Hanya Ingin Memiliki

Hanya Ingin Memiliki
7


__ADS_3

Arsena yang baru sampai ke rumah langsung dihadang pertanyaan oleh bibi elly karna jam pulang arsena sangat terlambat.


"Arsena, kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu baru pulang nak? Handphone kamu juga tidak aktif?" Cecar pertanyaan dari bibi.


"Tenang bibi, sena baik-baik saja. Sena menunggu bus yang tak kunjung datang dan telpon sena habis baterai, maaf yah bi buat bibi khawatir" jawab sena.


"Tidak masalah sayang, bibi hanya tidak biasa kamu pulang telat" ucap bibi sambil mengelus kepala sena.


"Kalau begitu kamu langsung mandi terus makan malam bareng bibi, karna yang lain sudah selesai" ujar bibi. Sena mengangguk dengan senyum.


Setelah selesai mandi, arsena menemui bibi elly di meja makan, karna bibi elly sudah menunggunya dari tadi.


"Maaf bi sudah buat menunggu" ucap sena.


"Tidak sayang, ayo kita makan" ajak bibi.


Disaat makan david datang, untuk bergabung.


"Kamu mau makan lagi nak?" Tanya bibi elly


"Tidak ibu, david hanya ingin bergabung saja" sanggah david yang sudah duduk.


"Sena kalau tidak keberatan mulai besok kakak akan mengantar kamu dan menjemput kamu pulang yah, supaya tidak menunggu bus lagi" ucap david pada sena.


"Tidak perlu kak, sena bisa pulang sendiri. Lagian arah kita berbeda yang ada kakak lama dijalan dan telat kerja". Jawab sena


"Tidak masalah kita bisa berangkat lebih awal".


Bibi yang mendengar itu "Tidak apa-apa nak, lagian david mau juga mengantar dan menjemput kamu" sambung bibi elly.


"Iya bibi, tapi beneran sena gak apa-apa pulang sendiri, percaya deh" tolak sena dengan sopan.


"Ya udah kalau kamu perlu apa-apa telpon kakak ya" tawar david yang di jawab dengan anggukan sena.


Sena tidak mau merepotkan keluarga bibinya, dia sudah terlalu banyak dibantu selama ini, jadi sebisa mungkin sena melakukanya dengan sendiri sekarang. Selama ini juga sena selalu diberi uang jajan pada paman dan bibi tapi selalu sena tabung kalau ada keperluan lain sena tidak perlu meminta.


1 Minggu kemudian..


Arsena sudah 1 minggu ini mejalankan pekerjaannya, selama itu dia bekerja dengan baik, dia juga sudah jarang bertemu lagi dengan tuan damian setiap sena datang tuan damian sudah tidak ada di apartemen mungkin sudah berangkat ke kantor pikir sena dan karna itu sena dengan leluasa mengerjakan tugasnya.

__ADS_1



Arsena sedang membersihkan walk in closet di dalam kamar utama milik damian, ia merapikan baju dan beberapa barang yang sudah selesai di loundry ke dalam tempatnya.



![](contribute/fiction/4445789/markdown/7908634/1648010433677.jpg)



Arsena menata rapi semua barang-barang dan diletakan sesuai tempatnya lalu dia membersihkan area yang berdebu. Saat arsena membersihkan meja aksesoris jam tangan, arsena melihat kotak hitam di atas meja.


"Ini kotak apa, bentuknya kecil sekali?" kicaunya. Tanpa sadar arsena membuka kotak tersebut.


Ternyata isinya cincin emas yang bertatakan berlian, Arsena terkejut melihat cincin itu sampai dia menutup mulutnya. Arsena melihat dengan saksama kilauan cincin yang dipegangnya.


"Cantik sekali cincin ini" ucap arsena kagum.


"Pasti cincin ini untuk kekasih tuan damian, beruntung sekali kekasihnya mendapatkan cincin seindah ini" monolog sena sambil memandangi cincin berlian tersebut.



![](contribute/fiction/4445789/markdown/7908634/1648010433679.jpg)



"Kenapa kotak cincin ada di sini yah? Apa tidak berbahaya diletakan sembarangan? Kalau hilang bagaimana?". Pikir arsena heran


"Apa tuan lupa membawanya?" Arsena Masih menatap kotak cincin itu.


"Apa aku simpan di laci aksesoris yah, ah jangan deh nanti tuan menuduhku yang tidak-tidak" ucap sena


Kemudian arsena melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan unit apartemen dalam keadaan yang bersih dan sangat rapi.



"Maaf mengganggu tuan diego, tuan damian memanggil anda" Ucap asisten ben


"Iya baiklah aku akan datang" balas diego

__ADS_1


Tidak lama diego mendatangi ruangan damian. Disana terlihat asisten ben dan seretarisnya diana. Lalu diego duduk di depan meja damian.


"Ada apa kau memanggil ku?" tanya diego


"Aku menyerahkan semua pekerjaan ku untukmu selama beberapa hari, dan kau akan dibantu dengan ben serta diana" Ucap jelas damian.


"Kau melimpahkan semua urusan pekerjaanmu padaku, apa kau yakin? Lalu kau akan kemana?". tanya diego penasaran.


"Aku menyerahkannya hanya beberapa hari bukan untuk selamanya, dan kau tidak perlu tau aku akan kemana" jawab damian.


"Apa daddy tau akan hal ini?"


"Dia tidak tahu, aku harap kau tidak memberi tahunya"


"Wow, apa ini akan jadi rahasia kita?" tanya diego dengan sumringah


"Kau lakukan saja pekerjaan yang aku berikan, dan buat kalian berdua (asisten ben dan diana) bantu keperluan diego selama dia menjalankan perusahaan, dan ben awasi diego kalau dia membawa wanita keperusahaan" Ucap damian tegas.


"Astaga kakak, aku juga tau diri dan tau tempat kali yang mana pantas aku jadikan singgahan kenikmatan" jawab diego dengan santai


"Terserah apa katamu diego, aku hanya ingin kau fokus selama aku pergi"


"Sekarang pergi lah keruangan kalian, kecuali ben" ucap damian


Setelah diego dan diana pergi tinggal ben yang masih berada diruangan itu.


"Besok penerbanganku jam berapa?" tanya damian


"Siang tuan sekitar jam 11" jawab ben


"Persiapkan semua keperluan ku disana ben, jangan sampai aku membutuhkan kedatangan mu tiba-tiba"


"Baik tuan"


"Kalau begitu kau boleh keluar" titah damian.


Lalu ben meninggalkan ruangan damian.


__ADS_1



💝💝💝💝


__ADS_2