
Keesokan harinya.....
Pagi yang sangat cerah, kicauan burung pun mulai bernyanyi. Cahaya sinar matahari mulai memancar memasuki Jendela kamar hotel, lalu sinar matahari tersebut mulai Menyilaukan mata alyan yang sedang tertidur. Perlahan-lahan Alyan mulai membuka matanya, tampaklah Reyhan yang sedang menatapnya Sambil tersenyum.
" Selamat pagi sayang", ujar Reyhan, ia pun mengecup kening alyan.
" Oh, selamat pagi", jawab alyan yang masih belum setengah sadar.
"Eh...tunggu dulu~", lanjut alyan. Ia pun menatap Reyhan dengan serius, lama-kelamaan ia sadar bahwa Reyhan baru Saja mencium kening. Seketika wajahnya langsung memerah dan langsung menampar wajah Reyhan.
PLAKKK
"Aww Anj*ng!....Napa lu nampar gw g*blok!?", Ketus Reyhan.
" Setan lu!...sembarangan nyium kening orang!"
" Ya apa salahnya?...gw kan suami lu, jadi terserah gw mau nyium atau kagak", jawab Reyhan Sambil mengelus pipi yang memerah.
"I-iya juga sih, gak salah tapi jangan main nyosor aja!"
"Iye-iye serah lu, cewek selalu benar ", ujar Reyhan. Melihat Reyhan yang kesakitan karena tamparannya itu, ia menjadi tidak tega dan merasa bersalah atas sikapnya itu.
" Sakit ya?...maaf tadi gak sengaja, keknya gw terlalu kenceng namparnya." mengelusi pipi Reyhan.
" Iya gapapa, udah biasa diginiin Ama Zelda."
" Hah! Lu Sering ditampar Ama Zelda, memang gak bengkak pipi lu?", Tanya Alyan.
" Bengkaklah!"
" Terus sembuhnya dikompres pake es batu?", Tanya Alyan lagi.
" Enggak, pake kecupan aja langsung sembuh.", Reyhan pun tersenyum sinis sambil menatap alyan. Melihat reaksi dan jawaban Reyhan, ia langsung kesal dan jengkel kepada Reyhan yang tidak serius.
" Gila lu, gak masuk akal g*blok!....lu ngelakuin kek gitu cuman buat modus doang!", Ketus Alyan.
" Emang iya, hahaha"
" Dasar cowok cab*l!...harus dikasih paham ni anak!" , Dengan sigap alyan langsung mencubit perut Reyhan dengan kencang.
" Woy sakit!...jangan dicubit dongo!", Ujar Reyhan sambil meronta-ronta.
karena Reyhan terlalu memberontak akhirnya Alyan jatuh dalam pelukan Reyhan dan secara tidak sengaja mencium pipinya. seketika mereka hanya diam dan saling bertatapan, namun hal romantis tersebut tidak berlangsung lama. Alyan langsung memasang wajah kesal dan jengkel, walaupun wajahnya memerah karena malu namun hatinya tetap kesal.
__ADS_1
" DA-DASAR, TUKANG MODUS!", Teriak alyan. Ia pun melayangkan tangannya dan menampar wajah Reyhan lagi.
PLAKKKK
" Aww sakit Mony*t!...", Gerutu Reyhan.
Reyhan sontak langsung memegang kedua tangan Alyan, sehingga alyan dalam posisi terlentang ditempat tidur dengan tangan yang digenggam oleh Reyhan dipinggir kepalanya. Ia pun langsung menindih tubuh Alyan yang masih terkejut dengan perbuatan Reyhan. Alyan yang mulai sadar ia langsung meronta-ronta.
" Tenanglah Alyan, gw tau kalo kita cuman pasangan yang dijodohin tapi kewajiban kita tetaplah harus dijalani....", Ujar Reyhan.
" Alyan, gw juga sebenernya masih belum siap jadi seorang ayah tapi ini semuanya demi ayah gw yang sekarang lagi sakit keras, jadi gw mohon kerjasamanya...", Lanjutnya.
Alyan hanya bisa terdiam mendengar ucapan Reyhan. Ia benar-benar paham tentang apa yang dikatakan oleh Reyhan, namun hatinya tetap saja tidak siap untuk menjalani kehidupan yang baru. Namun, apapun resikonya tetap harus ia lakukan karena itu memang sudah kewajibannya sebagai seorang istri untuk melahirkan seorang anak.
" Gw paham kok, masalah siap gak siapnya gw bakalan ambil resikonya....tapi gw mohon setelah gw melahirkan seorang anak buat lu, tolong jangan pisahin gw ama anak ini...gw juga pengen ngerawat dia", ujar alyan.
" Tenang aja kok, gw gak sejahat itu...gw gak bakalan misahin seorang anak dengan ibu kandungnya."
" Emm, terima kasih untuk kepercayaannya." gumam alyan.
" Emm, kalo begitu kita mulai saja.", Ujar Reyhan. Alyan pun mengangguk secara perlahan, walaupun hatinya tidak rela bahwa dia tidak akan menjadi gadis yang perawan lagi tapi ini semuanya sudah takdir yang tuhan berikan.
~ selamat makan ~
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Alyan yang sedang tertidur pulas langsung terbangun karena rasa sakit dipahanya. Ia hanya bisa menutupi tubuhnya dengan selimut.
Ukh, sakitnya...gak gw sangka akhirnya gw melepas keperawanan gw juga, batin alyan.
Ia menatap Reyhan yang sedang tertidur pulas di sampingnya, ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding.
Sudah jam 12 siang, sebentar lagi adzan dhuhur, sebaiknya gw bersih-bersih dulu deh, batin alyan.
Ia pun menatap Reyhan dan membangunnya karena ia sulit sekali berjalan jadi ia membutuhkan bantuan untuk menuntunnya ke kamar mandi.
" Rey, Reyhan bangun ", ujar alyan sambil menggoyangkan tubuhnya.
" Emm, apa?", Tanya Reyhan dengan suara serak.
" Anterin gw ke kamar mandi "
" Kan lu bisa jalan sendiri kali." ujar Reyhan sambil menggosok-gosok matanya.
" Heh! Paha gw sakit woy, kagak bisa jalan gara-gara lu ", ketus Alyan.
__ADS_1
" Iya-iya, bentar gw ambil Bathrobe dulu ", setelah mengambil bathrobe yang ada disampingnya. Ia langsung beranjak dari tempat tidur dan memakai bathrobe, karena tidak tega dengan alyan. Akhirnya ia mengangkat alyan ala bridal style dengan selimut yang masih melilit ditubuh alyan, alyan sedikit terkejut namun ia hanya bisa pasrah karena pahanya yang semakin lama semakin perih jika ia banyak bergerak.
Setelah sampai di kamar mandi, Reyhan langsung menurunkan alyan di Bathtub secara perlahan. Tak hanya itu, ia pun menyalakan kran air juga. Alyan hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa. Tiba-tiba Reyhan membuka bathrobe yang melilit ditubuhnya dan langsung naik ke bathtub. Sontak alyan terkejut dan berteriak.
" Aaaaa!!...NGAPAIN LU BUKA BATHROBE NYA DONGO!!! ", Teriak alyan sambil menutup matanya.
" Ya mandi lah oon!...yakali gw tidur! ", Jawabnya.
" Mandi berdua maksud lu?! "
" Ya iyalah, lagian lu juga ngapain sih...masih make selimut, lu mau tidur atau mandi?! ", Ujar Reyhan sambil menarik selimut yang melilit ditubuh Alyan.
" Ja-jangan! ", Teriak alyan.
Akhirnya selimut tersebut pun terlepas dari tubuh Alyan, dengan sigap ia langsung menutupi tubuhnya dengan tangannya dan membalikkan badannya. Sontak Reyhan terkejut saat melihat banyak luka lebam seperti luka cambuk yang ada di punggung alyan.
" Alyan kenapa ada banyak luka dipunggung lu?! ", tanya Reyhan.
" Siapa yang menyakiti lu ?...jawab! "
Alyan hanya bisa terdiam, ia sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun. Seakan-akan mulutnya sudah terkunci rapat.
" ALYAN! ", Tanpa sengaja Reyhan membentak alyan dengan nada tinggi.
" DIAMLAH!!...LU GAK USAH IKUT CAMPUR MASALAH GW KALO LU GAK TAU APA-APA, GAK AKAN ADA ORANG YANG NGEBELA GW....GAK AKAN ADA KEADILAN DI KEHIDUPAN GW!!!" , Teriak alyan.
" Gak akan ada...gak akan ada yang peduli Ama gw hiks hiks "
Wajah alyan langsung dibanjiri oleh air mata, seakan-akan semua kekesalannya itu tergantikan oleh tangisannya yang histeris. Reyhan yang merasa bersalah karena telah membentaknya, langsung memeluk alyan dan menenangkannya.
" Ma-maaf gw gak sengaja ngebentak lu, maaf ya " , sambil mengelus-elus rambut Alyan.
Semakin lama semakin tangisan Alyan menjadi histeris, Reyhan yang tidak pernah melihat Alyan dalam kondisi seperti ini hanya bisa menenangkannya.
Ada apa dengan alyan yang sekarang, kenapa dia jadi kek gini?...apa maksud dia dengan ' gak akan ada keadilan dikehidupannya ', siapa yang berani menyakiti dia?!....sepertinya gw harus menyelidiki hal ini, batin Reyhan.
Bersambung.....
Mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️
__ADS_1