Hanifah

Hanifah
mau melupakan


__ADS_3

hani mulai menjauhi syam tapi karena tidak hati hati iapun sampai terjatuh,karena merasa tersudut ia mulai menggeser tubuhnya kepojokan ranjang,hani pun menangis sesenggukan dan memohon agar syam menjauh dari dirinya


"aku mohon sudah syam,lepaskan aku.."


"kau pikir akan semudah itu ?! saut syam


"aku benci dirimu,kau bahkan bukan seperti orang yang kukenal selama ini..kau tidak berperasaan kau seperti binatang..."teriak hani dengan kesalnya


"apa iya,aku melakukan ini karena kecewa kau sudah mencampakkan ku..aku orang baik hani pantasnya dibilang orang baik yang berbuat jahat karena sering disakiti " syam berkata sambil tersenyum licik


"hah,apa kau yakin bukannya itu hanya pembenaran saja,tetap saja semua yang kau lakukan salah syam..kau pikir aku bodoh lalu membenarkan apa yg kau lakukan"


"aku minta lepaskan aku sekarang syam,..aku mohon dan aku akan melupakan kejadian"..


"apa...?!! beraninya kau mau melupakan aku..


kupastikan selamanya kau akan jadi milikku hani,bahkan kejadian tadi akan berlanjut.."

__ADS_1


hani merasa takut dengan syam yang mulai mendekat tangannya membelai rambut hani yang sudah berantakan


"aku akan pergi,sampai jumpa dimalan pertama kita nanti.."


syam yang menunduk mendekati hanipun kini menjauh dan membuka kamar hotel,ditutup rapatnya kembali kamar tersebut..


hani yang melihat syam berlalu pergi pun mengikuti kearah yang sama dibukalah pintu kamar dan terbuka,hani bersyukur walau ia masih memikirkan maksud syam tadi,ia masih takut syam akan melakukan hal yang sama bahkan lebih..


ntah ia harus bagaimana,rasanya lelah sekali mungkin karena habis menangis ia keluar lobby hotel dan mulai memesan taxi berapa lama iapun pulang kerumah


mata hani masih belum bisa terpejam ia masih ketakutan,rasanya semua perlakuan syam masih terasa dan membuat bulu kuduk hani berdiri,rasanya ia bukan lagi berhadapan syam


sore setelah hani pergi kepesta dengan andre,terdengar suara telepon rumah hani berbunyi,


"iya hallo "


"haninya ada?" tanya orang jauh disana

__ADS_1


"oh,non hani baru aja pergi kepesta 30menit yang lalu tuan,maaf ini dengan siapa? " tanya bi yam pembantu rumah tangga yang mengurus dapur dirumah itu


"saya teman nya..syam bi,kalo boleh tau sm siapa ya?


"oh tuan syam dengan tuan andre,den.."


bi yam kenal benar syam karena dulu beberapa kali syam lah yang sering pergi keluar dengan hani,syam yang ramah kadang tak sungkan berbincang dengan bi yam diruang tamu sambil menunggu hani berdandan.


syam suka mengorek informasi tentang hani entah itu makanan kesukaan atau semua hal yang berbau tentang hani,rasanya menyenangkan bagi syam karena hani begitu special dimatanya


"ooh ya udah makasih ya bi..?!


"iya sama sama"


syam mengepalkan tangannya,ia pikir setelah ia pulang dari luar negeri setelah sebulan menetap,ini lah waktunya yang tepat ia akan bertemu dengan hani,dan membuat kejutan tapi lagi lagi syamlah yang kecewa..


wajah syam sudah merah padam tak bisa ia pungkiri ia marah besar,syam yang masih marah sekarang ditambah ayahnya menyuruh ia untuk hadir dipesta tempat hotel ayahnya berada sekarang,tapi karena ia tak tau lagi harus membuat alasan apa untuk tidak ikut kepesta,dengan malas syampun pergi ke acara tersebut.

__ADS_1


tak disangka ia melihat hani yang nampak cantik dengan balutan dress merah,bibirnya yang terpoles tipis oleh lipstik berwarna senada wajahnya yang yang selalu terngiang dimimpi mimpinya kini terlihat nyata..syam mulai berjalan mendekati namun niat nya untuk mendekati hani sirna karena disana hani dekat dengan seorang pria yang nampaknya tak asing mungkin itu orang yang dibilang Bu yam,tapi karena Syam sudah terbakar cemburu ia sudah tak mau tau siapa laki laki tersebut yang penting ia harus mendekati Hani secepatnya.


syam trus memantau setiap gerak gerik hani dan bersiap untuk mendekatinya,sampai akhirnya mereka bertemu dikamar hotel tersebut


__ADS_2