
Setelah Damian meninggalkan mansion, damian pergi menggunakan supercar nya menuju hotel yang telah diberitahu oleh asisten ben.
Karena sudah larut malam jalanan sangat senggang membuat damian mengendarai dengan kecepatan yang maximal sehingga sampai dengan hotel dalam hitungan menit. Damian memberikan kunci mobilnya pada staf hotel agar di parkirkan.
Damian langsung menuju kamar hotelnya, dan dia langsung membuka pintu kamar yang tidak terkunci. Dan disana terlihat wanita cantik yang sudah menunggu seorang damian.
"Akhirnya kau datang juga" Ucap wanita sambil memegang gelas wine nya.
Damian yang sudah datang langsung mengecup bibir wanita itu sekilas.
Tanpa babibu damian mengangkat wanita itu dan langsung melemparkannya ke ranjang.
Di dalam kamar yang cukup besar, terdengar suara ******* antara wanita dan laki-laki yang sedang beradu kenikmatan. Mereka melakukan sampai beberapa kali hingga wanita itu lemas. Damian yang sudah sangat lelah merebahkan tubuh polos nya di atas ranjang.
Setelah permainan mereka selesai wanita itu menyegarkan diri dengan mandi air hangat, setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan damian yang sudah tertidur di atas ranjangnya. Wanita itu melakukan sesuai dengan tugasnya dan siap pergi bersama sopir yang sudah disiapkan oleh damian.
Pagi menjelang..
Damian yang sudah bangun, mengecek pesan dan email yang masuk dia tidak pernah lelah untuk mengecek hasil laporan yang diberikan asisten ben. Setelah itu dia membersihkan diri dan pergi ke kantor.
Asisten ben yang sudah menunggu diruang Ceo itu serta membawa pakaian ganti untuk bosnya sudah menunggu cukup lama.
Tidak lama Damian datang dan segera masuk ke ruangan rahasianya, dia menyegarkan kembali seluruh tubuh nya dan langsung menggantikan pakaiannya dengan yang baru.
"Sarapan anda telah siap tuan" ucap ben yang sudah melihat damian keluar dari ruangannya.
"Ben, apa jadwalku masih padat?" Tanya damian sambil menikmati sarapannya.
"Untuk beberapa hari ke depan masih ada pertemuan dengan clien tuan, setelah itu sudah saya jadwalkan untuk mengosongkan jadwal untuk 2hari" jelas ben
"Selama 2hari aku tidak ingin ada yang mengangguku"
"Baik tuan".
Damian merencanakan liburan 2 harinya ke suatu pulau pribadinya. Dia ingin menenangkan pikirannya yang sudah amat melelahkan.
"Hari ini tuan muda diego akan kembali bekerja bersama kita tuan"
"Apakah dia sudah datang".
"Sudah tuan, dia ada di ruangannya. Dan dia sempat menanyakan anda". Jawab ben
"Baiklah, nanti beri tahu dia untuk menemuiku". "Baik tuan" kata ben.
Setelah sarapan damian melanjutkan kerjanya, tidak berselang lama diego pun datang.
"Aku tak menyangka jika aku harus kembali untuk mengelola perusahaan ini". Ucap diego
__ADS_1
"Perusahaan yang sudah lama aku hindari, karena membuat pusing kepala". Ucap diego lagi.
"Aku juga tidak mengharapkan mu untuk kembali kesini, aku masih sanggup melakukannya sendiri". Balas damian
"Tapi aku senang bisa dekat dengan saudaraku yang super dingin ini".
"Walaupun aku tidak diharapkan setidaknya aku bisa membuat saudaraku tidak tegang menghadapi wanita karna ada aku disini dan akan selalu di sampingnya" ledek diego dengan senyum smirk.
Damian merasa malas berdebat dengan diego, lalu kemudian ia mengeluarkan sebuah file yang besar kepada diego lalu memberikannya. Diego yang heran damian memberikan setumpuk file, "Apa ini? Tugas kerjaku sebanyak ini?". Angguk damian "yang benar saja kau damian, aku baru saja kembali lalu kau memberikan tugas sebanyak ini" ucap diego yang kesal.
"Inilah tugas yang setiap hari aku baca dan teliti ulang serta membuat skala-skala perusahaan" ucap damian santai.
"Aku hanya memberikan seperempat tugas ku padamu, nanti akan aku bagi lagi tugas-tugas yang lain untuk di pelajari sama-sama" lanjut damian dengan senyum smirk.
"Oh ternyata saudaraku ini sangat senang sekali kalau aku ditugaskan lagi mengelola perusahaan ini" tebak diego.
"Bawa dan kembalilah ke ruanganmu, aku masih banyak pekerjaan" titah damian.
Diego yang mendapat perintah itu hanya menuruti dan menggerutu selepas pergi.
"Sena, kenalkan ini nicko, dan nicko ini sena yang akan menggantikan aku besok" ucap rani.
Arsena lalu berjabat tangan dengan nicko dan di sambut dengan senyum.
"Nicko bagian koki/chef untuk penghuni yang membutuhkan, jadi dia bukan partner tetapmu" lanjut rani.
"Senang berkenalan denganmu sena" ucap nicko. balas sena dengan senyum.
Setelah arsena menemui manager han, ia lalu mengajak rani untuk mengecek keadaan apartemen yang akan dia bersihkan. Ia juga mendapatkan info bahwa beberapa hari ini penghuni apartemen itu tidak kembali karna ada urusan pekerjaan.
Arsena telah sampai di lantai paling atas, akses lift menuju apartemen ini memang sangat pribadi tidak ada yang bisa masuk kecuali petugas karna menggunakan akses pengamanan.
Setelah di depan pintu apartement yang di tanda huruf D arsena mencoba menekan tombol sidik jarinya dan mengakses wajah nya di depan kamera. Unit apartement yang dimiliki penghuni ini cukup terbilang modern, hanya bisa di akses oleh sidik jari dan wajah untuk membukanya karena itu tidak sembarang orang bisa masuk ke unit apartemen ini.
Waktu Arsena membuka pintu dia disambut dengan ruang tamu yang sangat elegan dan sepertinya sangat nyaman.
Arsena meneliti satu-satu ruangan yang ada dihadapannya.
"ini sangat elegan dan mewah" batin arsena.
Lalu arsena di ajak rani mengelilingi unit apartemen itu dia memberi tahu segala hal yang harus dilakukan nantinya.
Ruang dapur yang bersih dan desain seperti minibar.
Kamar tidur penghuni apartemen yang bernuansa simple namun elegan memperlihatkan ke maskulin sang pemiliknya.
__ADS_1
Kamar Tamu, walaupun tidak pernah ada yang menempati tetapi selalu dijaga kerbersihannya.
Akses menuju lantai 2
Ruang bercengkrama atau santai.
Ruang gym si pemilik apartemen yang selalu menyempatkan diri untuk melatih otot serta kebugaran tubuhnya.
Ruang billiar, walaupun jarang untuk dimainkan tetapi dalam keadaan yang jenuh dia bisa menghabiskan waktu nya disini.
Rooftop, menikmati malam dengan nuansa kota yang gemerlap.
Setelah Arsena berkeliling dalam ruang tersebut arsena sangat merasakan enaknya menjadi orang kaya, itulah pikiran yang saat ini berkecamuk dalam otaknya.
Rani yang melihat arsena seperti orang yang baru keluar dari sarangnya sedikit tersenyum, karna sifat polos arsena dan mimik wajah yang berbinar serta tingkah arsena yang menyentuh semua perabotan dalam apartemen itu membuat ia tidak habis pikir, (apakah arsena tidak pernah melihat barang-barang seperti ini). dalam hati Rani.
"Baiklah arsena, besok kamu bisa mulai bekerja disini. Dan ingat apa yang kamu lihat tidak boleh kamu memberi tahu entah siapapun itu, cukup dirimu sendiri yang menyimpannya". ucap rani
"Janji dan peraturan apartemen harus dilaksanakan" sambung Rani lagi.
"Iya kak saya masih ingat dengan sumpah janji dan aturan disini" jawab Arsena.
"kalau kamu sudah paham dan mengerti dengan semua yang aku ajarin ini kamu harus melakukannya dengan baik, supaya penghuni disini nyaman dengan adanya kamu" kata rani dengan senyum.
"Iya kak".
Arsena dan rani lalu keluar dari unit apartemen, mereka akan makan siang karna sudah waktunya mereka untuk beristirahat dengan pekerjaan.
Hallo semua reader yang masih setia membaca cerita kehaluanku..
Semoga kalian suka yah dengan ceritanya.
Maaf kalau berlebihan memberi visual keadaan ala-ala unit apartemen.
__ADS_1
💝💝💝