
HAPPY READING GUYS (ʃƪ^3^)
KRENGGG
Bunyi bel, bergema di seluruh SMA KIK.
"Eh, si bos kemana sih?" bingung Rasya, lantaran tak mendapati batang hidung King, sedari tadi.
"Iya, yah!" setuju yang lain.
"Hay Qel! mau ke kantin bareng kita ga?" tawar seorang siswi kepada Raqel.
Teman-teman King, yang mendengar itu sontak melihat kepada Raqel, yang juga merupakan murid baru di SMA KIK.
"Kira-kira gimana yah reaksi King, kalau tau kita satu sekolah sama Raqel?" tanya Kiko penasaran sambil menatap teman-temannya.
"Mana satu kelas lagi," ujar Ifan.
"Gw rasa si, pasti bakal kejang-kejang," dengan penuh candaan Farel menjawab.
"Pasti bakalan pingsan si karna syok," sela Afel.
Sontak, semua yang mengerubungi meja Afel tertawa terbahak-bahak. Tanpa memikirkan nasib King yang telah pingsan tanpa sepengetahuan mereka.
-Back to Raqel
"E-eh, boleh," balas Raqel sambil tersenyum.
"Btw kenalin dulu, nama gw Jesy," kenal Siswi yang mengajak Raqel tadi.
"Gw Maudy," sahut yang satu.
"Gw Vanya,"
"Aku sesil,"
"Kalian pasti udah tau nama gw kan?" dengan senyum Raqel menanya, dan di balas anggukan oleh yang lain.
"Btw loh, pindahan dari mana?" tanya Jesy yang merupakan, siswi paling kepo di kelas.
__ADS_1
"Gw pindahan dari Negara K," jawab Raqel santai, sembari membereskan peralatannya.
"Anjir, woyy negara K!" heboh Maudy.
"Emang Kenapa?" bingung Raqel melihat ke antusiasan Maudy.
"Lo tau kan! di sana tu banyak banget Opa-opa gwantenggg!" dengan mata berbinar serta tangan di pipi, dan badan yang di goyangkan ke kiri dan kana. Maudy menjelaskan.
"Alah, dasar mata kucing," sinis Vanya, si paling boom bastik.
"Heh! apa Lo bilang!"
"Apa? g suka lo!"
"Looo"
"Udah woy, elah," tengah Jesy, yang sudah pusing melihat perdebatan antara Maudy dan Vanya.
"phfff," sontak mereka yang mendengar kekehan tertahan dari mulut Raqel, menoleh.
"Kalian lucuuu!" gemes Raqel dengan matah penuh binar.
"Eum, anu sesil laper," sela sesil menatap mereka polos, sembari mengelus pelan perutnya.
Yah, di antara mereka berempat, Jesy, Maudy, Vanya, memang sesil lah yang paling polos dan belum terkontaminasi.
"Eh, yaudah ayok ke kantin," ajak Raqel, sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Ituu, sesil boleh gandeng tangan Raqel?" tanya sesil polos, sembari menatap Raqel.
"Ughh, gemesnya! boleh dongs," balas Raqel semangat, tapi bukannya menggandeng sesil, Raqel malah meletakkan bahunya di atas pundak sesil.
Merekapun berjalan menuju kantin, diiringi oleh suara-suara penasaran warga SMA KIK. Ketika menyadari adanya New member di antara Jesy ddk.
"TUH CEWE SIAPA WOYY!"
"CANTEK BANGET SUMPAH!"
"MANA TUBUHNYA BODY GLOS LAGI!"
__ADS_1
"GW AJA YANG CEWE SUKA LIATNYA!"
"EH, MIRIP MODEL SAMA YOU TUBEW DARI NEGARA K, G SIH?"
"INI MAH, PRINCESS SEKOLAH PUN LEWAT"
"SI, LALA BAKAL KALAH SAING GA SIH!"
Begitulah, sekiranya teriakan-teriakan dari sekitar. Hingga langkah Raqel ddk, berhenti tepat di pintu Kantin yang sangat ramai.
"Ini kita bakal duduk di mana grils?" tanya Maudy bingung.
"Iya, mana udah penuh semua lagi," jawab Vanya, sambil celang celung mencari tempat duduk yang kosong.
"Laper.." lirih sesil.
"Sabar ya sil, kita cari tempat dulu," ucap Jesy, sembari memberi pengertian yang di jawab anggukan oleh sesil.
Saat Raqel memberhentikan, seluruh pandangannya ke arah penjuru kantin hingga tiba-tiba.
"KAK! SINI GABUNG SAMA ANO!!" teriak Ano, dari jauh yang berhasil mengundang perhatian warga kantin.
"Eh, guys yuk ke sana," ajak Raqel, langsung tancap gas.
"Eh tapi..."
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1