Hanifah

Hanifah
lelah dan lemas


__ADS_3

Ditempat kerja semua orang sudah bersiap pulang kerumahnya,tapi tidak dengan Hani entah kenapa ia merasa lemas sendi sendi nya terasa luluh tak berdaya


"kenapa rasanya lelah dan lemas begini..huft " keluh Hani


Hani hendak mendekati tombol lift namun saat terbuka pintunya ia berpapasan dengan Andre didalam lift tersebut


"Hei Hani...mau pulang,aku anter ya?" tanya Andre dengan tatapan penuh tanya


"ngga usah ndre, terimakasih" saut Hani


"aku mau kemakam mamah dan papah sebentar, nanti malah merepotkan,aku pulang sendiri aja'


"ooh..gpp kok sampe malam juga aku tungguin deh sekalian aku mau jjs,kalau udah sampe rumah rasanya cape males keluar..boleh ya aku ikut kemakam"


"ya udah ndre,tapi nanti disana jangan ngerengek minta pulang ya..hmmm"sambil terkekeh Hani ngeledek andre


"gampang lah kalau aku ngerengek minta pulang tinggal dicium trus disayang sayang sama kamu nanti juga aku betah banget "jawab Andre membuat Hani bergidik dibuatnya

__ADS_1


"iih apaan sih ndre,ngga lucu"


Hani memicingkan matanya keandre,Andre tertawa lebar dibuatnya.mereka sampai diparkiran dan siap untuk berangkat ke pemakaman orang tua hani


setelah sampai disana Hani tak lupa membeli bunga dan air mawar untuk orang tua hani,setelah membacakan doa Hani meneteskan air mata namun setelah nya ia diam seolah ia sedang berbicara dengan mereka


Andre hanya duduk diam membisu dan memperhatikan Hani dalam dalam,ia merasa begitu terluka melihat orang yang ia kasihi bersedih,


"yuk Andre!!" ajak Hani pada Andre


Andre mengangguk tanda setuju,setelah mereka pergi berapa lama hp Andre berbunyi,ia terlihat mengerutkan dahinya dan mendesis pelan,Hani sadar akan hal itu dan menatap Andre ingin bertanya kenapa dengannya


"Han,maaf ya hari ini acara makannya dibatalin dulu mamah telepon katanya minta anterin,kamu ngga apa apa kan aku langsung anter pulang?"


"iya ndre ngga apa2,emmm...ngga usah anter sampe rumah masih jauh juga kan dari sini,nanti mamah kamu nungguin ndre,aku turunin dihalte busway aja ya?" pinta Hani


"ooh..ya udah maaf ya Han,kalo udah sampe kabarin ya manis!!" sambil mengedipkan mata Andre pada hani

__ADS_1


Hani hanya melambai simbol ok pada Andre,ia turun dan menunggu busway datang setelah masuk kedalam bus ia berpapasan dengan wanita yang ingin turun terburu buru,Hani pun meminggirkan tubuhnya agar tak menghalangi jalan


"awas..!! " seru wanita tersebut tanpa sopan


"saya udah minggir ya mb,situ aja jalannya yang bener?!" jawab Hani sebal


ia duduk di tengah,karena tempat duduk sudah terasa penuh dan hanya tempat itulah yg bisa ia tempati" beruntunglah daripada harus berdiri" bathin Hani bersyukur


saat perjalanan pak sopir ngerem mendadak dan semua penumpang kaget bukan main,..


"aduh" teriak laki laki yang berada 2 lorong disamping tempat duduk Hani


Hani kaget karena laki laki itu tersungkur hingga terluka keningnya,buru buru Hani mendekati laki laki tersebut walaupun mobil sudah melaju kembali


"sakit mas,coba saya liat keningnya ?" sambil memegangi kening pria yang ia tak kenal itu,Hani mengeluarkan tisu dan disiramnya tisu tersebut oleh air setelah basah dioles oles pelan untuk menghapus bekas memar dikeningnya,tak lupa Hani menempelkan plester yang masih ia miliki


"terimakasih mb?!" pria itu masih memandangi wanita yang sedari tadi mengkhawatirkannya namun tak sedetikpun ia menatap wajah pria yang sudah diobatinya,ia hanya mengkhawatirkan dahinya ,mungkin itu saja setelahnya ia duduk kembali terasa tak ada yang terjadi..

__ADS_1


busway sudah sampai diarah jalan rumahnya iapun bergegas turun,Hani tak menyadari ada sosok yang dari tadi memperhatikan nya sampai ia masuk kerumahnya.laki laki yang sudah ditolong Hani,mungkin itu hal sepele buat Hani tapi rasanya tidak dengan pria ini,hatinya masih sesak dan mencari pujaan nya yang menghilang tanpa tau namanya


"sial,kenapa lupa tanya namanya tadi.. baiklah besok aku akan menunggu nya kembali!!"bathin pria tersebut


__ADS_2