Happy Or Sad?

Happy Or Sad?
HOS EPS 3


__ADS_3

Happy reading ♡


Disinilah Raqel serta keluarganya berada, di salah satu bandara Negara A, dengan tampilan santai serta satu buah koper yang berada di tangannya.


Melepaskan koper yang berada di tangannya, Raqel mulai menghampiri Oma, dan Opa sambil memeluk erat tubuh mereka serta berucap, "Oma, Opa Raqel sama Ano pergi ya."


"Iya! kamu hati-hati di sana, jaga diri baik-baik dan jangan lupa makan," balas Oma


"Kamu, Ano jagain kakak kamu baik-baik ingati, dia buat ga terlalu sibuk sama media sosial dan pemotretannya," lanjut Opa kepada Ano yang memeluk setelah Raqel.


"Iya, opa tenang aja."


📢DI BERITAHUKAN KEPADA SELURUH PENUMPANG PESAWAT AGAR SEGERA MEMASUKI PESAWAT KARNA PESAWAT SEBENTAR LAGI AKAN LEPAS LANDAS!!


"Udah sana masuk ke pesawat entar di tinggal lagi," usir Oma dengan wajah menggoda Raqel.


"Ih, Oma ngehusir Aqel ya," dengan wajah cemberut Raqel memandangi sang Oma yang terkekeh kecil di ikuti oleh Ano dan Opa.


"Bukan gitu sayang."


Melihat sang kakak yang akan memulai perdebatan lantas, Ano segera menarik pelan kera baju belakang Raqel sambil berucap, "Yaudah kak, ayok cepat."


Dengan muka yang bertambah kesal serta pipi yang di kembangkan, Raqel mengeluarkan protesnya atas tindakan Ano "Ihhh! Ano jangan di tarek baju kakak, kecekik ini kakak Ano."


Ano yang mendengar protes dari kakaknya lantas menurut, dan melepaskan tarikannya Oma serta Opa yang melihat itu hanya terkekeh geli melihat kelakuan dua bersaudara itu.


Tap, "Udah sana ikuti Ano entar ketinggalan," ucap Opa sambil mengelus pelan Surai hitam Raqel.


Raqel yang mendengarkan ucapan Opanya langsung mengangguk patuh, dan mulai mengikuti Ano kedalam pesawat.


Membalikkan sedikit badannya, Raqel berseru dengan tangan yang di lambaikan "PAYPAY OMA OPA."

__ADS_1


Melihat hal tersebut sontak, pasutri paruh baya itu menggelengkan kepala, dan tak lupa pula membalas lambaian tangan Raqel.


_____________________________


-Di dalam pesawat


Oni-chan ada pesan!(Notif)


Raqel yang mendengar notif itu sontak membuka handphonenya.


WELLON-NJING🔪🐽


Lo kenapa ga sekolah Qel?


Melihat siapa yang mengirim pesan tersebut lantas, Raqel mendengkus kasar dan melirik sinis pesan itu.


Oni-chan ada pesan!(Notif)


WELLON-NJING🔪🐽


Raqel hanya menatap malas notif itu, dan mengabaikan.


"Cih! Gak tau diri, mending gw ngecek jadwal pemotretan sama upload Vidio endros kemaren."


📢HARAP SEMUA PENUMPANG MEMATIKAN HEADPHONE MASING-MASING SERTA MEMASANG SAPUK PENGAMA KARNA PESAWAT AKAN SEGERA LEPAS LANDAS!!


Mendengar pengumuman itu, Raqel mulai mematikan perangkat Handphonenya, dan menoleh ke samping kanannya.


"Pantas adem anyem bobo ternyata," gumam Raqel ketika melihat, keano yang telah terlelap dengan tampang muka orang kelelahan. Melihat hal itu Raqel berinisiatif memasangkan sabuk pengaman Ano, setelah itu mulai menyamankan posisi duduknya.


______________________________

__ADS_1


Di sinilah Raqel, dan keano berada. Di dalam sebuah mobil mewah yang bergerak santai menyelusuri jalanan dengan menampilkan gedung-gedung pencakar langit, serta hotel yang berbintang. Yah, selepas pendaratan tadi Raqel dan keano langsung di jemput oleh supirnya.


"Kak, nanti kakak mau daftar sekolah atau sekolah online?"


"Daftar sekolah Ano, lagian entar kalau kakak online bakal rugi nggak bisa menikmati masa SMA."


"Gimana dengan jadwal pemotretan kakak?"


"Kakak bakal ngabil jadwal pemotretan hari Sabtu sama Minggu supaya ga ngeganggu sekolah."


"Kalau kamu gimana?"


"Ano bakal ikut kakak sekolah, soal kantor bisa Ano kontrol dari headphone."


Mendengar percakapan antara majikannya tersebut, sontak membuat hati supir-pak Didi merasa sesak. Mengingat, bagaimana susahnya hidup kedua majikannya tersebut. Dengan pandangan nanar pak Didi melihat ke arah cermin mobil guna melihat wajah kedua majikannya dengan bergumam, "Kasihan non Aqel dan den Ano, padahal mereka masi kecil tapi terpaksa merasakan kejamnya dunia."


"PAK!! itu ada orang di depan!!"


Seakan mendapatkan kesadarannya kembali setelah mendengar teriakan dari Raqel, sontak pak Didi langsung kembali melihat jalan dan membanting stir hingga.


CITTT!!


BRUK!!


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA VOTE, LIKE, SERTA FOLLOW AKU UCAA (AUTHOR CAA) OKY! JANGAN KAYA JELANGKUNG HIHI^^


__ADS_2