
kesunyian membuat Syam dan Hani saling menatap,Syam berharap Hani menceritakan tentang masalah yang dihadapi oleh nya sekarang.namun Hani hanya diam membisu ia memalingkan wajahnya kearah hamparan langit luas diluar sana.
"syam...pergilah,aku mohon..aku ingin istirahat rasanya lelah sekali"pinta Hani dengan penuh harap
"apa yang sebenarnya terjadi Han,aku pikir hidupmu baik baik saja tapi rasanya ada banyak hal yang kau tutupi.."Syam mendekat pada Hani,dan memegang dagu Hani agar ia bisa menatapnya
"tidak ada Syam,aku baik baik saja" jawab Hani penuh kebohongan
"mulutmu bisa berbohong tapi tidak dengan matamu"
Hani bergerak menjauhi Syam tapi ia menarik tubuh Hani dan menyandarkannya didada syam.hani mencium aroma tubuh Syam rasanya menenangkan ia pun mulai mengaitkan tangan dipinggang Syam dan mengeluarkan air mata yang sudah membendung dipelupuk mata
"bila perlu menangis,menangis lah han,..kau perlu mengeluarkan semua keluh kesahmu"
ucap Syam sambil membelai lembut rambut Hani yang tergerai panjang
"sebenarnya apa yang terjadi padamu setelah kepergian ku selama ini Hani" bathin Syam
"maaf jika aku tidak bisa menjaga mu dengan baik!! seru Syam sambil mempererat pelukannya
__ADS_1
sambil terisak-isak Hani mulai menceritakan keluh kesahnya
" orangtuaku meninggalkan ku dengan begitu tiba-tiba,kemudian Tante Bella datang,ia adik papahku tapi bukan memperlakukan aku layaknya ponakan ia malah begitu membenciku dan sekarang ia akan menjodohkan ku dengan pria hidung belang yang aku belum tahu siapa dia!?"
"aku takut Syam,pria itu pasti sudah beristri dan hanya ingin memuaskan nafsunya saja bagaimana kelak kehidupan ku bila bersamanya" tangis Hani semakin memecah ruangan,
Syam tak tega mendengar orang yang dicintainya itu begitu terluka kehidupan nya,mulai merasa bersalah karena telah membohongi Hani karena perjodohan tersebut adalah ide gila nya.
Syam semakin mempererat pelukan nya,sambil membelai lembut punggung Hani
" aku minta maaf Hani,aku minta maaf"
Hani mendongakkan kepalanya kearah laki laki yang telah memberikan nnya pelukan
"sudahlah Syam aku sudah memaafkanmu,maaf sewaktu kau kuliah diluar negeri aku sama sekali tak menghiraukan semua email atau telepon darimu..semua itu kulakukan agar kau disana belajar dengan baik dan aku tidak mu membebanimu dengan semua masalah ku"
"bukan seperti itu Han,aku.....!? belum sempat Syam berbicara mulutnya sudah ditutup dengan jari telunjuk Hani,
"sudahlah,kenapa kau suka sekali memperpanjang masalah sih..?!?
__ADS_1
"bukan itu maksudku,ini masalah perjodohan mu Han, sebenarnya akulah yang memintamu pada Tante Bella lewat ayahku! menatap Han dengan serius
Hani tertawa ia melihat laki laki itu dengan penuh candaan
"sudahlah Syam kenapa membohongi ku, sekarang yang aku inginkan bukan kebohongan tapi keluar dari masalah ini"
"apa kau mau membantuku Syam,aku ingin kabur dari sini sudah tidak ada lagi yang membuatku betah disini,aku ingin hidup bebas,maukah kau membantuku Syam"ucap Hani sambil melonggarkan pelukannya dan menatap kewajah Syam
"baiklah tapi sebagai apa aku membantumu,masih kah ku mencampakkan ku dan tak mau menjadi kekasihku kembali?!
" terserah kau Syam,aku tak bisa memutuskan lagi aku juga bingung dengan perasaanku..begitu lama dan sekarang hidup ku bermasalah rasanya untuk memiliki kekasih sudah membuatku tambah bingung"
"aku berjanji akan menjagamu..aku mohon"
jawab Syam penuh harap pada Hani
Hani mengangguk tanda setuju,Syam pun kembali memeluk Hani dengan eratnya,"aku akan membahagiakan mu Han..aku janji takkan membuatmu bersedih"
mereka berpelukan dan memejamkan mata merasakan kehangatan malam ini
__ADS_1