah menuju kamar mandi ia basuh wajahnya yg sudah dipenuhi air mata,ditatapnya dalam dalam wajahnya..lama ia termenung,ia pun mengambil dalam nafasnya.


waktu masih menunjukan pukul 04.15 menit rasanya bila harus tidur lagi itu akan membuat ia bangun kesiangan dan tante bella pasti akan marah besar.

__ADS_1


"huft,rasanya ingin lari saja .. tapi bagaimana dg hidupku kedepan"


keluh hanifah dalam hati


"biarkan saja semoga esok akan menjadi hari keberuntunganku"


berjalan pelan hanifah menuju dapur dan dg cekatan ia membuat sarapan pagi dan membereskan semua sisi ruangan rumahnya yg besar,sebenarnya ia mempunyai pembantu tapi pembantunya itu hanya ditugasi mengurus tante bella,sedang semua urusan rumah diserahkan pada hanifah.


setelah rapi bella menuju kamar dan bersiap untuk pergi bekerja disebuah perusahaan milik papahnya entah kenapa juga ia harus bekerja diperusahaan papahnya kalau bukan karena tante bella adik papahnya yg sedari dulu tidak suka dengan mamahnya karena tante bella pikir mamahnya hanya menantu pembawa sial untuk keluarga besar nya dan sekarang setelah mamahnya tiada hanifah lah yg menjadi korban sakit hati tante bella.


setelah 45 menit hanifah naik taxi akhirnya sampai lah ia ditempatnya bekerja..


"andre.." lembut suara hanifah


iapun menahan pergi untuk menunggu andre yg berjalan menuju hanifah


membuat binar binar cahaya dipelupuk mata andre yg sebenarnya menyimpan rasa pada hanifah pun bisa terbaca oleh siapapun yg melihatnya kecuali Hanifah yang tak menyadari hal itu.


"dasar gadis kecil, kenapa menunggu ku" ejek andre sambil mengusap lembut rambut hanifah yg terikat

__ADS_1


"bukannya tadi kau memanggilku,ish..kau ini harusnya kau cepat2 menikah agar tidak cepat pelupa"


dipandangnya wajah hanifah didekatkannya sambil diperjelas nya sekali lagi


"ok baiklah besok aku akan menikah,kau bersiaplah..!?!"


"apa..??! maksudmu apa tadi ndre,aku yg menikah denganmu begitu..tidak akan !!" perjelas hanifah dg lantangnya iapun pergi menjauhi andre


sambil merengut kesal,..


andre yg memandang jauh hanifah pun terkekeh dengan kelakuan hanifah yg saat ini terlihat lucu baginya..


"manis ..." ..sambil tersenyum andre menatap jauh tajam kearah lift yg sudah membawa hanifah masuk kedalamnya..


perawakan andre yg tinggi dan wajahnya tampan tak menyulitkannya untuk mendapatkan wanita tp entah kenapa setelah bertemu hanifah ia merasa ada yg berbeda


ditempat yg berbeda hanifah menatap kosong kearah pantulan kaca lift dan seketika muncul kembali rasa sesak didadanya


" kenapa rasanya sedih sekali"..

__ADS_1


ia pun hanya bisa menutup mata sambil menunggu lift terhenti menuju lantai yg ia tuju


__ADS_2