
HAPPY READING GUYS (。・ω・。)ノ♡
Di sebuah ruangan putih, yang di penuhi oleh berbagai obat-obatan serta peralatan medis lainnya. Tepat di sebuah ranjang pasian, terdapat seorang pemuda yang tidak sadarkan diri, hingga beberapa menit akhirnya pemuda itu mulai menggerakkan jari-jari tangannya.
Ughh "Awss, pusing banget ya Allah," gumam pemuda-King, ketika membuka matanya dan memegang kepalanya, yang terasa sedikit pusing.
"Ini juga, mana si tu anak-anak! Kok ngga ada gitu yang khawatir sama gw!" rutuk King, ketika tak mendapati siapapun di ruangan itu, yang merupakan ruangan kesehatan sekolah/UKS.
"Shitt, laper njir," gumam King, lagi. Dengan perlahan ia bangun dari ranjang, dan berjalan keluar dari UKS menuju kantin.
TAP
TAP
TAP
Hingga beberapa menit, King yang sudah berjalan terlalu jauh merasa capek serta kesal sekaligus.
"Ini kantin di mana si! itu juga, mereka gak khawatir apa sama temannya yang ganteng ini!" gerutukan demi gerutukan, meluncur dari bibir King.
"Hais, gini amat dah nasi gw! jangankan kantin, kelas aja gw gak tau dimana! Mau nanya pun, pasti gak ada yang mau jawab," lanjutnya, dengan memperhatikan penampilannya dari atas hingga akhir. Tanpa di sadari King akhirnya sampai di depan pintu Kantin.
"Akhirnya!!!" seru King, tanpa memperdulikan sekitar serta keadaan, dengan tergesa King melangkah menuju stand makanan.
TAP
TAP
BRUKK!
"Sial!" umpat King tertahan, ketika menyadari lagi dan lagi ia menabrak orang.
"OMG!!! LO!" teriak gadis, yang tak sengaja tertabrak oleh King. Teriakan dari gadis itu sontak mengalihkan perhatian, warga kantin termasuk Raqel yang berjalan menuju stand makanan. Jesy ddk, Ano ddk, dan Afin ddk.
__ADS_1
-Meja Jesy ddk dan Ano ddk
"Mulai lagi tuh!" seru Zayyan.
"iya, gak ada bosan-bosannya tuh cabe," sambung Vanya.
"Emang dia siapa? cabe?" bingung Ano, sembari melihat kejadian itu.
"Itu, cewe sering banget buat ulah, cuma gara-gara dia anak donatur di SMA KIK ini," jelas Jesy.
"Dan lagi, tuh cewe mana sok cantik lagi," lanjut Maudy dengan tatapan sinis.
Ano yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti, sembari menatap penuh tekat kepada gadis itu.
"gw, harus jauhi tu cewe dari kakak," batin Ano.
-Meja afin ddk
"Lah, iya woy!" seru Ifan.
"Itu kita bantuin atau gimana?" Prihati Kiko, sembari menatap nanar King, yang tak dapat berbuat apa-apa.
"Udah biarin aja, lagian jarang kita bisa liat King gini," jawab Farel, dengan senyum iblis dan pancaran mata jahil, melihat King yang duduk di lantai sambil menunduk.
"Setuju gw nih!" satu lagi iblis, dengan tatapan penuh semangat Afin, menggesek-gesekkan telapak tangannya.
"Maaf ya, ngga bisa bantu," batin Kiko merasa bersalah.
-Back to King
"M-maaf," lagi, King memainkan perannya sebagai siswa cupu or nerd.
"Heh! maaf Lo bilang!!" sentak gadis itu yang bernama taq Lala.
__ADS_1
"Grils, sini!" pintanya, kepada dayang-dayangnya.
"Apa inces?" lola(loading lama) salah satu dayang Lala, yang bernama taq sisi.
"Minum bego," ujar satunya lagi, dengan nama taq Rere, sembari melangkah mendekati Lala, dengan segelas air jus alpukat.
"Nih inces,"
"Heh! ini untuk Lo yang udah dengan lancangnya nabrak Princess SMA KIK!" Serunya dengan tawa jahat, dan menuangkan jus alpukat itu di kepala King, yang tertunduk.
"ANJIR! ENGGAK ADA BERUBAH TU ANAK"
"KASIAN BANGET"
"EMANG HARUS SEGITUNYA?"
"PADAHAL GA SENGAJA LOH"
Teriakan para warga kantin, yang marah melihat kelakuan Lala, yang tak pernah berubah membully anak-anak lemah atau cupu.
"Bakal gw balas, penghinaan ini!" batin King, dengan tangan mengepal dan menatap tajam lantai.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1