Hanya Ingin Memiliki

Hanya Ingin Memiliki
6


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 11 siang. Dan saat arsena keluar dari kamar terlihat tuannya yaitu damian yang berada di sofa sedang sibuk menatap macbooknya. Lalu ia mencoba pamit kepada tuannya.


"Maaf tuan, pekerjaan saya sudah selesai. Baju dan pakaian yang sudah di loundry akan di antarkan oleh bagian staf lain" ucap sena.


"Hmm" jawab damian dengan suara diam


"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan" lalu arsena beranjak untuk pergi


"Tunggu" tahan damian


"Apakah kamu bisa membuat kopi?". Mendengar itu arsena mengangguk tetapi damian tidak melihat karna masih menatap macbooknya.


Lalu kemudian damian mendongakkan kepala dan menatap sena tanda ia ingin mendengarkan jawaban, Arsena merasa di tatap dengan serius langsung menjawab "Iya tuan saya bisa" ucap arsena.


"Buatkan saya kopi hitam tanpa gula dan antarkan ke lantai 2" ucap damian jelas, lalu damian beranjak pergi ke lantai 2 untuk melakukan meeting virtual.


Arsena mendapatkan perintah damian langsung menuju dapur, di sana terlihat ada nicko yang masih berkutat dengan alat masaknya. Mungkin nicko akan menyiapkan makan siang pikir arsena.


"Hai nicko, kamu belum selesai?" Tanya sena


"Belum sena, tuan ingin aku membuatkan makan siangnya untuk hari ini, mungkin tuan tidak bekerja jadi ingin makan di rumah" jawab nicko.


"Oh ya, tuan ingin aku membuatkan kopi, dimana alat dan bahannya?" Tanya sena lagi


"Semua ada disini, dan biasanya tuan damian tidak memakai gula apa kamu tahu"


"Yah tuan damian sudah mengatakannya tadi" ucap sena


Lalu sena meracik kopi hitam yang akan diberikan kepada tuannya. Nicko melihat itu langsung berucap "Selama aku dan rani disini, tuan tidak pernah meminta untuk dibuatkan kopi justru dia sendirilah yang akan membuatnya"


"Yang benar nicko? Bagaimana kalau kopi yang aku buat tuan tidak menyukainya?"


"Sepertinya dia akan menyukai kopinya, karna step by step yang kamu buat sama seperti tuan damian lakukan".


"Hmm semoga saja"


Lalu arsena mengantarkan kopi ke lantai 2 terlihat damian sedang berbicara kepada seseorang melalui laptopnya. Arsena meletakan kopi di atas meja dekat damian kemudian dia permisi untuk pergi.


Arsena telah menyelesaikan semua pekerjaannya, sekarang waktunya untuk dia mengantarkan pakaian kotor ke loundry. Saat ia keluar, arsena berpapasan dengan seseorang lelaki yang juga mempunyai badan yang cukup bagus seperti tuannya dan lelaki itu ialah diego. Ia menyapa tanda hormat kepada diego lalu keluar dari unit apartemen.


Diego yang berpapasan dengan seorang CS penasaran karna dia seperti melihat gadis cantik, tapi dia hanya melihat punggungnya saja. Lalu dia berlanjut menemui kakaknya yaitu damian.


Diego yang melihat ada koki didapur menanyakan keberadaan damian.


"Hai, apa kakak ku berada di sini?" Tanya diego


"Tuan diego, selamat datang. Tuan damian ada dilantai 2 sedang melakukan meeting virtualnya" mendengar itu diego mengurungkan untuk bertemu damian.


"Nicko, apa ada cs baru yang bekerja disini?"

__ADS_1


"Iya tuan, dia arsena, baru memulai kerjanya hari ini"


"Apa dia cantik? Seperti aku melihat gadis cantik keluar dari sini tetapi dia memakai seragam CS"


"Benar tuan dia memang cantik" jawab nicko dengan senyum lebar di wajahnya.


"Berarti tebakanku tidak salah, tapi kenapa gadis cantik mau bekerja seperti OB, sangat disayangkan sekali" tutur diego.


Setelah mengobrol dengan nicko, diego menemui damian dilantai atas.


"Kau memang sengaja memanfaatkan kehadiran ku di perusahaan, sehingga kau bisa menikmati kebebasan mu dengan santai disini" ujar diego.


"Kenapa tidak?" Ucap damian singkat.


"Untung saja aku keturunan dari keluarga Gaozhan, jadi bisa memperbaiki situasi buruk yang diberikan oleh saudaraku" sindir diego


"Harusnya kau tidak perlu datang kemari untuk memuji dirimu sendiri".


"Kenapa kau sangat menyebalkan damian" geram diego


"Aku akan disini sampai menjelang makan siang sapertinya nicko menghidangkan makanan yang enak" terawang diego.


Diego mengabiskan jam makan siangnya di apartemen damian, setelah itu ia kembali ke kantor karna damian sudah cepat-cepat mengusir dirinya.



"Arsena" panggil seseorang.


"Iya nicko ada apa?"


"Aku membawakan makan siang untukmu"


"Kau baik sekali nicko, tapi aku baru saja membeli makan siangku" ucap sena


"Kau makan yang ini saja, karna ini buatanku"


"Buatanmu berarti ini masakan yang diberikan kepada bos kita" tanya sena


"Iya benar, setiap aku menyajikan makan siang untuk nya dia selalu menawarkan untuk membuat lebih sekalian untukku juga, dia selalu seperti itu" jawab nicko.


"Apa ini tidak masalah nicko?" tanya sena yang masih ragu


"Tidak apa-apa arsena, ini cukup kita berdua saja yang tau" yakin nicko.


"Baiklah, terima kasih nicko" balas arsena.


Lalu mereka makan bersama di ruang istirahat karyawan.


"Setelah ini kamu akan akan pulang sena?" tanya nicko di sela makannya.

__ADS_1


"Sepertinya belum, karna ada kerjaan tambahan dari manager han. Kamu sendiri?"


"Sama, aku juga masih harus menyiapkan hidangan makan malam d unit apartemen lain"



Mereka lalu menyelesaikan makan siang nya dan lanjut untuk melakukan tugasnya masing-masing.



"Apa kamu yakin bisa melakukan ini" Tanya manager han


"Saya yakin bisa pak, karna sudah biasa saya lakukan dirumah"


Arsena meminta kerja tambahan, untuk mengisi kekosongan waktunya lalu dengan senang hati manager memberikan kerja tambahan yaitu streamer pakaian.


Lalu arsena melakukan tugas nya, pertama dia melihat rekannya bagaimana menggunakan alat yang baik dan benar kemudian arsena mencoba nya dan dia sangat senang dengan pekerjaan streamer baju.



Waktu sudah menjelang sore, arsena bersiap-siap untuk pulang. Seperti biasa arsena menuju halte yang berada tidak jauh dari lingkungan apartemen.



Arsena masih menunggu sesekali dia berdiri dan duduk, karna bus belum juga datang membuat arsena kesal.



Damian yang baru saja keluar dari apartemen tidak sengaja melihat seorang gadis di halte.


(*Bukan kah dia cleaning service, kenapa dia baru pulang*) batin Damian.


Damian masih melajukan mobil tanpa menghentikan karna dia pikir itu tidak penting.



Tidak lama bus datang, segeralah arsena menaikinya.


Di dalam bus lagi-lagi arsena melamun, dia masih memikirkan perkataan bosnya yang menganggap kucing dan bos nya sebagai mangsa itu artinya arsena di anggap wanita matre.


(*Enak saja dia menganggapku seperti itu, lihat saja nanti siapa yang akan jadi kucing dan siapa yang akan jadi mangsa) Batin Arsena dengan kesal*.



Siapa ni yang masih setia membaca?


othor terimakasih sekali kalau masih setia dengan kehaluan othor yah.


💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2