
"Ibu apa ini masih lama? sepertinya sudah mengembang" tanya alya.
"Sebentar lagi sayang, nanti kue nya tidak jadi kalau kamu menggerutu terus" jawab bibi elly.
Saat ini alya dan bibi elly sedang membuat kue ulang tahun pesanan temannya, bibi elly yang pandai memasak selalu mendapatkan pesanan membuat berbagai jenis makanan atau kue sesuai permintaan pelanggan. Selama ini bibi elly sering dibantu oleh arsena, berhubung arsena sudah mulai bekerja jadi bibi elly terpaksa meminta bantuan alya untuk membuat adonan kue.
Selama membuat kue alya tidak berhenti mengomel karna menurutnya membuat kue hal yang paling membosankan, jadi dia tidak sabar mengelola ini adonan.
Disela-sela membuat kue alya menanyakan sesuatu kepada ibunya "Ibu, kenapa ibu sama ayah memperbolehkan arsena kerja sih? Dia kan bisa membantu pekerjaan ibu dirumah".
"Tidak alya, arsena berhak melakukan apapun dengan keinginannya, selama ini arsena tidak pernah meminta apapun kepada kita, dia sudah sangat berterimakasih bisa tinggal disini dan di sekolahkan jadi ibu pikir tidak masalah kalau dia bekerja" jawab ibu elly.
"Apa dengan arsena bekerja ibu dan ayah mengharapkan uang dari arsena?" Tanya alya yang tidak menyaring kata-katanya.
"Alya apa yang kamu katakan, ibu dan ayah sama sekali tidak mengharapkan apapun dari arsena kecuali kebahagiaan dirinya sendiri. Dengar yah alya, arsena itu sudah ibu anggap anak sendiri dan kamu tidak boleh mengatakan yang tidak baik tentang dirinya". Tegas ibu
"Maaf ibu alya tidak bermaksud seperti itu, hanya saja alya tidak suka ibu lebih peduli terhadap arsena" bela alya. "Ibu peduli untuk semua, ibu peduli dan sayang pada kalian, ibu tidak mau melihat satu keluarga saling menyakiti" ucap bibi elly dengan sedih.
"Sekali lagi maafin alya yah bu".
"Sudah lupakan sayang, ibu hanya ingin kamu tahu kita semua ini keluarga tidak ada yang saling membedakan" ucap bibi elly.
Lalu mereka melanjutkan membuat kue.
Damian meninggalkan kantor untuk makan siangnya dia tidak ditemani asistennya ataupun adiknya diego, ia hanya sendiri sekaligus menemui seseorang yang ia perintahkan yaitu seorang detektif. Damian meminta detektif itu untuk mencari tahu seseorang, dia tidak ingin orang lain mengetahui kalau damian mencari tahu keberadaan wanita yaitu Celia.
Setelah damian mendengar kabar kepulangan celia, damian penasaran apa maksud dari celia pulang ke negaranya, padahal wanita itu telah meninggalkannya dan tidak akan kembali lagi ke negara itu tapi nyata dia kembali.
Damian tidak mengharapkan wanita itu, hanya saja rasa kecewa dan sakit hatinya tidak bisa dia lupakan, rasanya dia sangat ingin membalas perbuatan wanita bernama celia. Untuk itu damian ingin mencari tahu motif dari wanita itu atau kekasih lamanya yang bernama Celia.
"Baiklah saya akan segera mendapatkan info tentang dirinya dan kepulangannya" kata detektif itu, lalu kemudian dia pergi meninggalkan damian sendiri.
Damian yang masih berada di caffe itu menelpon asistennya.
"Aku tidak akan kembali ke kantor, diego akan menghandle semuanya untuk sementara waktu" ucap damian pada orang di seberang telpon.
Lalu damian pergi dengan mobil supercar nya.
Ternyata damian menemui clien untuk membahas pembangunan resort nya, sesantai nya damian masih bisa menemui cliennya, itulah damian dimanapun dan kapanpun masih bisa mengambil pekerjaan dengan waktu senggang nya.
__ADS_1
Cukup lama damian membahas bisnis dengan rekannya ini hingga lupa waktu kalau ini sudah malam, damian di ajak ke club malam oleh rekan bisnis nya untuk menghilangkan penat sesaat dan dengan senang hati damian menerima tawaran clien karna sudah lama juga damian tidak berkunjung ke club malam.
Jam sudah menunjukan pukul 02.00 pagi, dan damian pamit untuk pulang karna besok dia ada pertemuan dengan rekan bisnis lagi. Damian membawa mobilnya sendiri dan damian juga tidak mabuk, karna damian tidak bisa mabuk sebanyak apapun dia minum karna damian sudah terbiasa meminum alkohol diwaktu usia remaja jadi dia bisa menetralkan pusing/rasa mabuk pada dirinya.
Damian sampai ke apartemennya, dia memakirkan mobil nya di basement tempat biasa mobil terparkir, lalu dia menaiki khusus lift untuk dirinya yang langsung menuju unit apartemen. Karna sangking lelah damian mencoba bersandar ke sofa empuk, lalu dia melihat handphone lalu memasangkan alarm untuk besok pagi tidak lama dia tertidur di sofa.
"Apakah damian tidak akan datang, ini sudah pukul 08.00?" Tanya diego panik.
"Saya sudah menghubungi beberapa kali tuan, tapi tidak ada respon" ucap asisten ben.
"Kalau begitu kita temuin saja clien nya sekarang, tidak perlu menunggu damian aku rasa dia tidak akan datang" kata diego dengan kesal.
Diego sangat kesal dengan kelakuan damian tanpa memberikan kabar apapun, padahal pagi ini ada meeting dengan clien penting tapi dia malah menghilang dari kemarin siang. Diego yang belum menyiapkan materi terpaksa mempelajari dengan cepat agar clien nya percaya apa yang disampaikanya tidak kalah baik dan komplexs dengan damian.
Di Apartemen..
Damian masih tertidur dengan nyenyak, hingga alarm yang sudah beberapa kali bergetar, handphone yang di silent membuat damian tidak merasakan suara panggilan telpon dan alarm itulah yang membuat damian tidak terbangun malah masih tertidur pulas.
Diluar unit apartemen seorang gadis yang ragu-ragu untuk masuk kedalam, karna dia tidak biasa masuk ke rumah orang tanpa izin dari pemiliknya. Dan dia takut kalau pemilik apartemen akan memarahinya kalau dia tidak senang melihat dirinya datang. Tapi arsena masih bingung kata manager penghuninya belum kembali.
Dengan ragu-ragu arsena mengetuk pintu, padahal dia bisa langsung masuk saja, tapi alangkah baiknya mengetok pintu. (Pikir arsena)
Tok..tok..tok (belum ada sautan)
Sekali lagi Tok..tok..tok.. Arsena mendekatkan telingnya tetapi tidak ada sautan dari dalam mungkin orangnya memang belum kembali.
Dengan memberanikan diri Arsena menekan sidik jari lalu mengakses wajahnya, setelah berhasil arsena membuka pintu masuk dan terkejutlah dia ada seseorang dalam unit apartemen ini.
Dan yah Arsena melihat penghuni apartemen ini sedang tidur di sofa dengan pulas, arsena yang melihat orang itu sangat terkejut karna penghuni apartemen ini masih muda dan paras tampan nya begitu memikat di saat tidur saja dia terlihat begitu menggoda. (benak arsena)
Arsena bingung apa harus membangunkan tuan pemilik atau lanjut bekerja, dia mengingat peraturan bahwa dia bisa langsung bekerja tanpa harus menganggu pemilik apartemen.
"Hmm, sebaiknya aku melakukan tugasku. Dari mana dulu yah, oh ya dari lantai 2 saja" kicau arsena sendiri.
"Tempat ini sangat bagus tapi sayang penghuninya cuma seorang saja" ucap arsena disela-sela membersihkan lantai 2.
Menyapu, mengelap, mengepel, membersihkan sela-sela kecil itulah yang dilakukan oleh Arsena.
Hampir 1 jam lebih Arsena berada dilantai 2 untuk merapikan dan membersihkan, hingga akhirnya ia turun untuk melanjutkan di bagian lantai bawah.
Arsena melihat pemilik unit tidak ada lagi di sofa pikirnya mungkin dia sudah bangun dan itu membuat arsena tidak canggung lagu untuk membersihkan semua area.
Setengah jam arsena membersihkan toilet, dan ruang kamar tamu dia lalu menuju ke dapur dan ternyata ada nicko yang sedang memasak mungkin pemilik unit ini ingin sarapan walaupun sudah terlalu siang untuk sarapan pagi.
__ADS_1
"Hai sena, apa pekerjaan sudah selesai?" Sapa nicko
"Ah yah sedikit lagi pekerjaan ku selesai tinggal membersihkan kamar utama saja" ucap sena.
"Tuan damian masih ada dikamarnya, mungkin sebentar lagi keluar karna dia ingin sarapan" tutur nicko
"Baiklah, aku akan ke belakang sebentar".
Arsena mengambil perlengkapan tempat tidur di bagian penyimpanan, dia mengambil sarung bantal, sprei dan selimut baru setelah itu dia membawa ke kamar utama.
Lalu dia berjalan menuju kamar utama, sesaat dia melihat sang tuan pemilik apartemen dengan paras yang rupawan bak malaikat yang baru saja keluar dari kamarnya lalu arsena berpapasan dengan pemilik badan besar dan tinggi serta meninggalkan aroma khas maskulin di setiap jejak langkahnya membuat arsena berhenti sejenak untuk menghirup aroma sang pemilik itu.
Arsena menatap punggung lelaki itu "dia sangat sempurna" batin Arsena lalu dia memasuki kamar dan melihat ruangan kamar itu terlihat tersusun rapi tempat tidur yang tidak digunakan serta barang-barang yang terletak sesuai dengan tempatnya.
Arsena yang sedang mengganti sprei baru tidak mendengar ada langkah yang masuk menuju kamar itu.
Saat arsena ingin memutar badannya."Brukk" Arsena menabrak tubuh tegap itu yang membuat dia terhuyung mundur satu langkah dan hampir jatuh, dengan sigap sang pemilik tubuh memegang punggung arsena agar tidak terjatuh. Lalu tatapan mereka bertemu, membuat arsena tidak mengedipkan mata karna terhipnotis dengan wajah yang tampan.
"Apa kau akan seperti ini terus?" Tanya Damian
Dengan pertanyaan itu membuat arsena kaget dan membuyarkan tatapannya.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja" jawab arsena dengan menundukkan kepala.
"Apa kau baru disini?"
"Iya tuan saya baru bekerja disini"
"Pantas, seperti kucing melihat mangsanya" ucap damian singkat dengan senyum menyinggung.
Arsena mendengar perkataan singkat itu merasa direndahkan. Dengan cepat dia melanjutkan memasang sprei.
Damian yang kembali ke kamar hanya untuk mengambil laptop dan hanphone nya yang tertinggal. Melihat gadis yang baru merapikan kamarnya damian berkata "Jangan lupa pakaian yang di keranjang" ucap Damian dan berlalu pergi.
Setelah damian keluar dari kamar arsena lalu menggerutuki sang pemilik rumah.
"Bisa-bisanya dia mengatakan aku wanita seperti itu, emangnya dia siapa, dasar orang kaya sombong" gerutu sena.
"Sabar sena, kamu baru sehari bekerja jangan sampai mendapatkan masalah" ucap sena yang menenangkan diri sendiri.
Sena yang sudah selesai membereskan kamar tidur dan membersihkan kamar mandi, keluar dari kamar utama lalu melanjutkan mengantarkan semua pakaian dan barang-barang kotor untuk di loundry di bagian loundry lantai dasar apartemen.
__ADS_1
💝💝💝