
Beberapa menit kemudian...
Akhirnya mereka sampai di mansion milik reyhan pribadi. Alyan tercengang melihat mansion milik reyhan yang sangat besar layaknya sebuah istana. Setelah felix memarkirkan mobilnya, alyan dan reyhan keluar dari mobil tersebut. Reyhan langsung menarik tangan alyan dan mengajaknya masuk kedalam.
" Yuk masuk." ajak reyhan.
" T-tunggu dulu, barang-barangnya gimana?", Ujar alyan sambil menarik tangan reyhan.
" Udah biarin aja, nanti sama yang lain dimasukin ke dalem " , sambil menggendongnya ala bridal style.
Alyan tentu saja terkejut, ia pun langsung memeluknya dengan erat agar tidak jatuh.
" Woyy, turunin gw anj-", ujar alyan sambil meronta-ronta.
" Milih diem atau mau gw lempar ke sungai hah? ", Tersenyum sinis.
" Emang disini ada sungai? ", Tanya alyan sambil mengernyit heran.
" Ada kok di belakang mansion, emang suara airnya gak kedengeran?", Ucap reyhan.
Alyan pun langsung Terdiam agar ia bisa mendengarkan air sungai yang dikatakan oleh reyhan tadi dan benar saja terdengar suara air sungai dari belakang mansion. Melihat situasi tersebut, reyhan langsung berjalan menuju kedalam mansion. Saat memasuki mansion tiba-tiba para pelayan yang ada di dalam mansion langsung menyambut kedatangan mereka berdua dengan hormat.
" Selamat datang tuan muda dan nyonya muda", salam hormat mereka semuanya.
Alyan sedikit malu karena ia dalam posisi di gendong oleh reyhan. Namun, alyan pun tercengang oleh fasilitas yang mewah ala kerajaan luar negeri serta ruangan yang sangat luas. Reyhan tak mempedulikan hal tersebut dan langsung menggendong alyan ke kamar pribadi. Sesampainya disana, ia pun melempar alyan ke kasur secara perlahan agar alyan tidak terlalu kesakitan.
" Aww, sakit gobl*k!...Napa lu ngelempar gw?!", Merengek kesakitan.
Tiba-tiba reyhan menaiki tubuh alyan dan menindihnya, setelah itu ia pun melepas kancing baju satu persatu. Tentu saja hal tersebut membuat alyan takut dan langsung menutupi dadanya dengan tangan.
" E-elu mau ngapain dongo!", Tanya alyan dengan gugup. Lalu wajahnya mulai memerah saat reyhan memperlihatkan tubuhnya yang sixpack.
" Ya mau nagih janji lah", tersenyum mes*m.
" J-janji apaan?!....gw gak bilang janji ama lu! ", Kesal.
" Tapikan tetep itu udah tanggung jawab lu sebagai istri" , tersenyum.
" Jadi jatahnya tetep 2x lipat dari sebelumnya ya...Saaa....yanggg", lanjutnya. ia pun perlahan-lahan mulai mendekati wajah alyan.
" I-ini masih pagi loh rey....REYYY!!!!", Kesal.
Akhirnya mereka berdua melakukan olahraga pagi ( ytta 'yang tau-tau aja' 🌚 ), sebelum pergi ke mansion, reyhan sudah memberitahukan kepada felix agar tidak menggangunya saat ia bersama alyan dikamar. Jadi barang-barang mereka berdua disimpan dikamar sebelah terlebih dahulu.
****************
Di siang hari, kamar benar-benar hening dan hanya terdengar suara air sungai yang mengalir serta burung-burung yang berkicauan. Alyan dan reyhan tampak sedang tidur dengan nyenyak, mereka benar-benar kelelahan setelah melakukan perjalanan dari hotel ke mansion.
Tiba-tiba ponsel milik reyhan berbunyi, ia langsung terbangun dan mengambil ponselnya yang ada diatas laci. Merasa terganggu, alyan perlahan-lahan membuka matanya namun reyhan menepuk-nepuk kepalanya agar ia tertidur.
" Sttt, udah tidur lagi....", sambil mengelus-elus kepala alyan. Ia pun akhirnya tertidur dengan pulas sambil memeluk reyhan.
Melihat kondisi tersebut reyhan langsung mengangkat teleponnya dan mengeluarkan suara yang kecil agar tidak membangunkan alyan yang sedang tertidur.
📲 Reyhan : " halo, ada apa Daniel? "
📲 Daniel : " halo bosssss, selamat siang ", senang.
📲 Reyhan : " Apaan nelpon gw?! kalo gak penting gw matiin telponnya!....ngeganggu orang tidur aja!", Ketus reyhan.
📲 Daniel : " Hehehe, sorry bos....gw mau ngasih tau lu infomasi yang lu suruh beberapa hari yang lalu."
📲 Reyhan : " Oh gitu, jadi informasinya udah ketemu...okelah kita ketemuan di tempat bar."
__ADS_1
📲 Daniel : " Okey bos ", penuh semangat.
📲 Reyhan : " thanks ya bro ", tersenyum.
📲 Daniel : " Sama-sama boss "
📲 Reyhan : 'menutup telepon'
[Flashback on ]
Beberapa hari yang lalu...
Reyhan dan alyan datang ke bandara Soekarno Hatta untuk bertemu dengan keluarga Rachman, karena hari ini mereka akan berangkat ke singapura untuk merawat tuan Rachman. Saat mereka berdua datang, tampak raut wajah bahagia keluarga Rachman dari kejauhan. Tuan Rachman tampak duduk di kursi roda dengan beberapa dokter disampingnya. Setelah itu mereka bersalaman kepada keluarga Rachman.
" Bagaimana kabar kalian?", Ujar nyonya Rachman.
" Alhamdulillah sehat bu....kalo ibu gimana kabarnya?", Ujar alyan sambil melontarkan senyuman.
" Alhamdulillah sehat juga......Oh iya, gimana prosesnya?", nyonya Rachman pun tersenyum.
" P-proses apa?", Tanya alyan dengan penuh keheranan. Reyhan yang mendengarnya pun kebingungan saat ibunya bertanya seperti itu.
" Maksud ibu, proses untuk mempunyai anak....kau tidak pingsan kan saat melakukan prosesnya.", Sambil mengelus-elus rambut alyan.
Mendengar hal itu alyan langsung tertunduk malu, wajahnya memerah karena perkataan mertuanya sendiri. Reyhan yang mendengarnya pun tentu saja malu dan canggung, ia langsung terbayang-bayang saat alyan pingsan di pertengahan.
" I-ibu ayolah jangan bahas itu", ujar reyhan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
" Memangnya kenapa?...ibu hanya ingin memastikan alyan baik-baik saja saat kau melakukannya." Ujar nyonya sambil mendekati alyan.
" Lagian saat melihat wajahmu itu, sepertinya kau terlalu brutal." Canda nyonya Rachman.
" Enggak, aku melakukannya dengan lembut!... tanya saja alyan, dia kan yang merasakannya", ujar reyhan sambil menunjuk kearah alyan.
" Ya maaf, gw gak sengaja", gumam reyhan.
" Mony*t lu!", Gumam alyan.
" Tenang aja alyan, mungkin waktu pertama kali sakit tapi lama kelamaan nanti juga kamu menikmatinya...iyakan sayang", ujar nyonya Rachman sambil melontarkan senyumannya kepada tuan Rachman.
" Iya tentu saja sayangku", ujar tuan Rachman.
Wajah alyan semakin lama semakin memerah, ia hanya bisa tertunduk malu. Sedangkan Reyhan yang mendengarnya pun tentu merasa canggung, Lalu ia pun mendekati alyan dan berbisik.
" Anggap aja ini kode keras mereka, biar kita cepet-cepet punya anak...lu gak usah malu oke", bisik reyhan.
" Emm" gumam alyan.
Tiba-tiba rei menghampiri reyhan dan menepuk pundaknya dari belakang, reyhan pun menoleh dengan wajah yang serius.
" Rey, ada yang mau gw omongin dulu tentang informasi itu", ujar rei.
" Oke, kita cari tempat yang agak sepi", ucap reyhan.
Reyhan pun mendekati alyan dan memegang tangannya.
" Alyan, gw mau ngobrol dulu sama kakak ya...tar gw balik lagi "
" Ngobrolnya dimana?...lama gak?", Tanya alyan sambil menarik tangan reyhan.
" Enggak jauh kok, sebentar doang", mengelus-elus rambut alyan.
" Oh oke"
__ADS_1
Lalu reyhan dan rei berpamitan kepada orang tua mereka, setelah itu mereka pergi untuk mencari tempat yang agak sepi. Dirasa sudah menemukan tempat yang sepi, rei tetap waspada agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka.
" Gimana infonya udah ketemu?", Ucap reyhan dengan wajah yang dingin.
" Belum sepenuhnya, gw cuman dapet informasi tentang identitas alyan", ujar rei melipat kedua tangannya.
" Gimana hasilnya?!"
" Marga Shena, ibu alyan memiliki nama asli keylin Shena....ia seorang gadis yatim piatu. Menurut info yang gw dapetin kalo tuan Anggra dan ibu alyan menikah pada tanggal 25 Februari 2000, dan alyan lahir pada tanggal 09 Juni 2000....lu paham gak?", Ujar Rei dengan tatapan yang serius.
" T-tunggu dulu, mereka menikah pada tanggal 25 Februari 2000 dan alyan lahir tanggal 09 Juni 2000...bagaimana bisa hanya kurun waktu 4 bulan alyan bisa lahir?!...jangan-jangan!!!"
" anak diluar nikah!", Ucap mereka berdua secara bersamaan.
" G-gak mungkin alyan gak mungkin anak diluar nikah kan?!", Ujar reyhan sambil menggaruk kepalanya.
" Tapi rey, gw juga ada yang aneh sama tanggal kelahiran kakak alyan."
" Ravela?...ada apa dengan dia?"
" Tanggal lahir ravela adalah 20 Januari 1998, sedangkan pernikahan tuan Anggra dengan ibu tirinya alyan yang sekarang adalah tanggal 18 Oktober 2005....itu semakin aneh, kenapa tanggalnya tidak akurat!", Sambil Menggaruk kepalanya dengan mengunakan kedua tangannya.
" Ckk, kok jadi gini sih....gw jadi puyeng!"
" Rey lebih baik lu minta bantuan ke temen hacker lu....soalnya semua informasinya ditutup rapat-rapat.", Ujar rei sambil memegang kedua bahu reyhan.
" Daniel?....hmm okelah gw minta bantuan ke dia aja, thanks ya kak buat infonya.", Sambil melontarkan senyuman.
" Sama-sama, maaf gw cuman bisa ngasih info segini doang."
" Gapapa kok..."
Setelah itu mereka kembali untuk menemui yang lainnya, tuan Rachman dan nyonya Rachman tampak sedang menunggu mereka berdua. Saat reyhan menghampiri alyan, ia langsung mencubit tangan reyhan dengan penuh kekesalan.
" Katanya sebentar tapi kok lama!!!...ish kesel deh", kesal.
" Hehehe, maaf-maaf tar abis dari bandara kita mampir beli es krim ya.", sambil mengelus-elus rambut alyan.
" Janji ya!", Bete.
" Iyaa janji...", mencium pipi alyan.
Melihat kemesraan mereka, tuan Rachman tampak senang melihat mereka berdua bisa akur dan saling melengkapi satu sama lain.
" Kalian benar-benar akur ya", ujar tuan Rachman.
" Eh i-iya..." ,ujar reyhan.
Akur dari mananya coba?!, Batin mereka berdua.
Lalu sang pilot menghampiri mereka dan mengatakan bahwa pesawat pribadi mereka sudah siap, keluarga Rachman pun berpamitan kepada alyan dan reyhan. Mereka mohon doanya agar tuan Rachman cepat diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Mereka berdua pun mengangguk dan bersalaman, reyhan tampak memasang raut wajah sedih. Ia seakan-akan takut jika kehilangan seorang ayah yang sangat ia cintai. Melihat hal itu alyan langsung menepuk-nepuk pundak reyhan dan langsung memeluknya, sontak reyhan terkejut dengan hal tersebut. Namun, ia menerima pelukan alyan dan mengelus-elus rambut alyan lagi.
Setelah pesawatnya lepas landas, mereka pun pergi meninggalkan bandara dan mampir ke toko es krim sesuai janji reyhan.
Flashback off
Bersambung.....
Mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️
__ADS_1