
Seminggu kemudian....
Di Pagi hari, mereka membereskan barang-barang yang ada dikamar hotel. karena sebentar lagi mereka akan pergi ke rumah reyhan yang lokasinya sedikit jauh dari tempat hotel. Setelah dirasa sudah cukup, alyan dan reyhan membawa barang-barangnya menuju mobil pribadinya yang dibantu oleh para pengawal dan felix asisten pribadinya. Selesai memasukkan semua barang-barang tersebut, para pengawal yang berjaga di hotel masuk ke dalam mobil yang satunya lagi untuk mengawal mereka dari belakang.
Diperjalanan, alyan terus menerus menoleh kebelakang mobil sambil mengerutkan alisnya.
" Ngapain lu liat-liat ke belakang? ", Tanya reyhan.
" Emm, kok mereka malah ngikutin kita?... bukannya kita udah gak nginep lagi dihotel?"
" Ouh, tadi dapet kabar dari kakak...katanya mereka buat lu", jawab reyhan.
" Hah, buat gw?!", Tanya alyan.
" Iya, katanya ayah yang ngasih ajudan buat lu...terus kebetulan gw juga pengen ngasih lu asisten, jadi kalo gw sibuk terus gak ada yang nemenin bisa minta bantuan ke asisten lu", jawabnya sambil melipat kedua tangannya.
" Enggak..enggak, gw gak mau rey", sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Lah kenapa?...ayah yang nyuruh loh, masa lu tolak begitu aja", tanyanya.
" Bukannya gw nolak, tapi ini terlalu berlebihan banget...lagian di kantor juga gw cuman sebagai sekretaris lu. Entar orang-orang pada curiga."
" Tenang aja mereka udah tau kok, lagian lu kan udah punya status baru di keluarga Rachman ", sambil mengelus-elus kepala alyan.
Seketika wajahnya memerah, ia benar-benar tak menyangka jika reyhan akan mengelus-elus rambutnya disaat-saat tertentu.
Apaan sih, kenapa setiap ngasih jawaban tuh harus dielus-elus mulu...tapi kok gw nyaman ya, batin alyan.
" T-tapi kenapa mereka bisa tau?....dan juga status baru apa?", Canggung.
" Hadeh, status lu kan sekarang udah jadi istri gw...jadi lu punya status sebagai nyonya muda kedua di keluarga Rachman.", Mengelus-elus lagi.
" Maka dari itu, ayah pengen orang-orang yang ada perusahaan manggil lu nyonya.", Perlahan-lahan reyhan mulai mendekatkan wajahnya dengan tatapan mata yang tajam. Alyan mulai merasa gelisah dengan sikap reyhan ia pun perlahan-lahan mundur Agar tidak berdekatan dengan reyhan.
" Rey sadar rey, ini di mobil...lu mau ngapain?! ", Perlahan-lahan mundur.
" Alyan, sebenernya gw juga pengen ngepublis lu kalo lu itu istri gw satu-satunya tapi sayangnya gw baru putus sama zelda....gw gak mau hal ini malah jadi bahan pembicaraan juga", ujar reyhan.
" Gw paling gak mau orang-orang nuduh lu sebagai orang ketiga.", lanjutnya.
Tiba-tiba reyhan mencium bibir alyan dengan lembut. Alyan tentu saja terkejut dengan hal tersebut, ia sama sekali tidak menyangka jika reyhan akan melakukan hal itu.
" Ummm...", Alyan pun memegang pundak reyhan dan membalas ciumannya.
Entah mengapa gw ngerasa bener-bener nyaman sama reyhan, batin alyan.
Lama kelamaan alyan mulai kehabisan nafas, ia pun memukul-mukul dada reyhan secara perlahan. Melihat kondisi tersebut, reyhan langsung melepaskan ciumannya itu.
__ADS_1
" Huf...huf...huf...",Mengatur nafas. Alyan pun menatap reyhan yang sedang mengatur nafas juga.
" Rey...lu sadarkan apa yang lu lakuin sekarang?", Tanyanya.
" Iya, gw sadar", jawabnya sambil menatap alyan.
" Kenapa?"
" Lu tau, gw gak pernah ngerasa senyaman ini Deket sama orang lain...cuman lu yang bisa bikin gw senyaman ini", ujarnya.
Mendengar kata-kata itu wajah alyan langsung memerah, ia benar-benar malu dan terharu saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut reyhan langsung. Karena selama ini, mereka berdua selalu bertengkar layaknya kucing dan tikus. Akhirnya ia pun memalingkan wajahnya dari reyhan.
" Emmm, g-gw juga ngerasa nyaman sama lu", gumam alyan.
Mendengar kata-kata tersebut, tentu saja reyhan pun tidak menyangka jika alyan akan berkata seperti itu. ia pun mengangkat tangannya dan memegang pipi alyan.
" Ternyata begitu, jadi kita memang sama-sama nyaman ya....tapi ada sesuatu yang pengen gw omongin", sahutnya.
" Apa? "
" Semalem, gw belum dapet jatah gara-gara ketiduran hiks...jadi jatahnya 2 kali lipat ya ", memasang raut wajah sedih.
"..........REYYYHANNN!!!!", alyan langsung kesal dengan perkataan reyhan. Ia pun melayangkan tangannya dan menampar wajah reyhan.
PLAKKK
" Salah lu...ngapain juga ngomong kek gitu!", Sewotnya.
" Ya emang kenapa?!", Kesal.
Alyan pun memegang wajah reyhan dan menggeser pandangannya ke arah depan. Tampak raut wajah reyhan yang kebingungan, ia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud alyan. Lalu alyan pun menunjuk kearah felix dan tentu saja felix merasa heran mengapa alyan menunjukkannya.
" Felix itu masih lajang atau udah punya pacar? ", Tanya alyan.
" Masih lajang, memangnya kenapa? ", Mengangkat alis.
" Woyy, emang lu gak kesian sama felix...kesian loh jiwa jomblonya bergejolak gara-gara lu, masih mending kalo udah punya pasangan lah ini masih single!", Sewot alyan.
" Loh kok nyalahin gw, salah gw apa?!....lagian salah sendiri gak nyari cewek malah mentingin kerjaan, makanya sekarang felix jadi jones ( jomblo ngenes ) ", celetuk reyhan.
" Ya setidaknya lu bantu dia kek buat nyari cewek ", sahut alyan.
" Dih ogah, cari aja sendiri...gw juga mandiri nyari cewek sendirian." sewot reyhan.
" Lah, lu pikir yang bikin felix jadi lebih mentingin kerjaan daripada cewek siapa hah?!...lu dodol!", Ketus alyan.
2 in, terima kasih nyonya muda atas pembelaannya hiks. batin felix.
__ADS_1
" Dih, orang dia yang nanda tanganin surat kontraknya...gw bosnya...dia asistennya, ya terserah gw lah....", ketus reyhan sambil melipat tangan.
".........", Terdiam.
Alyan pun langsung mendekati Felix dan menepuk pundaknya yang sedang mengemudikan mobil.
" Felix...", Ujar alyan.
" I-iya nyonya muda? ", Canggung.
" Keknya lu salah milih bos deh felix, mending lu ngundurin diri", gumam alyan.
" Ma-maaf nyonya tapi aku sudah berjanji akan setia pada tuan muda sampai masa kontrak ku habis", canggung.
" Kapan masa kontrak kerja lu habis?", Tanya alyan.
Disaat mereka sedang mengobrol, reyhan hanya mendengarkan dan melihat keduanya berbicara didepannya, dengan raut wajah yang serius dan cemburu.
" Be-beberapa tahun lagi ", jawab felix.
" .... ", alyan hanya terdiam, ia masih tidak mengerti kenapa felix setia dengan reyhan. Padahal menurut alyan, jika reyhan itu terlalu banyak memberikan pekerjaan padanya sehingga ia pun tidak bisa mencari pasangan.
Tiba-tiba reyhan menarik tangan alyan hingga akhirnya ia pun jatuh ke pelukan reyhan. Alyan tidak bisa bernafas karena wajahnya ditutupi oleh reyhan sendiri, ia tampak terus memberontak namun tetap saja tidak berhasil melepas pelukannya.
" Lepasin gw anj-!", Ketus alyan.
" Gak, inilah hukuman buat lu kalo ngobrol berdua ama cowok lain didepan gw." ujar reyhan.
" Woyy, lu mau gw mati hah?!", Semakin memberontak.
" Gak akan, lu kan manusia yang susah mati ",bercanda.
" Mony*t!!"
Felix yang melihat hal tersebut hanya bisa terdiam, ia pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Yang ia bisa lakukan adalah meratapi nasibnya sebagai jones dan hidup sebagai asisten reyhan
Semangat nyonya muda, aku tetap akan menjadi pendukung mu......disaat genting saja hiks. Batin felix.
Bersambung.....
Mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️
...****************...
__ADS_1
Author: Bosen ya sama ceritanya karena konfliknya belum muncul juga 😌. tenang kok nanti bakalan ada yang konflik di tengah-tengah alur, nantinya semua rahasia di novel ini bakalan terungkap satu persatu makanya pantengin terus ya ❤️💐