Hate To Love : Married To The Annoying CEO

Hate To Love : Married To The Annoying CEO
Chapter 9 | Manisnya...


__ADS_3

15 menit kemudian....


Akhirnya mereka berdua selesai mandi, Reyhan langsung memberikan bathrobe kepada alyan yang terlihat lelah dan menggendongnya. Alyan hanya terdiam seribu bahasa, ia sama sekali tidak berbicara sepatah katapun. Setelah sampai di tempat tidur, Reyhan menurunkan alyan di pinggir kasur.


" Biar gw aja yang ngambil baju lu ", ujar Reyhan.


Alyan pun mengangguk, Reyhan hanya bisa menghela nafasnya. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Reyhan sedikit binggung karena ia sama sekali tidak tahu pakaian apa yang akan dipakai alyan di siang hari. Karena khawatir Alyan akan masuk angin jika ia terlalu lama berpikir, akhirnya ia mengambil baju yang simpel seperti kemeja dan celana kulot. Setelah mengambil pakaian alyan, ia langsung memberikannya kepada alyan.


" Ini pakaian lu...emm maaf gw gak tau stylish lu, jadi gw ambil yang simpel aja ", ujar Reyhan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Gapapa.....ada mukena sama sajadah gak?", Ujar alyan dengan suara yang lemah.


" Ada, sebentar gw ambil dulu ", ujar Reyhan


" Emm", gumam alyan.


Syukurlah, akhirnya dia berbicara juga, batin Reyhan.


Reyhan pun mengambil mukena dan sajadah didalam lemari, tak lupa pula ia juga mengambil baju Koko dan sarung. Setelah mengambil semuanya, ia pun langsung menghampiri alyan.


" Kita sholatnya bareng-bareng aja ya, biar gw yang imamin ", ujar Reyhan.


Alyan pun mengangguk, tanpa berbicara sedikitpun. Mereka berdua bergantian untuk memakai pakaian mereka, setelah itu alyan lebih dulu mengambil wudhu lalu disusul oleh reyhan yang selesai menata sajadah. Akhirnya mereka pun melakukan ibadah sholat Dzuhur dengan khusyuk, selesai sholat mereka saling bersalaman dan berdoa.


Reyhan berdoa agar penyakit yang diderita oleh ayahnya segera disembuhkan, ia benar-benar takut jika dirinya harus kehilangan seorang ayah yang sangat ia sayangi. Tak lupa pula, ia mendoakan almarhumah ibu alyan walaupun ia tidak pernah bertemu dengan ibu alyan, namun bagaimanapun juga ia adalah ibu mertuanya yang harus dihormati.


Ya Allah, semoga keluarga baru hamba ini sakinah mawadah warahmah...walaupun hamba tidak menikah dengan seorang wanita yang hamba cintai tapi semoga hamba bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab, tolonglah hamba ini yang hanya bisa mengandalkanmu saja 'Aamiin'.Batin reyhan.


Lalu Dengan posisi Alyan yang berada dibelakangnya,ia juga berdoa sambil mengangkatkan tangannya.


Yaallah, semoga dengan hamba menikah walaupun tidak dengan seorang laki-laki yang hamba cintai....tolong berikan lah hamba kemudahan dalam berumah tangga agar bisa menjadi istri yang baik dan bisa mendidik anak menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah, Ya allah,semoga apa yang hamba terima ini menjadi manfaat untuk hamba 'Aamiin'. Batin alyan


Setelah berdoa mereka pun membereskan sajadah tersebut dan mulai merapihkan kamar. Setelah semua selesai, alyan tampak kelaparan karena belum makan sama sekali. Reyhan yang melihatnya, langsung berinisiatif menghampiri alyan.


" Hei alyan, lu laper gak? ", tanyanya.


" Laper lah, orang dari pagi gw tidur Mulu Ama lu " , sewotnya.


" Hehe, mau makan diluar atau disini? "


" Diluar boleh?"


" Boleh, bentar gw ambil dulu kunci mobilnya." ucap Reyhan


" Okey, siap bosss ", jawab alyan dengan penuh semangat. Reyhan pun mengambil kunci mobil yang ada di atas laci, lalu mereka pun memakai sepatu kets bersamaan. Setelah selesai, Reyhan langsung membuka kunci pintu kamar tersebut.


" Yuk berangkat ", ucapnya sambil membukakan pintu untuk alyan.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju lift secara bersamaan. Para pengawal yang berjaga di depan pintu langsung menundukkan kepalanya. Alyan tampak kebingungan dengan kehadiran mereka semuanya.


" Emm, Rey siapa mereka? " Tanyanya.


" Oh, mereka adalah suruhan ayah...ya bisa dibilang mereka adalah pengawal. " jawab Reyhan.


" Ouh, gitu " , sambil mengangguk.


Akhirnya mereka pun sampai di lantai bawah. saat mereka berjalan, banyak orang-orang yang memperhatikan mereka berdua. Tentu saja mereka mengenal Reyhan sebagai tuan muda kedua dari keluarga Rachman, hanya saja mereka terheran-heran dengan wanita yang ada disampingnya yaitu alyan. Walaupun ayahnya ada pengusaha sukses di Indonesia, namun ia tidak pernah dipublis ke media itulah sebabnya mereka tidak mengenalnya.


Alyan yang tidak merasa nyaman, ia hanya bisa menundukkan kepalanya. Melihat reaksi nya tersebut, Reyhan berinisiatif untuk memegang tangan Alyan.


" Tenanglah, ada gw disini ", ujar Reyhan sambil tersenyum. Mendengar kata-kata itu alyan langsung merasa senang. Ia langsung tersenyum tipis dan menggenggam erat tangan Reyhan.


Entah mengapa gw jadi merasa aman kalo disamping Reyhan, batin alyan.


Setelah itu mereka pun akhirnya sampai di parkiran mobil, reyhan langsung membukakan pintu mobil tersebut untuk alyan. Melihat tindakan reyhan tersebut, alyan melontarkan senyuman pada reyhan dan tentu saja reyhan membalas senyumannya tersebut. Diperjalanan, reyhan sudah membooking tempat makan tersebut agar alyan bisa merasa nyaman saat makan.


" Oh iya, selesai makan gw bakalan ajak lu belanja ya." ujarnya.


" Belanja apa? ", Tanya alyan.


" Beli makanan instan buat ngemil di hotel, takutnya lu malem-malem pengen ngemil ", ujar reyhan sambil mengemudikan mobilnya.


" Hah buat gw? ", Tanyanya.


" Iya dong sudah pasti, kan perut nomor 1 ", ujar alyan sambil tertawa kecil.


" Iya-iya, entar gw nyetok makanan yang banyak tiap bulan..biar lu gak keluyuran kemana-mana "


" Hah?... keluyuran kemana-mana? ", Tanya alyan.


" Ya kan takutnya lu lupa kalo lu udah punya suami dirumah....tar malah keluyuran kemana-mana nyari cowok cakep ", ujar Reyhan sambil tertawa kecil.


" Ya gila kali...dari dulu juga gw gak pernah keluyuran kemana-mana", sewot alyan.


" Masa, emang gak punya pacar? ", ejeknya.


" Punya ", jawab alyan sambil melipat tangan.


" Terus kalo pacaran gimana?... katanya gak keluyuran kemana-mana."


" Kan gw pacarannya pas kuliah, jadi pacarannya di kampus ", ujarnya.


" Ouh gitu....oh iya lu sekarang lagi kuliah S3 kan ? "


" Iya tapi keknya bakalan ditunda dulu deh "

__ADS_1


" Kenapa? ", Tanya reyhan.


" Ya kan gw harus ngurusin lu, ya kali gw tinggalin...apalagi kalo gw udah punya anak, jadi ya bakalan gw tunda "


" Gak usah ditunda, lu kuliahnya dirumah aja...masalah bayarannya biar gw yang urus oke "


" Serius, makasih banyak ya udah mau dibayarin "


" Iya, tapi tetep lu bantuin gw dikantor oke "


" Siap, boss " ucap alyan sambil memberi hormat.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai di mall***, terlihat diarea parkiran tidak ada sama sekali kendaraan. semua serasa sunyi sama sekali tidak ada pengunjung di mall tersebut. Saat memasuki mall, Alyan tampak kebingungan dengan keadaan mall tersebut. ia merasa aneh, didalam mall tersebut banyak toko-toko yang menjual barang-barangnya namun tak ada pembeli sama sekali.


" Rey, kok mallnya aneh sih...mereka semua tokonya pada buka tapi gak ada pengunjung apalagi pembeli ", ucap alyan sambil menarik baju reyhan.


" Ya wajarlah, kan satu mall gw booking ", ujar reyhan.


" HAH!..BOOKING SATU MALL?!...GILA LU REYYY, BUAT APAAN BOOKING SATU MALL?!!! ", Sontak alyan terkejut dengan jawaban reyhan.


" Ya terserah gw lah, mall-mall gw...gw yang ngediriin mau gw booking atau enggaknya, gw ini yang punya ", sewot reyhan.


" Y-ya gak salah sih, tapikan...lu emang gak berlebihan banget ya?...Ampe harus booking satu mall ", tanya alyan. Ia sama sekali tidak mengerti mengapa reyhan membooking mall tersebut.


" Gapapa, lagian gw takut lu risih kalo diliatin orang-orang...soalnya gw belum ngepublis lu, kalo lu istri gw ", jawab reyhan.


" Ditambah lagi, gw baru putus ama zelda...gw takutnya orang-orang curiga kalo lu sebagai orang ketiga diantara hubungan gw sama zelda, kan aneh baru putus beberapa hari langsung punya istri ", lanjutnya.


" Iya sih gak salah...tapi makasih ya, lu mau ngertiin perasaan gw ", ucap alyan sambil melontarkan senyuman manisnya. Reyhan sedikit salah tingkah dengan senyuman manis alyan, ia sama sekali tidak pernah melihat alyan semanis itu.


Manisnya...gak gw sangka alyan kalo senyum benar-benar manis, batin reyhan.


" Gak masalah kok, gw cuman mau jadi suami yang bertanggung jawab aja ", jawabnya sambil mengelus-elus kepala alyan.


" Eumm, insyaallah gw juga mau jadi istri yang berbakti sama suami ", sambil memegang tangan reyhan.


" Aamiin, yaudah yuk kita pesen makanannya ada di lantai atas "


" Yuk ", ucap alyan. Mereka berdua pun saling berpegangan tangan dengan mesra dan berjalan menuju lantai atas.


Bersambung.....


Mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.


jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️


happy reading 📚❤️

__ADS_1


__ADS_2