
HAPPY READING GUYS ෆ╹ .̮ ╹ෆ
"T-tapi.."
Puk
"Udah, kita ikuti Raqel aja, daripada ga dapat tempat duduk," ucap Jesy, sambil menepuk punggung Maudy.
"O-oke.."
Tap
Tap
Tap
"Kak, ayok sini gabung aja sama Ano!" Seru Ano, ketika Raqel sudah berhenti di depannya.
"Emang ga papa, kalau kakak gabung?" Tanya Raqel, sambil melirik meja yang di tepati Ano, yang berisi 2 siswa lain.
"Bro! Gak papa kan? Kalau kakak, gw gabung sama kita?" Tanya Ano, sambil menaikan alisnya kepada 2teman barunya.
"Gak papa kok kak, gabung aja," balas teman Ano, dengan nama taq Zaki. Sambil tersenyum.
"Lagian, meja yang lain juga udah pada penuh," balas yang satunya, dengan nama taq Zayyan. Juga tersenyum manis, hingga matanya berbentuk bulan sabit.
"Tuh, kak! Boleh kok,"
"Makasi ya adek-adek," ucap Raqel, dan tersenyum manis kepada teman-teman Ano. Hingga Jesy ddk datang, Raqel berucap, "Guys, kita gabung di meja adek, gw aja! Udah di bolehin kok sama mereka," dengan penuh semangat Raqel, mengatakannya.
"Gak, masalah ni?" Ujar Jesy guna memastikan.
"Enggak, duduk aja kak," sopan Zayyan.
Mulailah, Raqel ddk mengambil tempat duduk. Dengan posisi Raqel tepat di samping Ano, sesil yang duduk di sebelah Raqel, Jessy yang duduk di samping Zayyan, dan Vanya yang berada di samping Jessy. Tinggallah Maudy yang duduk di sebelah Zaki, dengan perasaan canggung.
"Eh, iya kita belum kenalan," celetuk Raqel, sambil menatap teman-teman Ano.
"Kenalin, nama gw Zayyan kak."
"Kalau gw Zaki."
__ADS_1
"Haii, gw kakaknya Ano."
"Haii juga kak," kompak Zayyan dan Zaki.
"Kalian ga, kenalan?" Tanya Raqel, sambil menatap bingung Jesy ddk.
"Kita mah, udah kenal," celetuk Vanya.
"Beneran?" Tanya Raqel ragu.
"Iya, orang si kak Vanya mantan Zaki," sambung Zayyan, tanpa melihat suasana Zaki dan Vanya yang bertambah kaku.
"Owalah, mantan rupanya," dengan anggukan pelan Raqel merespon.
"Si anjir, malah ngasi tau," rutuk Maudy dalam hati, penuh kekesalan.
Khemm
"Itu, adek Lo qel?" Tanya Jesy.
"Iya, kenapa?"
"Gapp ganteng aja,"
Raqel yang melihat itu, hanya dapat memutar bola matanya malas.
"Lh, gw kira cowo cool," gumam Vanya, yang terdengar satu meja.
"Gw, cool? Apa itu, cool? Sia-sia yang ada ketampanan gw," sekali lagi dengan nada penuh kesongongan, Ano berucap.
"Anjir, qel. Adek lo!" Depresi Vanya, dengan nada meles.
"Tapi, adeknya Raqel, emang ganteng kok," sela Sesil yang berada di samping Raqel, dengan nada polos dan penuh kagum menatap Ano.
"Nah tuh! Bener banget yang kamu bilang," senang Ano, ketika ada yang membelanya. Dengan semangat Ano menjulurkan tangannya di atas kepala sesil, dan mengusapnya pelan.
"Ihh!!! Kak, Lo nemu di mana si, kakak emes kayak gini?" Sambil terpekik, pelan Ano menggeram gemes, melihat sesil yang hanya menatapnya polos.
Sedangkan penghuni meja, hanya dapat melongo, melihat tingkah lancang Ano dan tatapan polos yang di berikan oleh sesil kepada Ano, yang sedang mengelus rambutnya pelan.
"CK, udah dek,"
__ADS_1
"Ih! Kakak, ganggu aja sih," ngambek Ano.
"Gak, malu Lo sama temen Lo dek?" Dengan senyum paksa, Raqel mengingatkan kehadiran orang lain di sisi mereka, kepada Ano.
EKHEM, "Apaan si kak!" Dengan sedikit salah tingkah Ano memalingkan mukanya.
"Lh, manja ternyata," batin Zayyan ddk dan Jesy minus sesil, terkekeh miris.
"Udah, Lo pada mau makan apa biar gw pesen," ujar Jesy, menengahi.
"Samain aja Jes," ujar Maudy, yang sadari tadi diam.
"Kalian, mau pesen apa?" Kali ini Jesy, bertanya kepada Ano ddk.
"Gw, mau.."
"Udah kak, kita samain aja," potong Zaki, ketika melihat Ano akan merekues.
"Ih,"
Raqel yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya. Ketika melihat Jesy yang berdiri, hendak memesan, Raqel menyela,"Udah Jes, biar gw aja yang pesan,"
"Enggak papa, emang qel?"
"Udah, sens aja, sekalian gw mau lihat-lihat,"
"Mau Ano temenin kak?" Tawar Ano, khawatir.
"Enggak usah no," tolak Raqel, dan mulai melangkah menuju stan makanan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...