Happy Or Sad?

Happy Or Sad?
HOS BAB 10


__ADS_3

HAPPY READING GUYS (⁠〃゚⁠3゚⁠〃⁠)


TAP


TAP


TAP


Langkah kaki, King bergema di sepanjang lorong kelas SMA KIK. Dengan tampilan nerd, yang telah di janjikannya setelah kalah dari permainan TOD.


Dengan langkah cepat, serta sesekali memperbaiki kecematannya King berucap, "Elah, baru aja hari pertama pindah, mana pake kesiangan lagi," dengan nada yang penuh gerutukan.


BARAKK


"Shitt!" Umpat King, ketika tidak sengaja menabrak sekumpulan laki-laki yang berpakaian acak-acakan di pembelokan lorong.


"Wih, anjing! besar banget nyali Lo!" bentak salah satu, sambil membantu temannya yang tertabrak oleh King.


"Ber...M-maaf k-kak," sungguh, hampir saja King membongkar penyamarannya. Mana belum sampai satu hari lagi, masa iya dia sudah harus ketauan.


"Maaf, maaf! sejago apa lu, sampai berani sama kita HAH!"


"Anjir emang, kalau bukan karna kalah main TOD habis Lo semua!" gumam King dalam hati, sambil menunduk dan mengepalkan tangannya.


"Wih, ngabain lo, dia bos!"


"Sikat aja bos."


"Ayok bos,.kasih bogem aja!"


Suara-suara laknat dan penuh kesesatan itu, terus terucap dari bibir kumpulan laki-laki berandalan itu.


"Heh! bener juga Lo pada!" seru pemuda yang di panggil bos tadi.

__ADS_1


Hap


Dengan sekali sentak si bos itu, mengangkat kepala King, dan mencengkram kuat dagu King. Sambil berucap, "Loh anak baru dari mana hah! berani-beraninya Lo nabrak gw! dan itu apa Lo bilang? maaf? Heh! Lo kira dengan maaf Lo itu, gw ga bakal jato HAH!" dengan nada membentak-bentak si bos berucap.


Sedangkan teman-temannya yang lain menyorakinya penuh semangat.


"Sial!"


"Wih, beser bener nyali lo sampai bisa ngumpatin gw!" dengan menambah kuat cengkeraman.


"BOGEM AJA BOS!" Seru salah satu.


Sambil membelokkan kepala kebelakang, si bos tersenyum smirk, serta menarik paksa tubuh King agar berdiri dan mulai mengangkat tangannya hendak memberikan bogem untuk king.


"Dah lah, pasrah ae lah," gumam king dalam hati pasrah, sambil menutup matanya perlahan.


Bughhhh


HAP


"Lo! siapa? berani-beraninya lo ikut campur urusan gw!" marah si bos, dan menarik paksa kepalan tangannya dari genggaman wanita itu.


"Lo, yang siapa? beraninya kok sama cowo yang lemah," ujarnya remeh, sembari menyilangkan tangannya.


"LAKIK, gak Lo?" lanjutnya dengan menaikan sebelah alisnya serta senyum remeh, yang tercetak jelas di bibirnya.


Sementara King, yang berada di punggungi wanita itu hanya dapat diam mematung, dengan dahi berkerut seakan berfikir keras.


"Gw, keknya kenal deh sama ni suara?" dengan segudang tanda tanya, King mencoba mencari-cari jawabannya.


"L-loo!!" geram si bos, dengan menatap nyala wanita itu.


"Apa, heh!" tantangnya.

__ADS_1


"Sikat aja bos, biar tau rasa!" hasutan itu terdengar lagi.


"Jangan salahin gw, kalau entar Lo nangis!" peringat si bos dan mulai mengambil ancang-ancang, hendak memukul si wanita.


"Ayok sini, gw jabahin Lo!" dengan mengambil posisi yang pas.


HAAAA---


"Janur!!! apa yang mau kamu lakuin."


Mendengar teriakan itu, sontak si bosa-janur menghentikan gerakannya dan menoleh ke asal suara.


"Anjir, selamat Lo kali ini!" dengan tergopoh-gopoh janur dan para babunya bergegas meninggalkan king dan si wanita, dengan seorang guru yang mengejarnya.


"Lah?" bingung si wanita, sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"E-eh" seakan menyadari sesuatu lantas wanita itu berbalik, guna melihat siapa yang baru saja di selamatkannya.


King yang melihat itu pun, sontak terpanah. Seakan ada efek slowmo yang mengiringi gerakan wanita itu, membuatnya menjadi menawan berkali-kali lipat. Sungguh jantung King ingin berhenti berdetak ketika menyadari siapa wanita yang telah menolongnya, dengan jantung yang bergebu tak teratur king berucap, "L-lo.."


BRUKK


"E-eh!!, K-kok malah pingsan!!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2