Hanifah

Hanifah
apa yang harus aku lakukan


__ADS_3

Hani masih mencoba menelepon Syam tapi tak ada jawaban sama sekali,telponnya aktip tapi tidak diangkat angkat,waktu tinggal 2 jam lagi untuk akad tapi Syam belum juga muncul


Hani sudah tau kalau yang menikah dengannya adalah Syam,karena Arya sudah memberi tahukan pada Hani bahwa Syam lah yang menikah dengannya,Hani senang bukan main,tapi tidak dengan Tante Bella ia nampak kesal karena teryata Hani keluar dari rumahnya kembali akan menjadi Cinderella dan menjadi seorang istri konglomerat yang ia selalu ia idam idamkan


Papahnya Syam mencoba mendekati Hani,ia tau Hani gelisah saat ini,tadi Arya sudah mencoba menelepon anaknya syam namun tidak ada jawaban atau pesan dari Syam


"tenang ya Han,mungkin sebentar lagi...papah coba menghubungi nya kembali!! papah Syam mengusap lembut rambut Hani yang sudah siap untuk menikah


"Tut,Tut,Tuuutt....nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan"


"dasar anak ini,kenapa selalu saja berbuat sesuka hati"


waktupun sudah menunjukkan pukul 11.00 siang saatnya pernikahan dimulai tapi Syam masih belum kelihatan batang hidungnya,papah Syam begitu geram memikirkan nya,ia tak kuat harus ditanya tanya terus oleh pak KUA yang menikahkan agar calon pria cepat datang karena ia harus ada lagi undangan pernikahan


"Aku akan mencarinya"teriak papah Syam yang berjalan cepat kedepqn,lalu terdengar suara mobil yang begitu kencang keluar dari pagar

__ADS_1


Bibir Bela nampak tersenyum bahagia,ia tak menyangka pernikahan ponakannya akan begitu mengenaskan begini,rasanya ia ingin segera menggelar pesta yang mewah bila tahu Hani akan ditinggalkan oleh calon suaminya agar Hani merasakan malu yang teramat sangat


"aku harus bagaimana Bibi..?" tanya Hani menangis tersedu-sedu sambil memeluk Bi yam karena bingung harus berbuat apa


Bianca hanya bisa tersenyum getir,ia pun tak menyangka gadis baik yang baru dikenalnya akan mendapat perlakuan jahat yang begitu menyedihkan


"Hallo,iya bos..saya sudah selesai tapi ada Masalah dengan pernikahan nya" jawab Bianca dengan gayanya yang khas


"ooh...kalau begitu aku akan menjemputmu dua jam lagi" jawab yoga ia nampak tak ingin tahu,paling masalah keluaga menantu dan mertua


Dikamar Hani menangis ia tak menyangka Syam akan melakukan hal seperti ini padanya, Bianca mencari Hani dikamar nya ia tahu pasti gadis itu amat terpukul Bianca ingin menghibur Hani


tapi saat Bianca masuk kekamar Hani,disana tak ada siapapun..Bianca menutup mulutnya,ia berpikir apakah Hani akan bunuh diri,Bianca takut terjadi sesuatu langsung berlari menyusuri sudut ruangan dari kamar kamar mandi dan seluruh ruangan tapi tidak menemukan Hani.


Saat ingin memberitahu pada tantenya Bianca terkejut karena pembicaraan tantenya pada seorang pelayan disana

__ADS_1


"kau lihat kan,Hani memang cuma Gadis malang yang tak kan beruntung,aku pikir setelah ini akan membuang saja gadis tersebut,toh semenjak meninggal KK ku dan ibunya ia hanya terus menyusahkan hidupku saja..." Bianca menutup mulutnya seakan tak percaya yang didengarnya barusan


Bianca menelpon sahabat sekaligus bosnya,karena apes hari ini mobilnya rusak saat mau dipakai untuk bekerja


"Bos,bisakah kau kesini aku ingin meminta bantuan mu?" tanya Bianca


"baiklah.. share lokasi mu agar aku tidak kesasar?" jawab yoga


"iya baiklah sayang.."


"jangan menyebutku seperti itu atau kau akan kehilangan customer mu selanjutnya!!" yoga geram pada Bianca yang kadang genit pada yoga,ia sungguh-sungguh tak mengerti dengan kelakuan sahabat nya ini


"ok,ok...maaf" Bianca merinding dan tersenyum getir mendengar


"kalau customer ku hilang dengan apa aku harus membayar cicilan ku yang begitu banyak,ish,ish,ish.."gumam Bianca

__ADS_1


__ADS_2