
"Qel, kamu yakin mau pulang ke Negara I?" Tanya Noures selaku Nenek dari Queen raqel brat.
"Kamu ngerasa ga nyaman ya tinggal bareng sama Oma dan opa?" Tanya Ralf selaku Kakek dari Raqel.
Raqel tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari Oma dan opanya, dengan tatapan teduh menata kedua pasutri lanjut usia itu Raqel menjawab.
"Udah lama banget Raqel kabur dari masalah Oma, opa."
"Raqel mau nyelesaian masalah itu dan mencoba melawan rasa trauma Raqel," lanjutnya.
"Tapi kalau kamu pulang, siapa yang akan jagain kamu di sana?" Tanya Oma dengan tatapan dan nada khawatir.
"Oma tenang aja Raqel udah besar. Raqel bakal usahain buat ngejaga diri Raqel sebaik mungkin jadi, Oma ga usah terlalu khawatir oke."
"Kalau kamu pulang adek kamu bakal ikut atau tetap tinggal?" Tanya opa sambil melihat Raqel yang memeluk Noures seakan memberi ketenangan kepada wanita paruh baya itu.
"Keano bakal....
Tap
Tap
Tap
"Keano bakal ikut kemanapun kakak pergi," potongan keano sambil berjalan kearah keluarganya.
"Lebih baik kamu di sini aja ano, temenin opa sama Oma," ucap Raqel.
"Gak! kalau Ano jagain Oma sama opa, siapa yang bakal jagain kakak di sana."
"Kakak bisa jaga diri Ano."
"Kalau kakak ga mau Ano ikut kakak lebih baik kakak nggak usah pergi."
"T-tapi no.."
"ENGGAK KAK! aku ga mau kalau kakak sendirian di sana apalagi kalau, mereka tau kakak pulang mereka pasti bakal celakain kakak!" Tegas keano sembari menatap tajam dan khawatir Raqel.
"Benar yang adek kamu bilang qel, lebih baik kamu pulang sekalian dengan Ano. Urusan opa sama Oma kamu ngga usa khawatir, di sini banyak bodyguard yang bakal ngejaga kami," sela Ralf setelah melihat perdebatan singkat antarkakak adek itu.
Huhff "Yaudah Ano bakal ikut Raqel pulang," putus Raqel setelah mendengar ucapan opanya yang seakan perintah baginya.
"Yaudah, Raqel mau kekamar dulu Oma, opa. Raqel mau nyiapin barang-barang untuk pulang besok pagi." Lanjut Raqel.
""Kamu bakal pulang besok?" Tanya Noures dengan nada sedih.
"Iya Oma, lebih cepat lebih baik."
"Yaudah mau Oma bantu?"
"Ngga usah Oma, mending Oma istirahat aja," tolak Raqel halus sambil melangkah menuju kamarnya.
Tap
Tap
Tap
___________________________________
-DI KAMAR
Oni-cahan ada pesan!(Notif)
WELLON^^
__ADS_1
Qel, ngumpul yok Udah lama ni kita ga ngumpul.
^^^Yok, dimana?^^^
WELLON^^
Cafe di mall Tempat kita bisa ngumpul.
^^^Oke.^^^
Huff "Hitung-hitung beli perlengkapan yang kurang dan pamitan sama mereka," Ucap Raqel lirih, dan mulai memejamkan matanya untuk mengarungi mimpi.
_________________________________
Tap
Tap
Tap
"Mau kemana Qel?" Tanya Opa Ralf yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran, menoleh sekilas.
Raqel menoleh dan berjalan menghampiri Opa Ralf sambil berucap, "Raqel mau ke mall beli perlengkapan untuk pulang besok opa, sekalian mau pamitan sama teman-teman Raqel."
"Yaudah kamu hati-hati di jalan, jangan ngebut bawa mobilnya," Seraya menerima juluran tangan Raqel.
"Sipp," dengan ala-ala anak abdi negara Raqel mengangkat tangannya, dan hormat di depan Opa Ralf sambil nyengir.
Opa Ralf di buat geleng-geleng kepala melihat tingkah Raqel sambil berucap, "Ada-ada aja kamu."
"Hehehe yaudah, Raqel pergi dulu assalamualaikum," pamit Raqel dan mulai menuju gerasi mobil.
"Waalaikumsalam."
_______________________________
"Beli perlengkapan dulu atau ngumpul ya," bingung Raqel sambil berjalan memasuki gedung Mall.
"Ngumpul aja deh," putusnya dan mulai menuju cafe.
Tap
Tap
Tap
CRENGG(bunyi bel) anggap aja Oky ^^
"Mana si mereka," sambil celang celung melihat Kana kiri.
DEG!
Bukan perasaan jatuh cinta ataupun hal yang bahagia. Tujuan awal ingin ngumpul bersama teman-temannya malah berujung, dengan pandangan menyakitkan.
Sambil melihat lekat sepasang wanita, dan laki-laki yang bermesraan di sebuah meja pengunjung, dengan 3 orang laki-laki lain di sekelilingnya. Raqel pun bergumam dengan pandangan nanar, "I-itu Alex kan, t-tapi katanya dia lagi di luar negri."
Dengan perasaan yang campur aduk, dan mata yang berkaca-kaca Raqel mencoba tegar, dan melangkah ke arah meja itu.
Tap
Tap
"Jadi ini yang kamu bilang keluar negri,"
ucap Raqel yang mengagetkan orang-orang di meja itu.
__ADS_1
"R-raqel.. d-dengar d-dulu ini g-gak seperti yang kamu bayangkan," dengan tergagap laki-laki yang di ketahui bernama Alex itu berucap dan sedikit mendorong wanita yang menempel di sebelahnya.
"Mampus," gumam laki-laki lain di meja itu sembari menatap miris Alex.
"Aku kira kamu ga ngehubungi aku karna sibuk sama pekerjaan kamu di sana tapi ga taunya. ck ck," sambil menyilangkan tangannya di perut Raqel berucap, dengan nada sinis.
"Ini..
"Lo siapa si," potong wanita di samping Alex sambil memandang sinis Raqel.
"Heh, lo nanya gw siapa? Tanya noh sama cowo di samping lo!"
"Dia siapa si beb," dengan nada manja, dan mulai bergelantungan wanita itu bertanya kepada Alex.
"D-dia d-dia.."
Melihat kebingungan, dan juga ekspresi Alex, Raqel terdiam sambil menahan air matanya. Melihat kebungkaman Alex terhadap hubungan mereka.
"Oke, kalau itu pilihan lo mulai sekarang kita putus," dengan perlahan Raqel membalikkan badannya, dan berusaha mengatur nafas guna mengurangi sesak di dadanya.
"Gw ga bakal kaya gini kalau Lo ga sok sibuk," mendengar ucapan Alex Raqel pun berhenti melangkah.
"Lo sadar ga si! selain sok sibuk, dengan pekerjaan Lo sebagai model. Lo itu juga ngebosenin," mendengar ucapan Alex selanjutnya sontak Raqel menoleh ke belakang, dan mulai menatap mata Alex sebentar, dan beralih melihat wanita selingkuhan Alex yang menatapnya remeh.
"Heh gw sumpahin Lo ga bisa lupain gw, dan bakal berlutut serata memohong-mohon di kaki gw, ketika itu terjadi ga bakal gw kasi Lo kesempatan."
DEG!
Dengan senyum remeh serta tatapan nanar Raqel berucap dan mulai melanjutkan langkahnya mencari meja teman-temannya.
___________________________
"Brengsek, anj*Ng emang," umpat Raqel sepanjang jalan hingga pandangannya menemukan teman-temannya.
Tap
Tap
"Ck, males banget ga si," ucap salah satu teman Raqel.
Raqel pun memberhentikan langkah nya, dan mendengarkan ucapan teman-temannya yang entah membicarakan siapa.
"Kalau bukan karna uang sama ketenarannya ogah banget gw temenan sama dia," jawab yang lainya.
"Bener banget, gayanya sok banget kalau bukan karna itu, iyuw banget gw temenan sama si Raqel," balas yang lain sambil tersenyum sinis.
DEG!
Lagi, seperti terjatuh tertimpa tanggal pula. Seakan tak, ada habisnya entah kenapa takdir selalu mempermainkan hidupnya, sungguh Raqel lelah dengan semua yang di hadapinya.
Tak sanggup mendengar lebih banyak Raqel mulai membalikan badannya, dan melangkah pergi meninggalkan mall dengan tatapan penuh kepedihan.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1