Hanya Ingin Memiliki

Hanya Ingin Memiliki
13


__ADS_3

Nicko yang sudah berada di ruang karyawan, segera menemui arsena. Arsena yang masih bersiap-siap untuk pulang di hampiri oleh nicko.


"Apa kau akan pulang arsena?" Tanya nicko


"Nicko, kau sudah selesai rupanya. Apa kau mau pulang bersama?" Tanya balik sena.


"Aku ingin sekali pulang mengantarmu tetapi jam pulangku berbeda" jawab nicko lesu


"Tidak masalah nicko, lain kali kita bisa pulang bersama" ujar sena dengan senyum.


"Oh iya sena, tuan damian ingin kamu menemuinya" ucap nicko


"Hah, untuk apa? Apa aku melakukan kesalahan?" Tanyanya dengan sedikit terkejut.


"Aku juga tidak tau, kau temui dia saja sekarang, mungkin ada ole-ole untuk mu" canda nicko.


" Tidak mungkin, emang kamu dapat ole-ole apa?"


"Tidak ada, haha" jawab diego dengan tertawa.


"Ya udah aku akan menemui tuan damian kalau begitu". Lalu arsena pergi menemui tuannnya.


Setelah sampai di unit apartemen, arsena mengetuk pintu dia tidak mau sembarang masuk karna menurutnya jam kerjanya sudah berakhir.


Tok..tok..tok tidak lama pintu dibuka.


"Arsena" ucap damian "Kenapa harus mengetuk pintu, kamu kan bisa langsung masuk" sambungnya.


"Maaf tuan, jam kerja saya sudah berakhir saya tidak berani kalau langsung masuk" jawab sena. "Masuklah" titah damian.


Damian melihat arsena yang masih berjalan sedikit pincang tertegun, ia merasa bersalah karna sudah menabraknya, tetapi ia langsung membuyarkan pikirannya karna memang salah gadis itu sendiri.


Damian langsung duduk di sofa dan arsena masih berdiri di hadapan tuannya.


"Apa kamu mau berdiri terus disana, duduklah" titah damian.


Arsena lalu menurut dan duduk di seberang kursi damian, ia merasa gugup karna pikirnya ada sesuatu kesalahan yang ia buat. Lalu damian meletakkan kotak hitam cincin yang ia ambil dari meja kamarnya dan arsena terkejut melihat kotak cincin berada di depannya.


"Apa kamu yang meletakan ini di meja saya" tanya damian dingin.


"Ee.. i-iya tuan saya yang meletakkannya" jawab sena gugup

__ADS_1


"Kamu mengambilnya dimana?" Tanya damian lagi


"S-saya menemukannya di kotak sampah dikamar tuan".


"Berarti kamu tahu ini apa kan?"


"Kotak cincin tuan"


"Kamu salah, ini sampah" jawab ketus damian.


Arsena terkejut mendengar ucapan tuannya dan sedikit bingung.


"Kamu mengambilnya dari kotak sampah berarti ini sampah, dan kamu meletakannya di meja kamar saya berarti kamu membiarkan ada sampah di kamar" sambung damian panjang.


Arsena mendengar itu merasa bodoh seharusnya ia tidak meletakan kembali barang yang sudah dibuang, dia bisa menyimpannya jika tuannya mencari.


"Maaf tuan, saya tidak tahu kalau kotak itu memang sengaja dibuang saya pikir...."


"Saya pikir saya tidak sengaja membuangnya" potong damian. Arsena mengangguk pelan.


"Apa senior lamamu tidak memberi tahu apa peraturan yang ada di sini?" Tanya damian


"Maaf tuan ini memang salah saya, saya yang ceroboh, senior lama sudah pasti memberi tahu peraturan disini" ucap sena menundukan kepala.


Lalu arsena mendongakkan kepalanya dan menatap wajah tampan sang tuan.


"Maaf tuan"


"Saya ingin kamu membuang cincin itu dari hadapanku" pinta damian


"Maaf tuan, cincin ini sepertinya mahal. Apa tidak sayang kalau harus dibuang" tanya sena gugup.


"Apa saya harus peduli" jawab damian dengan angkuhnya.


Arsena lalu dengan berat hati membuang cincin itu di kotak sampah, ia berpikir akan beruntung sekali orang yang menemukannya.


"Baguslah, kalau begitu buatkan saya kopi hitam sekarang" pinta damian.


Lalu arsena bergegas ke dapur membuat kopi untuk tuannya, setelah itu ia bawa menuju tuannya.


Saat arsena membawa kopi, tanpa disengaja kaki arsena tersandung kursi membuat arsena terjatuh dan tersiram air panas dari kopi.

__ADS_1


PYAARRRR.... suara gelas pecah terjatuh, membuat damian terkejut mendengar suara itu lalu segera berlali ke sumber suara.


Damian melihat arsena yang sudah memunguti pecahan gelas, lalu damian mendekati membuat arsena terkejut dan tangannya terkena pecahan gelas.


"Aakhhh" teriak sena pelan.


"Sudah, jangan sentuh lagi, bangunlah" ajak damian ke sofa


"Tunggu disini" ucap damian.


Damian kembali membawa kotak obat, dan segera mengobati luka arsena. Arsena yang melihat perlakuan damian padanya begitu sangat terpesona, ia melihat tuannya dari dekat.


(Astaga dia sangat tampan sekali, apa aku sedang bersama dewa ketampanan) batin sena.


Damian dengan telaten menberikan saleb pereda perih, tetapi saat sena merasakan saleb yang menempel ia meringis kesakitan melihat itu damian menatap wajah arsena teliti.


(Dia Cantik) batin damian. Lalu damian meniupkan luka perih arsena.


"Kenapa kau begitu ceroboh arsena" Ucap damian tiba-tiba sambil menutup luka arsena.


"Maaf tuan, saya akan menggantikan gelas yang sudah saya pecahkan" ujar sena.


"Apa saya sedang meminta tanggung jawab mu karna sudah memecahkan gelas" Balas damian.


"Kamu memang sangat ceroboh" sambung damian yang telah selesai menutup luka sena. Kemudian damian menatap lekat arsena, berpikir memang gadis ini sangat cantik kalau dilihat-lihat dan tatapan damian membuat arsena salah tingkah.


"Maaf tuan, apa saya sudah boleh keluar?" Tanya arsena.


"Belum" jawab singkat damian yang masih menatap arsena.


Arsena merasa tuannya sangat mengintimidasi dengan tatapannya memundurkan duduknya, membuat damian tersadar dengan tatapan tersebut.


"Apa kamu akan pulang" tanya damian lalu dijawab anggukan oleh arsena.


"Kalau begitu biar saya yang mengantar" ucap damian membuat arsena terkejut. Damian bangkit dari duduknya dan sudah berjalan tetapi arsena yang masih bengong mendengar ucap tuannya.


"Apa kamu akan disana sampai besok" ujar damian membuyarkan lamunan arsena.


Kemudian arsena bangun dan membuntuti damian dari belakang.


__ADS_1



💝💝💝💝


__ADS_2