
Setelah sampai di tempat makan tersebut, alyan langsung memesan banyak makanan, ia tidak peduli dengan berat badannya yang mungkin saja bisa naik. Setelah menunggu lama, akhirnya makanan tersebut datang. Alyan langsung menyantap semua makanannya dengan lahap, Reyhan yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala. Akhirnya alyan dapat menghabiskan semua makanan seorang diri saja.
" Lu laper banget ya?....Ampe semua makanannya ludes gak ada sisa sedikitpun." tanya reyhan yang baru saja selesai menghabiskan makanannya.
" Ya iyalah gimana gak laper, orang pagi-pagi lu Udah bikin gw lemes ampe pingsan...udah banyak tenaga yang gw keluarin pas tadi pagi, huh! ", Ketus alyan.
" Hehehe, iya maaf....lagian ya maklum, kan pertama kalinya gw kek gini." ujarnya.
" Ya setidaknya jangan bikin orang pingsan juga."
" Iya deh iya, maaf sekali lagi ", ujar reyhan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah dirasa sudah cukup untuk mengisi perut mereka. Akhirnya reyhan membayar semua makanannya, setelah itu mereka pun memutuskan untuk mencari makanan instan serta camilan untuk dihotel. Selama satu jam mereka berkeliling mencari dan membeli makanan-makanan instan dan camilan sehat diberbagai toko. Reyhan sedikit kewalahan karena membawa 4 Tote bag yang isinya penuh dengan makanan, awalnya alyan ingin membantu namun reyhan bersikukuh untuk membawanya sendiri.
Hingga akhirnya mereka melewati toko perhiasan, reyhan langsung mengajak alyan untuk berkunjung ke toko Tersebut. Alyan pun mengikuti ajakan reyhan, para penjaga toko tersebut langsung menyambut kedatangan mereka berdua dengan sambutan yang hangat.
" Selamat datang di toko kami tuan muda dan nyonya muda ", ucap para penjaga toko tersebut.
" Emm, berikan kalung paling indah yang ada di toko ini ", ujar reyhan sambil melihat-melihat perhiasan yang ada didalam rak kaca.
" Sebentar akan kami ambilkan ", ujar salah satu penjaga toko.
Alyan tampak binggung, ia sama sekali tidak tahu kalo kalung yang akan dibeli oleh Reyhan adalah hadiah untuknya.
" Rey, ngapain lu beli kalung?....dan buat siapa lu ngebeliin kalung itu?", Tanya alyan sambil menarik baju reyhan.
" Ya buat siapa lagi kalo bukan buat istri gw ", jawabnya.
" Hah maksudnya? "
" Hadeh, kalung ini buat lu ", ujar reyhan sambil melontarkan senyuman.
Seketika alyan sadar bahwa reyhan membeli kalung tersebut untuk dirinya. Tak lama kemudian, akhirnya penjaga toko tadi memberikan kalung yang indah tersebut yang berhiasan berlian dan mutiara yang berkelap-kelip. Alyan tampak terpesona dengan keindahan kalung tersebut. Reyhan langsung mengambil kalung itu dan memasangnya di leher alyan.
" Tu-tunggu Rey ini maksudnya apa?... kenapa tiba-tiba lu ngasih kalung ini ke gw?", Tanya alyan, ia benar-benar heran mengapa reyhan tiba-tiba membelikannya sebuah kalung.
" Jadi, ini itu hadiah dari gw ", jawabnya.
" Ha-hadiah?...buat apa lu ngasih hadiah ke gw?", Tanya alyan lagi.
" Sebenernya, dulu gw pengen ngasih lu hadiah pas lu ulang tahun tapi sayangnya lu malah pindah sekolah dan kebetulan gw gak tau alamat rumah lu ", sambil mengelus-elus rambut Alyan.
" Jadi, mumpung gw masih inget...hadiahnya gw kasih sekarang aja", lanjutnya.
" Ta-tapi Rey kalung ini pasti mahal ", ucap alyan sambil memegang kalung tersebut.
" Gapapa, berapa pun harganya lu gak usah mikirin hal itu "
__ADS_1
" Tapi..."
" Udah, kalo lu masih ngomong kapan gw bayarnya "
" Eh, i-iya ya ", ujar alyan.
Setelah itu reyhan langsung membayar kalung tersebut menggunakan black card miliknya. Lalu penjaga toko itu pun memberikan nota bon kepada reyhan, mereka pun memutuskan untuk pulang dan kembali ke hotel. Di perjalanan, alyan terus menerus melihat kalung yang berkilauan tersebut. Reyhan tampak senang melihat alyan yang menyukai kalung itu.
" Suka gak sama kalungnya? ", Tanya reyhan.
" Em, suka banget...makasih banyak ya, buat kalungnya", ujar alyan sambil tersenyum.
" Sama-sama"
Setelah beberapa menit diperjalanan menuju hotel, akhirnya mereka sampai di hotel tersebut. Mereka berdua benar-benar kelelahan setelah menghabiskan waktu di mall untuk berkeliling. Sesampainya di kamar hotel alyan langsung berbaring di atas kasur yang empuk tersebut, Sedangkan reyhan menyimpan barang-barang belanjaan tersebut di dapur hotel.
" Akhh, pinggang gw rasanya kek mau patah", ujar alyan sambil memejamkan matanya.
" Ya lu enak gak bawa apa-apa, lah gw bawa belanjaan", ketus reyhan.
" Lah kan pas dimall mau gw bantuin, tapi lu nya malah nyolot gak mau dibantuin ", jawab alyan.
" Itu mah udah tugas gw sebagai suami bawain barang-barang istri ", ujar reyhan. Ia pun menghampirinya dan membaringkan tubuhnya di samping alyan.
" Tumben, peka banget jadi cowok ", ejek alyan.
" Mwehehe "
Karena mereka berdua benar-benar kelelahan akhirnya alyan dan reyhan tertidur pulas di atas kasur. Kamar benar-benar hening tak ada suara apa pun selain suara jam dinding yang berdetak. Tak berselang lama, adzan ashar pun dikumandangkan, mereka berdua langsung terbangun dan melakukan ibadah sholat ashar berjamaah. Setelah selesai, mereka tak lupa pula membereskan barang-barang belanjaan mereka dan memasukkannya ke dalam kulkas.
Mereka melakukan kegiatan dengan damai tanpa ada keributan sama sekali, mungkin karena mereka lelah dan akhirnya memutuskan untuk berdamai malam ini. Jam pun menunjukkan pukul 20.15 malam, alyan tidur lebih awal dari biasanya. Ia tampak benar-benar nyenyak walaupun reyhan terus menerus menyentuh pipi alyan.
Nyenyak banget tidurnya, pasti capek banget ya, batin reyhan.
Ia pun langsung beranjak dari kasur, lalu mengambil ponsel dan jaket miliknya. Setelah mengenakan jaket tersebut, reyhan langsung menghampiri alyan dan mendekati wajahnya.
" Gw keluar dulu sebentar oke, nanti balik lagi kok ", bisik reyhan sambil mencium kening alyan.
Reyhan berjalan perlahan agar tidak membangunkan alyan yang sedang tertidur. Setelah keluar kamar, ia langsung menelpon seseorang sambil berjalan menuju lift.
" Hallo kak Rei , temui gw di parkiran hotel sekarang", ujar reyhan dengan suara yang berat.
Setelah menunggu lama di parkiran hotel, akhirnya Rei datang dengan wajah yang serius. Ia benar-benar heran mengapa reyhan memintanya untuk menemuinya secara mendadak.
" Ada apa Rey, kenapa lu tiba-tiba manggil gw buat datang kesini? ", Tanya Rei dengan wajah yang serius.
" Gw bener-bener butuh bantuan lu kak, gw butuh informasi ", ujar reyhan.
__ADS_1
" Informasi apa? "
" Begini, waktu gw mandi berdua bareng alyan...gw ngeliat ada kejanggalan di tubuh alyan"
" Kejanggalan apa ?", Tanya Rei lagi.
" Gw liat tubuhnya penuh dengan luka lebam dan luka cambuk seperti alyan menjadi korban kekerasan ", reyhan pun melipat kedua tangannya dengan ekspresi yang serius.
" Lu yakin itu?....tapi kalo dilihat-lihat keknya dia baik-baik ", jawab Rei.
" Mana mungkin, pas gw nanya dia langsung bilang kek gini..."
*Kilas balik
" DIAMLAH!!...LU GAK USAH IKUT CAMPUR MASALAH GW KALO LU GAK TAU APA-APA, GAK AKAN ADA ORANG YANG NGEBELA GW....GAK AKAN ADA KEADILAN DI KEHIDUPAN GW!!!" , Teriak alyan.
" Gak akan ada...gak akan ada yang peduli Ama gw hiks hiks "
*****
"...dan pada akhirnya dia nangis histeris, gimana gw gak curiga coba!", Sewot reyhan.
" Sabar, lu gak usah sewot juga ke gw ", ketus Rei.
" yaudah lu mau bantuin atau kagak?! "
" Iye-iye gw bantuin, hal yang kek gini memang harus di curigai...jadi gw bantu buat nyari informasinya ", ujar Rei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Baiklah kalau begitu, makasih kak...maaf kalo ngeganggu waktu istirahat lu ", ujar reyhan sambil menepuk pundak kakaknya.
" Iya gapapa, demi kebahagiaan adik gw...gw bakalan ngebantuin lu Mulu sampai kapanpun ", Rei pun merangkul pundak reyhan.
" Emm tentu, gw pun juga sama...akan melakukan apapun demi kebahagiaan kakak ", ujar reyhan.
Rei pun akhirnya berpamitan dengan reyhan, karena merasa tidak tenang telah meninggalkan alyan sendirian dikamar hotel. Reyhan langsung berlari untuk memastikan alyan baik-baik saja. Saat tiba dikamar, ia merasa tenang karena alyan masih tertidur pulas. Lalu, reyhan melepaskan jaketnya dan berjalan menghampiri alyan. Ia pun berbaring di samping alyan sambil memeluknya Secara perlahan agar tidak membangunkan alyan.
Apa pun yang terjadi, gw bakalan ngelindungin lu dari siapa pun juga alyan...gw janji, batin reyhan.
Akhirnya reyhan pun tertidur karena sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya itu.
Bersambung.....
Mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️
__ADS_1