
Keesokan harinya.....
Dipagi hari yang sangat cerah dengan kicauan burung yang merdu, banyak orang yang menikmati momen tersebut. Namun tidak dengan Reyhan, ia terus gelisah karena 2 hari lagi dirinya akan menikah. Tetapi, Reyhan sama sekali belum memberitahukannya kepada kekasihnya yaitu Zelda. Setelah sarapan ia hanya mondar-mandir kesana-kemari sambil memegang ponselnya, sesekali ia melihat nomor Zelda. Awalnya Reyhan Ingin menelponnya, tapi ia tak punya keberanian karena ia sangat mencintai zelda dan tak ingin kehilangannya.
" Oke, Reyhan tenangkan dirimu.... walaupun itu akan menyakiti hatinya.... namun jika kau tak mengatakannya bahwa kau akan menikah, itu sama saja dengan kau berselingkuh dan itu akan semakin menyakitinya....", Ucap Reyhan. ia lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.
Dengan penuh keberanian, Reyhan akhirnya menelepon Zelda. Namun, ponselnya tak diangkat sama sekali, ia terus mencoba beberapa kali untuk menelepon Zelda namun tetap tak diangkat. Tak berselang lama akhirnya Zelda mengangkat teleponnya, Reyhan akhirnya bisa tenang, ia sedikit khawatir karena Zelda tak mengangkat telepon darinya.
" Halo sayang ada apa kok nelepon aku terus?...", Tanya zelda.
" eh iya maaf tadi aku baru selesai syuting...kamu tahukan sekarang aku sudah menjadi artis." , Lanjut Zelda.
" Oh iya, aku lupa sekarang kamu sudah jadi artis ya hehehe....emmm,ngomong-ngomong Kamu ada waktu gak? ", Gumam Reyhan.
" Ada, memangnya kenapa?..", tanya zelda lagi.
" kita jalan-jalan yuk ke mall ***, apapun yang kamu mau aku beliin deh." , Ujar Reyhan dengan penuh semangat.
" Oke deh, entar aku tungguin di parkiran ya.", Ujar Zelda.
" Siap sayangku...", balas Reyhan. Ia pun langsung menutup telepon tersebut dan pergi ke mall ***. Beberapa menit kemudian, akhirnya ia sampai dan mulai mencari Zelda. Zelda yang menyadari kedatangan Reyhan langsung berlari ke arahnya dan mencium pipi Reyhan. Sontak hal itu membuat Reyhan Terkejut, akan ia tampak sangat senang jika sedang bersama Zelda.
Sesuai dengan janji Reyhan, ia akan membelikan apapun yang diinginkan Zelda. Setelah puas berbelanja, Mereka berdua pun mampir ke salah satu cafe bintang 5 milik Reyhan. Ia pun memangil salah satu pelayan tersebut, lalu pelayannya langsung menghampiri mereka.
" Selamat siang tuan muda, anda ingin memesan apa? ", tanya Pelayan sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
" Aku ingin memesan 2 crispy chicken, 1 Ice Blend Coffee, dan 1 Caffe Latte.", Ujar Reyhan. Pelayan itu pun langsung mengangguk dan menulis semua pesanan milik mereka.
" Baik, kalau begitu saya permisi dulu... pesanannya akan segera siap.", Ucap pelayan tersebut sambil tersenyum. Lalu ia pun pergi meninggalkan meja yang diduduki Mereka berdua.
Tak berselang lama, makanan yang dipesan akhirnya datang. Mereka berdua pun menyantap makanan tersebut, Zelda benar-benar manja ia meminta Reyhan agar menyuapinya. Reyhan pun mengikuti keinginan Zelda, mungkin ini adalah suapan terakhir kali untuk Zelda. Mereka tampak romantis sekali, Saat Reyhan menyuapi Zelda, bahkan orang-orang yang berada di sana pun sangat iri melihat keromantisan mereka berdua.
Setelah selesai menghabiskan semua makanannya, Zelda hanya sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Reyhan ingin sekali membicarakan tentang pernikahannya, ia pun meremas jari-jarinya dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan agar ia bisa berkata yang sebenarnya.
" Sayang, aku ingin mengakhiri hubungan kita mulai hari ini.", Ujar Reyhan dengan tatapan serius. Mendengar kata-kata itu Zelda Sontak terkejut dan langsung mematikan ponselnya, lalu ia Pun menatap Reyhan sambil mengerutkan keningnya.
" Tu-tunggu dulu... kenapa tiba-tiba sekali, apa alasannya kau ingin mengakhiri hubungan kita?! ", Tanya zelda yang mulai panik.
" Alasannya adalah 2 hari lagi aku akan menikah dengan wanita pilihan ayahku.", balas Reyhan to the point.
" Zelda kumohon tenanglah...aku pun terpaksa Menikah dengan wanita pilihan ayahku, kau tahukan jika beliau sedang sakit keras...aku tak mungkin menolak permintaan." , Jelas Reyhan. Zelda pun mengigit bibirnya dan beranjak dari kursinya, lalu ia pun mengangkat tas Tote bag miliknya.
" Yaudah, jika itu mau kamu silahkan saja... mulai hari ini kita putus! ", Pekik Zelda. Ia pun mulai melangkahkan kakinya dan meninggalkan semua barang belanjaannya, Namun Reyhan menarik tangannya.
" Apa lagi sih?! "
" Zel aku mohon... Semua barang-barang yang pernah aku belikan untukmu tolong disimpan, sebagai tanda permintaan maaf ku dan terima kasihku atas semuanya.", Minta Reyhan.
" Baiklah akan ku bawa!!" , ketus Zelda. Ia pun langsung menarik tangannya dari genggaman Reyhan dan mengambil seluruh barang belanjaannya. Ia pun pergi meninggalkan Reyhan yang mematung sambil menundukkan kepalanya. Orang-orang yang berada di sana pun melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, karena mereka semua tak ingin berurusan dengan putra kedua Keluarga Rachman. Apabila berkomentar mereka semua pasti akan terkena imbasnya.
Reyhan pun bernafas lega karena telah berkata jujur, akan tetapi ia merasa sangat menyesal karena tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Perjodohan Tersebut. Reyhan pun lalu berjalan menuju kasir untuk membayar makanannya, setelah selesai ia langsung pergi meninggalkan mall dengan keadaan hati yang sangat pedih.
__ADS_1
Namun, sebaliknya dengan Zelda, di dalam mobil yang sedang berjalan ia terus menggerutu seakan-akan benar-benar tak menyangka jika Reyhan akan memilih permintaan ayahnya daripada dirinya.
Ck...jika saja kakek tua itu mati lebih cepat, mungkin dari dulu aku sudah menjadi nyonya muda kedua Keluarga Rachman...Dasar Kakek tua!. Batin Zelda sambil mengigit jari telunjuknya.
Sang menejer yang sedang duduk disampingnya, merasa risih dengan sikap zelda yang terlalu arogan, namun apalah daya ia hanya menjalankan tugas sebagai seorang manajer. Apalagi ia tak berani untuk mengkomentari sikap zelda, karena Zelda adalah Anak terakhir dari Seorang Mafia.
...[•_•]...
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Reyhan sampai dirumahnya. ia pun berjalan melewati ruang tamu dan tak menyadari bahwa kakaknya sedang bersantai di sofa tersebut. Rei yang sedang duduk bersantai Langsung memandang wajah Reyhan yang terlihat murung, ia merasa heran dengan wajah Reyhan yang tiba-tiba murung setelah kembali dari mall. sebelum pergi Reyhan sempat berpamitan untuk pergi ke mall ***, untuk bertemu Zelda. Reyhan pun langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memejamkan mata. Rei ingin sekali bertanya, namun ia tak ingin menggangu Reyhan yang tampak sedang murung.
kenapa Reyhan tiba-tiba murung?...apa mereka berdua putus ya?..., soalnya kan Reyhan mau nikah sama wanita pilihan ayah.batin Rei.
Didalam kamar, Reyhan tampak sangat lelah. ia lalu melihat langit-langit kamar sambil merenung kejadian yang ia alami hari ini. akan tetapi, ia masih bertanya-tanya siapakah orang yang akan ia nikahi.
Yaallah semoga orang yang akan Kunikahi bisa menjadi menjadi istri yang baik...Amin. batin Reyhan.
ia pun langsung menutupi wajahnya dengan salah satu lengannya, tak berselang lama Reyhan langsung tertidur dengan pulas. ia benar-benar sangat lelah, setelah mengajak Zelda berbelanja. walaupun akhirnya mereka memutuskan Hubungannya.
BERSAMBUNG.........
mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️
__ADS_1