
Hani terbangun,ia kaget karena jam sudah menunjukan pukul setengah enam pagi..
"ya ampun aku ketiduran, rasanya kepalaku pening sekali !! rintih Hani sambil memegang kepalanya yang kini terasa berat karena habis begadang,
Ntah sampai jam berapa Hani berbicara dengan syam,ia hanya teringat sebelumnya ia berpelukan dengan Syam lalu ia sudah berada di ranjang dan tubuhnya sudah ditutupi selimut.
sambil tergesa-gesa ia menuju dapur dan melihat semua makanan sudah siap.
"bi iyam, terimakasih ya maaf sudah merepotkan ?" terlihat bi yam menyajikan makan pagi hari ini, padahal ini pekerjaan Hani tapi bi iyam kasian karena Hani pasti kelelahan setelah semalam Hani bertemu syam
karena bi iyam sempat melihat Syam masuk masuk kerumahnya,dan mengetuk pintu tapi bi iyam menolak dan menyuruh Syam untuk pergi tapi karena Syam menolak bi iyam pun berinisiatif untuk menyuruh nya masuk lewat lantai 2 dan naik kebalkon lantai 3 tepat kamar Hani berada.
"tidak apa non..bibi sudah menganggap non anak bibi sendiri jadi tidaklah merepotkan buat bibi!! ucap bibi iyam dengan lembut
"terimakasih bi..."
Hani mengusap tangan bi iyam yang sudah nampak keriput,usianya yang sudah senja terlihat bagai malaikat bagi Hani karena bagi Hani bi iyam lah sosok pengganti ibu nya sejak ia kecil hingga sekarang bi iyamlah yang dekat dengannya dan mengerti akan setiap kesulitannya walau hani tak pernah banyak bicara banyak tentang hidupnya saat ini.
__ADS_1
setelah mandi dan dandan seadanya Hani pun bersiap untuk bekerja.
"bi Hani pergi bekerja dulu ya"
Hani mencium tangan bi iyam
"ada teman nona Hani didepan non,sudah menunggu dari tadi !! bi iyam memberitahu Hani sambil tersenyum
"oh iya bi terimakasih" Hani pun berjalan keluar,ia berpikir mungkin Andre menjemputnya dan melihat mobil berwarna silver terparkir didepan gerbang rumah
Hani mencoba menebak dari punggung pria yang dilihatnya didalam mobil.ia melihat laki laki dengan perawakan berbeda, memakai setelan jas dan dasi seperti ia kenal dari posturnya tapi siapa .
laki laki tersebut membalikan wajahnya setelah ia merasa orang yang ditunggunya sudah berada tak jauh dari mobil
"Hani,..ayo masuk" Syam membukakan pintu mobil berwarna silver metalik tersebut
"Syam...aku pikir siapa?" Hani kaget karena Syam terlihat lebih tampan dan gagah saat ini,hatinya yang mulai merasa berdebar membuat ia merasa canggung terlebih setelah kejadian semalam.
__ADS_1
"kau pikir teman pria mu yg kemarin,apa kau tidak kenal dengan ku sekarang?" Syam merasakan cemburu karena ucapan hani
"ya ampun Syam,hanya karena sepele seperti itu kau marah..aku kan tidak tahu kalau itu kau lagian sejak kapan kau memakai memakai baju seformal ini?"keluh Hani sambil memanyunkan bibirnya
Syam hanya terdiam,membuat Hani bingung harus Apa.mobil sudah berjalan dan hanya nampak kesunyian disana
tiba tiba Syam menggenggam erat tangan Hani..
"Han,aku akan pergi keluar kota sebentar..aku harap kau menunggu ku dan lagi tentang perjodohan kau tak usah pikirkan lagi,yang kelak akan menikah dengan mu hanya aku kau tak usah khawatir"
Hani menatap Syam dengan penuh harap
"apa begitu berharap itu Syam,tapi bagaimana bila perjodohan itu dilangsungkan kau tak hadir dan aku sudah menikah dengan orang lain,apa bisa kata katamu aku pegang?
"aku janji Han..tolong jangan buat aku bimbang.. aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dan setelah nya aku akan meminangmu..benar ini janjiku,aku ingin membahagiakan mu dan anak anak kita kelak..aku tak ingin bermodal cinta untuk itu,aku tak ingin kau bersusah payah setelah kita menikah,aku ingin bisa sukses mencapai impianku bersamamu han,.. percayalah!! janji Syam pada Hani,
Hani menatap sendu pada Syam ia tak ingin membuat kebimbangan pada syam,tapi ia hanya tak ingin semua yang tak diinginkan terjadi nanti,
__ADS_1