
Dari dalam rumah bibi elly melihat ada mobil super mewah terpakir di depan halaman merasa sedikit bingung, siapa yang datang pikirnya. Lalu dia keluar rumah dan terkejut melihat arsena yang turun dari mobil mewah itu dengan keadaan tangan di perban serta bagian kaki yang diperban.
"Arsena apa yang terjadi nak, kenapa kamu seperti ini?" Ucap panik bibi dengan sedihnya.
"Sena baik-baik saja bi" jawabnya
"Ayo kita bawak saja dia kedalam" titah damian sambil memapah sena.
Lalu sena dibawah ke kamar untuk beristirahat, damian berdiri di dekat pintu dan bibi membantu membaringkan sena.
"Sena apa yang terjadi? Kenapa bisa luka-luka begini? Dan dia siapa? Apa yang menabrak mu?" Tanya bibi yang sudah sangat penasaran dan melirik damian.
"Hmm tadi aku melihat ibu bi, dan aku mengejarnya tetapi akibat kebodohanku aku tidak hati-hati lalu tertabrak, dan tuan damian ini yang sudah menolongku" jawab sena dengan wajah sedih, mendengar alasan sena yang dijelaskan damian merasa tidak enak karna sudah beranggapan yang buruk terhadap gadis itu.
"Lalu yang menabrak mu kemana apa dia tanggung jawab?". Tanya bibi lagi
"Sudah bi dia sudah bertanggung jawab" ucap sena tidak mengatakan jika tuannya lah yang menabrak. Damian mendengar ucapan sena sedikit bingung kenapa ia tidak mengatakan bahwa dirinya lah yang menabraknya.
"Anak muda, terimakasih sudah menolong dan mengantarkan keponakan saya, jika tidak ada tuan entah arsena akan seperti apa.l". Ucap bibi
Damian yang sedikit melamun tersadar dengan ucapan bibi arsena.
"Iya bu sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu, semoga arsena lekas pulih dan bisa bekerja lagi" ucap damian santai.
Lalu damian segera keluar.
"Tuan" panggil arsena yang menghentikan langkah damian.
Damian yang menoleh "Terimakasih" ucap arsena lagi dan damian membalas dengan senyum kemudian berlalu pergi.
Tidak lama alya datang dan melihat damian keluar dari kamar arsena, dia terkejut bahwa ada laki-laki yang sangat tampan di rumah. Alya yang berpapasan dengan damian memasang wajah kagumnya dan damian hanya memberi senyum pelit.
Setelah kepergian damian, alya langsung ke kamar arsena dan melihat keadaan arsena yang lumayan kasian menurut alya. Melihat arsena tidur kemudian alya meninggalkan arsena untuk istirahat
__ADS_1
Damian yang langsung pulang ke apartemen, mencoba untuk merebahkan tubuhnya ke sofa. Dia masih memikirkan arsena yang dia tabrak.
"Kenapa dia tidak mengatakan kepada bibinya jika aku yang menabrak" pikir damian. "Dan alasannya karna mengejar ibunya" bingung damian.
Lalu damian melihat telpon begitu banyak panggilan dan pesan masuk, kemudian damian menelpon diego.
"Ada apa" tanya damian langsung
"Kau tidak kembali ke kantor, ada clien yang menunggumu" jawab diego di seberang telpon
"Tidak, kau saja yang menemuinya"
"Sudah, tapi dia masih ingin menemui mu. Sekarang dia pergi" balas diego
"Kalau sudah pergi kenapa kau terus menghubungiku? Aku bukan pacarmu yang selalu kau perhatikan aku sedang apa dan dimana" jawab ketus damian.
"Karna aku sayang padamu" balas diego lalu sambungan telpon langsung dimatikan damian. "Menjijikan sekali dia" gerutu damian.
Pagi menjelang..
Asisten ben sudah berada di apartemen, dia mempersiapkan keperluan damian dan membawa laporan yang harus di setujui oleh damian. Damian yang sudah rapi keluar dari kamarnya dan menemui ben.
"Ini laporan yang harus tuan tanda tangani sebelum pergi" ujar ben
"Apa masih ada lagi, dokumen yang harus kerjakan?" Tanya damian
"Tidak ada tuan, hanya ini saja".
Kemudian damian mengajak ben untuk sarapan pagi bersama dan disana sudah ada nicko yang menyiapkan hidangannya. Lalu mereka sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Nicko yang sedang membereskan peralatan dapurnya, sesekali melihat jam dia seperti menunggu seseorang, dan yah orang yang di tunggunya ialah arsena.
"Tumben arsena belum datang, biasanya dia sudah muncul" benak nicko.
Setelah menyelesaikan semuanya nicko pamit untuk pergi. Ternyata nicko mendapat kabar bahwa arsena tidak masuk kerja karna sakit, mendengar itu nicko menjadi khawatir.
Dan setelah semua selesai damian dan juga asisten ben berangkat ke bandara untuk mengantarkan tuannya damian.
Mereka tiba di bandara dan di sambut oleh pilot, co-pilot dan pramugari karna damian menaiki private jet miliknya sendiri.
"Hati-hati dijalan tuan, selamat menikmati liburannya" ucap ben seraya mengantar damian kedalam pesawatnya.
Damian mengangguk dan memberikan senyum kepada semua awak pesawat dan juga ben. Tidak lama pesawat sudah lepas landas.



Hai readers ku..
Maafkan othor yah yang terlalu banyak berimajinasi 😂
othor sebenarnya gak mau banyakin visual kehaluan cuma gakpapa yah sebagai pemanis bacanya dan ngehalunya.. 😂
__ADS_1
Salam hangat untuk pembacaku..
💝💝💝