Hanya Ingin Memiliki

Hanya Ingin Memiliki
8


__ADS_3

Arsena yang sedang mengerjakan tugas tambahan streamer pakaian di panggil oleh manager han.


"Arsena, bisa ikut saya sebentar?" Ajak manager han


"Baik pak"


Lalu mereka memasuki ruangan kerja manager.


"Arsena, aku mendapatkan info bahwa lusa tuan damian akan pergi beberapa hari keluar negeri, dan selama tuan damian tidak berada di unit nya mungkin kamu tidak bekerja sementara waktu. Tapi besok kamu masih bisa datang untuk bekerja seperti biasa". Kata manager han


"Apa aku tidak ada pekerjaan lagi selama menunggu pemiliknya pulang?" Tanya sena.


"Untuk saat ini para penghuni apartemen sudah banyak memiliki ARTny sendiri, jadi mereka tidak banyak memakai jasa Cleaning Service yang ditawarkan oleh kami". Jawab manager han. Arsena mendengar itu merasa sedih sebab dia baru bekerja 1minggu tapi sudah disuruh libur.


"Baik pak saya mengerti" ucap arsena.


Pukul 2 siang waktunya arsena pulang, ia bersiap-siap mengemasi barangnya di ruang karyawan. Seperti biasa arsena berjalan menuju bus, kebetulan sekali sesaat arsena sampai halte busnya datang lalu arsena menaiki bus tersebut tanpa harus menunggu.


Dalam perjalanan pulang arsena yang duduk deket jendela menatap keluar melihat keramaian jalanan dipusat kota, saat bus berhenti di halte penumpang arsena tanpa sengaja melihat sosok di seberang jalan dengan wajah wanita yang sangat ia kenali. "Ibu" Ucap arsena pelan tanpa melepas pandangannya.


Saat arsena menyakinkan bahwa itu benar ibunya, dia coba turun dari bus namun bus yang di naiki arsena sudah berjalan. Dia meminta sopir untuk berhenti tetapi tidak bisa karna bus berhenti sesuai pada tempatnya. Terpaksa sena menunggu berhenti di halte berikutnya.


"Aku yakin itu pasti ibuku" ucap arsena dengan menahan air mata serta menahan rasa rindu, selama 12tahun arsena tidak mengetahui keberadaan ibunya dan sekarang dia melihat ibunya lagi.


"Semoga ibu masih disana" Harap sena.


Tidak lama bus berhenti lalu dengan cepat arsena keluar, lalu dia mencari bus lain yang mengarah ke tempat ibunya tadi. Arsena tidak sabar akan menemui ibunya disana dia sangat senang pikirnya ibu masih ada dikota ini.


Bus yang telah di naiki arsena berhenti, dengan cepat arsena turun lalu mencari sosok wanita yang mirip dengan ibunya di sekitaran area itu, namun arsena tidak melihat sosok wanita itu. Arsena kebingungan dia mencari kesana kemari memasuki coffe shop dan toko-toko pinggir jalan namun tidak ada.


Saat arsena mulai putus asa dan merasa sangat sedih arsena melihat sosok itu berada di seberang jalan tetapi wanita itu segera menaiki mobil hitam yang mewah, tanpa berpikir panjang arsena dengan cepat menyeberangi jalan tanpa menengok kanan kiri arsena berjalan.


Tanpa di duga bunyi klakson dan ban berdecit secara berbarengan.


Brakkk... Suara seseorang tertabrak.


Pengemudi yang sangat kaget dengan aksi seorang gadis menyebrangi jalan tanpa aba-aba membuat pemilik mobil menekan rem mobilnya dengan keras walau sudah melakukan pengereman namun tetap saja gadis di depan nya tertabrak tetapi tidak begitu fatal gadis itu tersungkur di dekat mobil.


Orang-orang yang berada disana terkejut bahwa ada seseorang tertabrak lalu mereka dengan cepat menolong.


Lalu sang pemilik mobil yang tanpa sengaja menabrak itu keluar melihat keadaan gadis tersebut.

__ADS_1


"Achh sakit sekali kaki ku" rintih sena. Orang-orang mendekat untuk membantu. "Kau tidak apa-apa, kaki dan tanganmu berdarah" kata orang yang coba membantunya.


"Ach kaki ku sangat sakit" rintih sena sambil menangis


Dari belakang pemilik mobil bertanya "Apa kau terluka?" Tanyanya.


"Tuan kaki dan tangan nona ini berdarah, mungkin kaki nya terkilir" ucap orang yang disana.


Dengan sigap pemilik mobil itu membantu sena tanpa diduga sena melihat tuannya yaitu damian.


"Tuan Damian" Ucap sena terkejut


"Kau" ucap damian sama terkejutnya. Orang-orang yang melihat mereka memaksa cepat membawa sena kerumah sakit.


Lalu damian dengan segera menggendong sena ala bridal style dan membawa kedalam mobilnya.


Mereka berdua lalu pergi dari tempat kejadian menuju rumah sakit.


Di perjalanan di dalam mobil


"Apa kau sudah gila, apa kau ingin bunuh diri dengan menabrakan badanmu dijalan hah?" Tanya damian kesal saat dia tau yang tertabrak pekerja apartemen


"untung saja aku yang menabrak mu coba kalau orang lain mungkin kau sudah di neraka" potong damian cepat.


Mendengar perkataan damian membuat arsena menangis menitihkan air mata, kata-kata yang dilontarkan damian sangat tajam membuat arsena sesak di dadanya.


"Kenapa kau menangis? Apa sangat sakit? Kurasa aku tadi menabrak mu tidak terlalu keras" tanya damian lagi. Arsena hanya menggeleng kepalanya.


"Berhentilah menangis, bentar lagi kita sampai di rumah sakit". Ujar damian.


Tidak lama mobil mereka sampai di lobby rumah sakit,


"Sebenarnya tidak perlu membawaku kerumah sakit, aku baik-baik saja" ucap arsena.


"Luka mu harus di obati, aku tidak mau kalau kau menuntutku gara-gara kecelakaan yang kau lakukan sendiri" ujar damian dengan sikap dinginnya.


Kenapa dia sangat menyebalkan, dalam keadaan seperti ini saja dia masih mengejekku. Batin arsena.


Damian keluar dari mobil dan membuka pintu samping mobil tempat arsena duduk lalu membantu memapah arsena dengan pelan.


Perawat datang membawa kursi roda, arsena duduk di kursi roda dan dibawa ke ruang perawatan dari belakang damian mengikuti.

__ADS_1


Saat suster membersihkan luka arsena, ia merintih kesakitan damian melihat itu sedikit kasian. Arsena yang tidak tahan dengan rasa sakit menitihkan air mata dia tidak tahan dengan rasa perih alkohol yang diberikan.


"Tahan yah ini hampir selesai" ucap suster yang membalut lukanya.


Arsena diperiksa semua kesehatannya, dan hasilnya tidak ada yang serius hanya luka-luka luar yang memerlukan penyembuhan untuk beberapa hari.


Setelah dari perawatan damian kembali memapah arsena untuk menuju mobil yang sudah terpakir di depan lobbi, sebenarnya arsena menolak untuk dibantu tetapi bukan damian kalau tidak memaksa.


Dalam perjalanan pulang tidak ada obrolan hanya keheningan, damian yang asik menyetir dan arsena menatap keluar jendala. Lalu saat damian melihat arsena yang sedang meringis kesakitan dibagian kaki kembali menanyakan keadaannya.


"Apa masih sakit?" Tanya damian membuka obrolan


"Tidak, Hanya sedikit perih" jawabnya.


"Aku harus mengantarkan mu kemana?"


"Kerumah bibi ku, daerah xxx" ucap arsena dan ia sempat khawatir dengan bibinya nanti jika melihat dirinya dengan keadaan yang luka-luka seperti ini.


"Baiklah, kalau begitu besok kau tidak perlu datang bekerja saat lukamu belum sembuh. Besok juga aku akan pergi untuk beberapa hari". Ucap damian memberi tahu.


"Iya tuan, sekali lagi terima kasih sudah mau membawaku ke rumah sakit dan mengantarkan pulang" jawab sena.


"Jangan mengulangi tindakan bodoh, kalau mau mati jangan mencoba di jalan karna itu membuat semua orang kesusahan" sindir damian.


"Maaf tuan, itu bukan bunuh diri tapi..." Sanggah arsena lalu ktidak meneruskan kata-katanya.


"Tapi apa?" Tanya damian penasaran.


Arsena yang mengingat bahwa dia ingin mengejar ibunya tiba-tiba meneteskan airmata, hampir saja dia bertemu dengan ibuya jika saja dia tidak bertindak bodoh lalu tertabrak mobil milik tuannya.


"Hei, kenapa kau malah menangis? Apa luka mu mulai bereaksi?xl" tanya damian panik.


"Maaf tuan, aku tidak apa-apa. Di persimpangan sana nanti belok kiri" ucap arsena mengalihkan pertanyaan.


Lalu tidak lama mereka sampai dirumah bibi dan paman arsena.




💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2