Hanifah

Hanifah
harus pergi


__ADS_3

Hanifah sudah duduk dimeja rias,ia tengah didandani oleh MUA profesional untuk memoles wajahnya karena akad akan dilakukan siang nanti jadi tantenya menyuruh ia bersiap sejak pagi pagi sekali


"sayang... apakah kamu pusing,kau terlihat tak sehat ??" tanya seseorang Transpuan(sebutan untuk seorang yang terlahir laki laki tapi kemudian ia merasa seperti perempuan) sambil menyapu bedak dipipi Hani


"tidak,aku hanya sedikit gugup saja.."jawab Hani sambil menggeleng kan pelan kepalanya


"oia namaku Joseph tapi mereka sering memanggilku Bianca." terang Bianca mengulurkan tangannya untuk perkenalan


"aku Hanifah,..senang bisa mengenalmu Bianca!"


mereka saling menautkan senyum di bibirnya


"gugup itu adalah hal biasa sayang..apakah kau tau dulu saat aku menikah aku saat gugup setengah mati"Bianca menjelaskan sambil menata kosmetik didepannya

__ADS_1


"benarkah,lalu..?"tanya Hani penasaran


"yah itu hanya sehari saja,tentunya sampai malam pengantin,Sampai ketika semua pelampiasan hasrat kami tersalurkan istri ku menyebut aku tak pandai dalam urusan ranjang,ia bilang punyaku kecil dan ia kurang menikmatinya" terlihat Bianca bercerita sambil memeras spon yang ia pegang,mata nya terlihat marah


"maaf..kau pasti sangat terluka saat itu?"


"aku sangat terluka tapi aku bisa apa,aku hanya diam dan merutuki nasibku yang memiliki istri bermulut pahit sepertinya,memang aku yang salah aku terus saja mengejarnya sewaktu ia masih berpacaran dengan seorang pria bule"


Hani melihat Bianca menangis tersedu sedu sedikit kaget,karena ia melihat Bianca nampak masih seperti laki-laki pada umumnya badannya tinggi dan begitu tampan,hanya saja perasaannya yang begitu sensitif saat ini sangat terlihat seperti wanita dan rasa trauma yang ditinggalkan mantan istrinya begitu melekat hingga membuat Bianca rapuh dan tak percaya diri akan dirinya sendiri


"menangislah,keluarkan semua yang kau pikirkan selama ini,kau pantas bahagia,anggap saja kemarin kau sedang tak beruntung dalam mencari pasangan saat ini kau harus bangun dari masa lalumu.." Hani ikut duduk didekat Bianca dan melihat wajah Bianca yang masih sedih


"dengarkan aku jangan kau biarkan mantan istri mu itu menang karena ia telah menghancurkan jati diri mu,jangan lakukan hal bodoh tersebut..hati mu pantas bahagia,apa kau tak kasihan dengan hatimu yang terus lelah mengingat masa lalumu yang tak berujung?

__ADS_1


Bianca menatap Hani,ia masih mencerna apa yang dikatakan Hani barusan


"pegang ini.." Hani mencoba membawa tangan Bianca kearah hatinya sekarang,


"aku tampan,aku laki laki tulen,aku akan mendapatkan gadis yang mencintai ku apa adanya dan aku harus berubah seperti laki laki dulu lagi,aku benar benar laki laki !!"mata Bianca kembali menetes kan airmatanya


"terus kuatkan hatimu ..aku yakin kau pasti bisa!!"Hani mencoba membuat Bianca kuat dan ia tersenyum manis pada Bianca


Bianca mengangguk sedikit,Hani tau pasti akan sedikit sulit menghilangkan masa lalu,tapi tak ada yang salah bila dicoba


"terima kasih han,semoga saja aku bisa melakukan nya,Oia maukah kau berteman dengan ku"Hani menganggug tanda setuju,Bianca kembali fokus pada tatanan rias pengantinnya,ia masih tak mengerti kenapa ia begitu lepas mengeluarkan isi hatinya pada gadis yang baru dikenalnya


tapi mungkin ini takdir kalau Bianca harus kembali menjadi Joseph yang "Tangguh dan perkasa" lagi

__ADS_1


__ADS_2