Hanya Ingin Memiliki

Hanya Ingin Memiliki
11


__ADS_3

Pagi ini arsena sudah terlihat lebih baik, ia bangun dari ranjangnya lalu berjalan walau sedikit pincang namun arsena tetap pergi ke dapur untuk membantu bibi elly ia tidak ingin memanjakan tubuhnya.


"Sena, kamu sedang apa disini? Kamu harusnya istirahat saja di kamar", pinta bibi


"Tidak bibi, jika sena dikamar terus kapan sembuhnya yang ada badan sena sakit semua kalau tidak di gerakan" jawab sena dengan senyum manisnya.


"Kamu ini selalu saja punya alasan" ucap bibi membalas senyum.


"Bibi akan memasak apa? Sena sudah lama tidak membantu bibi memasak" tanya sena.


"Kamu tidak perlu membantu, cukup melihat saja" jawab bibi.


Sena merucutkan bibir tanda ia sedih tidak bisa membantu bibinya, dengan cepat bibi memberikan beberapa bahan untuk di iris-iris. Senyum sena penuh kemenangan.


"Sena kamu sudah sembuh" tanya david tiba-tiba muncul di dapur.


"Aku memang tidak sakit kak, hanya saja ada luka-luka di dibagian tubuhku" jawab sena dengan riang. Mendengar itu david tertawa.


"Haha Betul sekali kata ibu, kamu ini selalu saja punya alasan yang buat kami tertawa" ujar david.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi mandi" ucap david yang sambil mengambil gorengan punya ibu. "Davidddd" teriak bibi yang dihiraukan david.


Setelah selesai membantu bibi, arsena menyiapkan hidangan di meja makan disana sudah ada paman, alya dan david.


"Harusnya kau bekerja dirumah membantu ibu saja, tidak perlu sok-sokan kerja cari uang yang nyatanya malah ke tabrak mobil" ujar alya panjang.


"Kamu ini kenapa alya selalu saja bersikap tidak baik terhadap sena" jawab david.


"Tidak apa-apa kak, biarkan alya mengeluarkan isi hatinya, nanti kalau ditahan jadi sakit perut" sanggah sena dengan senyum ceria. Lalu mereka tertawa mendengar ucapan sena kecuali alya yang langsung kesal.


"Kamu benar-benar kuat yah sena mendengar kata-kata kasar yang di lontarkan dari alya" ucap david.


"Sudah terbiasa kak, lagian alya mengatakannya karna dia peduli dan sayang sama sena hanya saja dia belum bisa menyampaikannya dengan baik" sanggah sena lagi yang memang dia tak pernah tersinggung dengan ucapan alya.


"Gr sekali kamu sena" jawab ketus alya.


"Sudah-sudah jangan di perpanjang lagi, waktunya kita sarapan" sela ibu yang baru bergabung di meja makan.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sarapan dan membereskan dapur sena kembali beristirahat, bibi memintanya jangan terlalu banyak bekerja nanti kaki yang terluka bisa jadi bengkak.



Damian sedang menikmati dengan santai dipulaunya, ia menikmati udara segar serta kicauan burung yang sedang terbang. Damian berbaring dikursi pinggir pantai sesekali dia berenang di sekitaran pantai karna air pantai sangat begitu menggoda dirinya.


Tiba-tiba suara telpon berbunyi.


"Aku sudah mendapatkan info tentang dirinya" ucap seseorang di seberang telpon


"Bagus, temui aku besok lusa, nanti akan aku kabari" jawab damian, lalu sambungan telpon dimatikan.


Mendengar berita itu damian sedikit senang, dia akan mengetahui tentang dirinya. Tanpa diduga bayangan gadis yang ia tertabrak menghampiri pikirannya.


"Kenapa aku jadi mengingat gadis itu" kicau damian. Dengan cepat damian membuyarkan pikirannya lalu kembali ke vila.



Damian menyegarkan dirinya lalu melanjutkan makan siang yang telah disajikan oleh para pelayan. Kemudian damian memanggil penjaga untuk ditemani makan siang. Penjaga vila yang terkejut karna baru pertama kali tuannya mengajak dirinya untuk makan siang bersama.


Lalu penjaga vila yang bernama leo itu datang.


"Iya pak leo silakan duduk, kita makan bersama" ujar damian santai.


Lalu mereka menikmati makan siangnya disertai obrolan ringan.


"Sudah berapa lama pak leo disini?" tanya damian


"Semenjak pulau ini dibangun tuan, kurang lebih 3 tahun" jawab pak leo gugup karna baru inilah tuannya mengajak ia mengobrol.


"Kalau pulau ini saya jual, apa pak leo masih mengelolanya?" tanya damian lagi.


"Maaf tuan, kalau pulau ini dijual saya tidak disini lagi karena pasti akan di ambil alih oleh pemilik yang baru, karna saya bekerja di naungan tuan sendiri" jawabnya jelas.


"Jika pemilik baru bersedia dan mempercayai saya, mungkin saya akan tetap disini" sambung pak leo lagi.


Mendengar penjelasan penjaga vila itu damian mulai memikirkannya kembali, mungkin pulau ini akan bisa jadi resort saja tanpa harus menjualnya lagi.

__ADS_1



Setelah makan siang, damian berjalan menikmati pinggir pantai sampai menjelang sore ia akan menikmati matahari terbenam.



Di perusahan AD Gaozhan....


"Terima kasih atas waktunya, lain kali damian akan senang bertemu denganmu" Ucap diego pada investor


"Baiklah kalau begitu berikan salamku pada dirinya" ucap investor lalu pergi meninggalkan ruangan.


Disamping itu ada asisten ben yang sedang merapikan berkas.


"Kau sama sekali tidak ingin memberi tahu kemana damian pergi" tanya diego


"Maaf tuan, tuan damian tidak mengizinkannya" jawab ben.


"Astaga, kau sama damian sama saja sangat menyebalkan". Titah diego lalu pergi meninggalkan ben.


Dalam ruangan diego merancau tentang pekerjaannya, dia serasa mau berhenti dari pekerjaan ini karna menurut diego pekerjaan ini menyita waktu dan pikirannya wajar saja damian tidak punya waktu untuk mencari pendamping.


"Sudah berapa hari aku tidak menemui kekasihku, aku sangat merindukan dirinya" kicau diego


"Setiap ingin pergi selalu saja ada pertemuan dengan cliennya diluar, huhhh menyebalkan sekali" teriak diego serasa putus asa.


Tidak lama suaru pintu terketuk, lalu ben masuk dan menyerahkan beberapa laporan serta file yang harus diselesaikannya.


"Apa lagi ini? Kenapa tidak kau saja yang membuat laporan? Damian kan meminta kau membantuku" ucap diego kesal.


"Maaf tuan laporan ini harus anda yang mengerjakan" jawab ben


"Damian benar-benar menguji kemampuan ku" sahut diego


Lalu diego mengambil semua berkas lalu mengerjakannya.


__ADS_1



💝💝💝💝


__ADS_2