Hanya Ingin Memiliki

Hanya Ingin Memiliki
12


__ADS_3

Hari berikutnya sena mulai masuk bekerja, ia memaksakan dirinya untuk bisa masuk kerja hari ini karna kabar dari manager han bahwa tuan damian akan segera pulang, padahal bibi serta paman sudah mencegahnya untuk tidak datang karna pasti sudah ada yang menggantikan tugas dirinya. Dengan bersikukuh arsena tetap ingin pergi pekerja tapi dengan syarat david akan mengantarkannya.


Arsena sudah sampai depan apartemen yang di antar oleh david. Memang arsena sudah lebih baik dari sebelumnya hanya saja kaki yang terluka masih sering sakit untuk ditapaki, jadi arsena masih berjalan sedikit pincang.


"Kau harus hati-hati arsena, tuan mu pasti akan mengerti dengan keadaanmu yang sekarang" khawatir david agar sena tidak kembali bekerja.


"Tidak kak, sena pasti bisa kok. Jangan khawatir pekerjaan ku juga bukan yang berat-berat kak" jawab arsena yakin.


"Ya sudah, kalau kamu sudah pulang langsung kabari kakak biar nanti kakak jemput" ucap david.


"Iya kak, ya udah kakak hati-hati yah" ucap sena lalu pergi masuk kedalam apartemen.


Waktu arsena masuk dalam ruang karyawan, teman-teman arsena terkejut melihat keadaan arsena yang masih ada perban dibagian tangan dan kaki.


"Arsena, kamu kenapa? Kenapa tangan dan kaki di perban?" Tanya teman arsena.


"Berapa hari yang lalu aku mengalami insiden kecil, jadi inilah yang di dapat" ucap sena santai


"Jadi selama ini kamu bukan sakit demam sena?".


"Iya, aku tidak enak mengatakan kalau aku habis kecelakaan" jawab sena


"Astaga sena, apa yang terjadi pada dirimu" tanya nicko yang baru muncul dan terkejut melihat keadaan sena.


"Nicko aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil" sanggah sena pada nicko serta teman-temannya.


"Ya ampun sena, kau terlalu maksa untuk bekerja" timpal rekan lain. Lalu mereka pergi meninggalkan sena serta nicko.


"Kamu yakin sena bisa bekerja hari ini" tanya nicko


"Nicko aku ini baik-baik saja, ini hanya terlihat dari luarnya saja dalam nya tetap kuat" canda sena di iringi tawa.


"Kalau begitu ayo kita ke unit tuan damian bersama" ajak nicko.

__ADS_1


"Loh, memangnya tuan damian sudah pulang?" Tanya sena


"Dia belum kembali, tetapi aku akan membantu kamu untuk bersih-bersih disana, sekalian menunggu dia pulang juga. Karna yang ku dengar tuan damian akan sampai jam 3 sore" cecar nicko


"Aku pikir dia akan kembali besok".


"Aku pikir juga begitu, kalau begitu ayok" ajak nicko


Lalu mereka menuju unit apartemen milik damian. Nicko dengan telaten membantu arsena walau kadang sena menolak untuk dibantu, nicko sebenarnya kasian melihat sena yang harus bekerja dalam keadaan yang tidak baik tapi setelah melihat kegigihan sena membuat nicko menjadi kagum dan semangat untuk membantu sena membersihkan semua ruangan.


Saat arsena ingin mengganti trusbag sampah sena melihat kotak kecil hitam yang pernah ia lihat saat membersihkan di walk-in closet dan ternyata benar itu kotak cincin.


"Ini kan kotak cincin waktu itu, kenapa berada di kotak sampah? Apa tuan damian membuangnya" ucap sena sendiri.


Lalu sena mengambil kotak cincin itu lalu meletakannya di meja dekat ranjang tidur tuan damian. Pikir sena mungkin tidak sengaja terbuang jadi ia meletakkan disana agar tuan damian menyimpannya kembali dengan baik.


Arsena telah selesai membersihkan kamar utama, lalu arsena mencari nicko dan arsena melihat nicko sudah berada di dapur.


"Hai nicko, kau sedang apa?" Tanya sena


"Memangnya tuan damian suka masakan seperti apa?" Tanya sena lagi


"Tuan damian suka segala macam makanan, tapi dia lebih menyukai daging atau ikan. Kalau sayur itu sebagai pelengkap saja" ujar nicko memberi tahu.


"Oh ya sena, aku akan membuat dessert untuk tuan damian kau mau menungguku disini dan melihatku memasak"


"Apa aku boleh disini walau pekerjaanku sudah selesai?"


"Tidak masalah, lagian tuan damian belum kembali kita punya waktu 3jam lagi".


"Tapi aku belum makan siang nicko"


"Nanti aku akan membuatkan kamu makan siang, tunggulah sebentar" pinta nicko yang semangat akan memasak untuk arsena.

__ADS_1


"Nicko apa tuan damian tidak marah kalau bahan-bahannya berkurang" tanya sena


"Ya ampun sena, tuan damian itu tidak memikirkan yang seperti itu, sudah ada bagiannya sendiri" jawanb nicko. "Anggap saja ini bagian aku yang diberikan tuan damian lalu bagian ini aku berikan lagi sama kamu" sambung nicko.


"Kalau terjadi apa-apa kamu jangan salahkan aku yah" pinta sena.


"Kamu tenang saja" yakin nicko pada sena. Mereka lalu membuat makanan yang simple karna arsena tidak mau nicko berlebihan memberikan makan dari tuannya. Tidak lama arsena keluar dari unit apartemen meninggalkan nicko yang akan mulai bekerja sebagai juru masak tuannya.



Damian sengaja mengambil penerbangan lebih awal karna selama di pulau pikirannya selalu kemana-kemana, dia memikirkan kabar dari kekasih lamanya dan sekilas teringat gadis cleaning service ditambah diego yang selalu mencoba menghubungi dirinya walaupun tidak pernah di angkat oleh damian.


Damian telah sampai di apartemen, perjalanan yang panjang membuat dia sangat kelelahan. Kemudian damian menuju unitnya dan disana terlihat nicko sudah menyiapkan makan siang yang sudah terlambat. Tetapi damian langsung menuju kamarnya untuk merebahkan sebentar tubuhnya lalu dia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan rasa lengket dibadannya.


Setelah beberapa menit damian keluar dari kamar mandi lalu menuju walk-in closet, dia melihat semua sudah tersusun rapi dan bersih.


"Apakah gadis itu sudah pulih" pikir damian melihat barang-barangnya tertata rapi sebelumnya sangat berantakan.


Kemudian damian melihat kotak hitam di meja dekat ranjang, lalu mengambil kotak itu.


"Harusnya ini sudah dibuangkan, kenapa malah berada disini?" Ucap damian kesal.


Damian keluar dari kamar lalu menuju meja makan, disana masih ada nicko yang membereskan dapur.


"Nicko, siapa yang sudah membersihkan kamarku?" Tanya damian sambil memilih makanan


"Sena tuan" jawab nicko


"Bukannya dia sedang sakit? Dan yah apa sena masih berada di apartemen ini? Jika dia masih ada beri tahu dia untuk menemuiku setelah ini" ucap damian tegas.


"Baik tuan". Nicko mendengar tuan damian mengetahui sena sakit sedikit terkejut, tidak biasanya tuan damian mengetahui kabar stafnya, dimana damian dinilai orang yang arogan dan cuek.


Nicko lalu pamit kepada tuannya dan mencari sena untuk menyuruhnya menemui tuan damian.

__ADS_1



💝💝💝💝


__ADS_2