
hani berjalan dilorong hotel,sambil memandang kosong lorong jalan
" gimana kalau andre panik ya..duh,maaf ya ndre,bukan maksud hati!"" gumam hani sambil sesekali memanyunkan bibirnya
setelah beberapa langkah ia ingin berjalan masuk lift,seseorang menarik lengan hani dengan cepat dan menyuruhnya untuk masuk kedalam salah satu kamar hotel yang tanpa penerangan,mata hani menyipit meraba siapa orang yang sudah melakukan hal yang kurang sopan padanya
"lepas,siapa anda tolong jaga sikap anda .. lepas atau ngga..?!!
"atau apa Hah...??
kamu bakal teriak..apa ada orang yang akan dengar..silahkan saja bila kau ingin membuat kekacauan"
hani seketika kaku,lagi lagi ia terngiang kata kata tantenya bahwa jangan membuat kekacauan atau ia akan diusir dari rumah yang selama ini ia tinggali..hani semakin takut ia bingung harus bagaimana tapi ini kan namanya pengancaman dan ia bersama dengan orang yang tak dikenal didalam kamar hotel bagaimana bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan
"ya tuhan..ujian macam apa lagi ini "..
gerutu hani sambil sesekali menggerakkan tangannya agar orang asing tersebut mau membukanya.hani ingin menangis kuat dadanya serasa sesak nafasnya yang mulai tak beraturan membuat hani semakin lemas dan tak berdaya sekarang,ia merasa panik ,takut , dan cemas menjadi satu ia tak tau harus bagaimana,ia terus berpikir tapi badannya yang mulai tak terkontrol pun lemas ia merasa berat,kepala nya pening begitu hebat sampai akhirnya ia pingsan didada laki laki yang belum ia ketahui siapa..
mata hani terbuka lebar sekarang
__ADS_1
" dimana ini," tanya hani penasaran
ia tengah berada ditengah ranjang dan melihat sekeliling ruangan kamar sesaat hani ingat apa yang terjadi dengan dirinya setelah itu iapun ingin turun dari ranjang,dan memburu pintu agar cepat keluar dari kamar hotel tersebut
"kenapa terburu buru,sayang..apa kau tidak merindukanku ??"...
hani menoleh kebelakang dan ia dapati orang yang selama ini ia kenal
"syam,apa benar itu kau ??
laki laki itu,masih sama..seperti dulu walau terlihat lebih dewasa sekarang perawakannya yang maskulin bibirnya yang merah kulitnya yang putih,dan bidangnya yang besar ..membuat hani mengingat masa lalu dimana ia sering bersadar didada bidang itu saat ia sedih atau pun senang
"syukurlah aku pikir kau lupa dengan diriku,sudah lama setelah kau mencampakkanku dulu..tapi rasa itu masih sama disini hani apa kau tau,tapi aku rasa kau bahagia sekarang dengan kekasih baru mu?? ..
"cukup jangan membodohiku lagi hani,
kenapa kau senang sekali membuat aku sakit hati begini"teriak syam sambil menyorotkan matanya
"syam aku minta maaf,sebenarnya kenapa dulu aku tidak pernah membalas semua email atau pun pesan yang kau kirim,aku punya alasan.."
__ADS_1
"bohong ,itu hanya sebuah alasan palsu agar semua kebusukanmu tidak akan tercium kan,aku ngga akan dibodohi lagi oleh mu hani..."
"syam lepas..kau menyakitiku ?!
dibantingnya tubuh hani dan ditindihnya oleh syam,nafas mereka yang mulai beradu sekarang membuat panas disekujur tubuh mereka.syam mulai ******* bibir hani membuat ia susah dalam berbicara,hani yang merasa ini bukan ciuman yang menyenangkan pun mengigit bibir syam dengan sekuat tenaga
"aww,berani sekali kau hani "
gerutu syam pada hani yang terlihat tak menyukai serangan dadakan yang diberikan syam
"kau tak berhak atas semua yang aku miliki..kau kan tau syam aku tak pernah mau berbuat seperti itu sebelum menikah,kau jahat syam..aku benci dirimu"
"hhaahaahaa..benarkah..bukankah itu dulu saat kau dan aku masih bersama,mungkin itu hanya alasan agar kau tak mau ku sentuh..karena kau tak mencintaiku!?
air mata hani menetes entah kenpa ia merasa sakit mendengar semua fitnah yang sama sekali tak pernah ia terpikirkan dalam bathinnya,syam merengkuh tubuh hani yang telah berdiri disamping tempat tidur
dipeluknya tubuh hani dan diciumnya leher hani,seketika hani mulai geli dan reflek memberontak.syam yang sudah dirasuki hasrat menggebu gebu pada hani pun kembali menarik pinggang hani dan memeluk erat tubuh itu sekarang.ia tak menyia nyiakan kesempatan emas berdua bersama diruangan tersebut
lagi lagi syam mulai meraba semua lekuk tubuh hani,dan menghujaninya dengan banyak ciuman,hani yang merasa tak kuasa merasa ada getaran yang ia tak kuasaipun mulai larut dalam hasrat yang sama ,belaian lembut syam membuat ia sungguh sangat bergairah dan hanipun sadar
__ADS_1
"oh tidak,aku tak boleh seperti ini..aku tak mau melakukan hal yang bukan sewajarnya selain dengan suami yang akan menikahiku nanti,aku harus berusaha lepas dari cengkramannya" bathin hani menolak perlakuan syam saat ini
hani pun mendorong kuat syam yang sudah berada dibawah dan mulai meraba bagian sensitip hani,seketika syam ambruk dan tangannya pun tertumpu pada lantai hotel