
Arsena masih tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, dirinya di antar pulang kembali oleh tuannya. Hatinya setengah berbunga-bunga setengahnya ia takut kalau nanti tuannya akan menurunkan dijalan. Dalam perjalanan tidak ada obrolan antara mereka lalu terdengar suara perut arsena yang berdendang ingin minta di isi, arsena mendengar itu sangat malu lalu ia memegangi perutnya.
(Kenapa harus sekarang sih) gumam sena dengan perutnya. Damian yang mendengar itu tertawa kecil.
"Apa kamu lapar" tanya damian.
"Maaf tuan" ucap sena yang sangat malu dengan wajah merahnya.
"Baiklah kita akan mencari cafe dekat sini" ujar damian.
"Tidak perlu tuan, nanti saja saat dirumah saya akan makan" jawab sena tak enak.
"Saya tidak mau menunda orang yang sedang lapar" ucap damian lagi
Sena tidak bisa menolak lagi ia takut kalau tuannya akan marah, padahal sena sudah makan pancake buatan nicko tapi masih saja ia kelaparan.
"Tempat makan biasa saja kalau bisa" ujar sena yang takut damian akan mencari cafe yang mahal.
"Disini saja" jawab damian. Arsena melihat cafe tersebut sepertinya akan merogoh banyak kantungnya.
Damian turun dan menunggu arsena yang keluar dari mobilnya, setelah itu mereka masuk dan mencari tempat duduk yang nyaman.
"Pesan lah" ucap damian.
(Astaga mahal sekali makanan disini, apa ada makanan murah) batin sena.
"Saya pesan ini saja" tunjuk sena dengan menu paling murah.
"Maaf nona menu tersebut sedang kosong" jawab pelayan.
Damian melihat sena memilih harga termurah sudah mengerti apa yang ada di pikiran otak gadis itu. Lalu damian menyebutkan 1 makanan berat dan 2 minum. Kemudian pelayan itu pergi.
"Maaf tuan, makanan seperti itu saya tidak bisa memakannya" ucap sena langsung
"Itu hanya makanan berserat tinggi dan kaya protein" jawab damian.
"T-tapi tuan.."
"Kamu tenang saja, saya sudah tahu apa yang ada di pikiranmu saat ini. Apa saya terlihat tidak mampu membayar makanan mu" ucap damian arogan.
Arsena langsung terdiam mendengar ucapan tuannya.
__ADS_1
Tidak lama damian menerima sebuah telpon.
"Iya saya sudah melihat mu" jawab damian pada telpon lalu telpon dimatikan.
Tidak lama makanan pun datang, arsena melihat hidangan yang disajikan sudah menelan air liurnya.
(Ini sangat menggugah selera) gumam arsena.
"Nikmatilah makan mu, saya akan menemui seseorang di ujung sana, jangan pergi sebelum saya kembali" pinta damian pada arsena dan dibalas anggukan olehnya. Sepeninggal damian, arsena tidak sabar akan mencoba makanan yang ada didepannya.
"Ya ampun sepertinya aku sudah lama tidak menikmati makanan enak seperti ini" gumam arsena yang mulai mencicipi makananya.
Damian meninggalkan arsena sendiri sementara ia menemui seseorang yang barusan menelpon dirinya. Arsena melihat damian bersama seseorang mungkin pikirnya rekan bisnis.
"Informasi apa yang kau dapat" tanya damian langsung.
Lalu pria itu menyerahkan foto-foto yang ia ambil saat mengikuti seseorang.
"Dia telah putus hubungan dengan kekasihnya, dan dia kembali kesini untuk menemui ibunya yang sedang sakit" ucap pria itu
"Ibu celia sakit" titah damian.
"Apa kau tau siapa pria di foto ini, apakah mereka ada hubungan yang spesial" kata damian yang melihat foto celia bersama seorang pria.
"Saya belum bisa memastikannya, karna pria difoto itu teman masa kecil nona celia" jawab jelas pria tersebut.
"Apa dia pernah mencoba membahasku selama berada disini?" Tanya damian penasaran.
"Di kesempatan yang ada nona celia pernah mengatakan tentang diri anda dan memuji anda" jawabnya.
"Baiklah, saya sudah mendapatkan info itu semua dan saya ingin kamu tetap mengawasi dirinya" pinta damian.
"Baik tuan"
Damian lalu kembali ke meja tempat arsena menikmati makannya.
"Sepertinya kamu sangat menyukai menu yang saya pilih ya" Ucap damian yang melihat piring arsena sudah bersih dari isinya.
Sena mendengar itu hanya bisa tersenyum malu. "Iya tuan, ini makanan yang paling enak yang saya makan" jawab sena.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak memberi tahu kepada bibimu kalau saya yang sudah menabrak kamu saat itu?" Tanya damian.
"Hmmm saya tidak ingin bibi memarahi tuan, bagaimana pun tuan sudah menolong saya juga" jawab sena.
"Bukan berarti aku mempunyai hutang budi padamu, karna kamu tidak menceritakan yang sebenarnya" ujar damian.
"Tidak tuan, saya tidak menganggap itu sebagai hutang budi, saya hanya tidak ingin ada cacian di dalam rumah" jawab sena lagi.
"Kalau begitu ayok kita pulang" ajak damian yang sudah beranjak dan meninggalkan beberapa uang kertas di bill.
Kemudian damian mengantar sena pulang, sena sebenarnya sangat senang karna tuannya sangat baik tapi ia juga takut nanti akan jadi masalah di pekerjaannya.
Damian tidak turun dari mobilnya, karna ia segera pergi ingin menemui seseorang. Lalu sena mengucapkan terimakasih.
Dari dalam rumah alya melihat sena di antar oleh seseorang dengan mobil yang mewah, pikiran alya sudah sangat buruk terhadap sena.
"Wajar saja dia ingin bekerja karna dia ingin menjadi sugar daddy seseorang" gumam alya. Kemudian alya keluar menghampiri arsena.
"Enak yah bisa di antar oleh sugar daddy" Sindir alya
"Sugar daddy, maksud kamu apa?" Tanya sena
"Halahh gak usa munafik deh, ternyata kamu hobby juga sama om-om" ucap alya membuat arsena marah.
"Alya jaga ucapan kamu, siapa yang suka om-om kamu jangan sembarang menuduh" jawab arsena kesal
"Aku tidak menuduh nyatanya kamu di antar pakai mobil mewah, jelas saja kamu pasti mainan sugar daddy" tutur alya tidak suka.
"Cukup alya, kamu sangat keterlaluan" balas sena dan berlalu pergi karna tidak ingin membuat keributan.
Arsena masuk kamar dengan kesal karna ucapan alya yang sudah keterlaluan. Lalu telpon alya berdering.
"Iya kak david" jawab sena.
"Apa kamu sudah pulang sena, kalau belum kakak akan menjemputmu" jawab david dari seberang telpon
"Tidak perlu kak, sena sudah pulang tadi di antar bos" jawab sena. Tidak lama kemudian sena memutuskan telpon dan segera membersihkan diri.
__ADS_1
💝💝💝💝