
waktu yang berlalu begitu cepat,sudah hampir sebulan setelah kejadian dikamar itu,tapi rasanya Hani masih merasa trauma bila ingat kejadian tersebut.
Hani masih mengingat kata kata Syam..bahwa nanti ia akan bertemu kembali dimalam pertama,apa yang harus Hani lakukan bila pria itu sudah gelap mata lalu menculik atau bahkan ah rasanya Hani ingin mendekam saja didaerah terpencil hingga tak ada yang menemukannya..
"Rasanya aku harus berlibur atau sedikit santai dari rutinitas ku sekarang .. tapi apa itu mungkin,untuk bangun kesiangan pas hari libur saja itu sudah bonus buatku,huft.."
Hani mulai mengacak ngacak rambutnya,sangking bingung dibuatnya ia pun memasak karena dengan menyalurkan hobby nya tersebut ia merasa sedikit rilex.
sudah tersedia sayuran dan ikan dikulkas Hani dengan sigap mulai memasak kesukaanya hari ini, ia berpikir tidak apa ia memasak makanan kesukaannya toh ngga ada yang ngerti kecuali bi yam dan ia hanya ingin membahagiakan hatinya yang sedang gundah ini.
Tante Bella sudah siap untuk berangkat dan sekarang ia mendekati hani,
"entah mimpi apa mak lampir berdandan begitu rapi" gerutu Hani dalam hati
"sedang apa kau,apa tak ada yang bisa kau lakukan selain memasak, mendekati pria kaya raya misalnya...agar hidupmu tak menyedihkan ??!!
"hhaahaahaa,tidak bisa ya...ah ya sudahlah aku mau bertemu dengan kekasih ku dulu,Ups ! sambil menjatuhkan susu yang sedang ia minum dan menumpahi makanan kesukaan Hani yang sudah jadi
Hani terbelalak matanya menatap tajam kearah tantenya kini,rasanya ingin memaki tapi ia tak ingin berbuat lebih,iapun mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya dalam dalam.
"aku harus memaklumi,keadaan perawan tua ini!! mungkin khayalannya sudah terlalu tinggi sekarang" senyum Hani tipis,
__ADS_1
****
ditempat yang berbeda Bella sedang duduk bersama dengan seorang pria yang tak lain adalah papahnya Syam
"kau terlihat sangat anggun malam ini,Bella !?"
"terima kasih,Arya kaupun masih sama seperti dulu sewaktu kita masih kuliah,penggombal ulung"
"hhaahhaaha,benarkah bukannya kau sangat suka aku melakukannya..aku pernah dengar bahwa kau sempat mencari ku setelah aku pergi kenegara x .. kau bertanya tanya kebanyak temanku"
Bella memicingkan matanya
"kau sudah memiliki anak sebesar Syam tapi tingkahmu tetap saja sama Ar,apakah tak ada yang bisa kau pikirkan"
"yah anggap saja kau sedang menghiburku karena aku sudah lama kesepian!?
"oh, apakah hanya sebuah hiburan semata bukan lebih ..!? tanya Bella dalam
"sebenarnya aku menginginkan sesuatu,tapi ini berat apakah kau akan memberikannya!?
"terlalu berat kah,lalu apakah itu Ar?
__ADS_1
"bisakah kau memberikan anak Sulaiman padaku ??"
Bella kaget bukan main sejak kapan ia tau tentang Hani,tapi itu sesuatu yang mungkin saja karena dulu sulaiman orang penting dikota ini pastilah Arya mengenalnya
dengan berat hati Bella menyetujuinya,karena dengan Bella pergi semua harta Sulaiman akan menjadi miliknya sepenuhnya.ia pikir cinta lama nya dengan Arya akan kembali bersemi tapi lagi lagi Hani mengacau dikehidupannya
"kapan kau akan mengambilnya,bila ingin aku akan memberikannya secepatnya padamu" jelas Bella
"dan kepergian Hani akan membawa keberuntunganku,hahahaha" bathin Bella berbicara
"aku akan melamar nya dan menyuntingnya secepat mungkin .. tolong siapkan acara intim saja untuk pernikahan nya nanti,"
"baiklah"
"dan untuk surat surat tolong siapkan besok ajudannku akan datang mengambil !"
Bella menelan ludahnya
"apa yang kulakukan apakah aku benar benar harus melakukannya, bagaimana bila Sulaiman meminta pertanggung jawaban padaku,hah sudahlah toh dia sudah dialam baka bersama istrinya,untung aku mempercepat kematian istrimu bila tidak kau pasti sangat kesepian dialam baka" Bella tersenyum puas,
Bella merasa memiliki semuanya tapi ia kesepian bathin Bella tersiksa kini,mungkin akibat dosa besar yang sering ia lakukan sekarang dan ia tak sadar akan hal itu.
__ADS_1