
Diperjalanan menuju hotel, Alyan Benar-benar sudah tak tahan lagi dengan rasa kantuknya karena ia tidak bisa tidur nyenyak semalam. Akhirnya ia tertidur didalam mobil, Reyhan yang menyadarinya langsung memperlambat mobilnya agar tidak membuat Alyan terbangun dari tidur nyenyaknya. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di hotel yang sangat mewah dan lumayan tenang. Reyhan pun turun dari mobil, Akan tetapi ia tidak tega dengan Alyan yang masih tertidur pulas, akhirnya Reyhan mengendongnya dengan ala bridal style dari lahan parkir hingga kedalam hotel.
Saat didalam hotel, banyak sekali orang yang iri dengan mereka berdua. Apalagi saat Reyhan meminta kunci kamar VVIP yang sudah dipesan oleh Rei, para pelayan wanita yang melayaninya pun iri sekaligus tergila-gila dengan ketampanan Reyhan. Namun Mereka Sadar jika, wanita cantik yang dibawa oleh Reyhan adalah istrinya karena mereka berdua masih menggunakan baju pengantin. Ditambah lagi Reyhan adalah pewaris kedua dari keluarga Rachman yang terkenal, akan tetapi jarang sekali ada yang mengenali Reyhan karena ia sangat low profil.
Setelah mengambil kunci kamar VIP tersebut, ia pun memasuki lift ke lantai paling atas. Namun, saat pintu lift terbuka, mereka berdua disambut oleh beberapa orang berjas hitam dan karpet merah yang ada dilantai, Orang-orang itu pun langsung membungkukkan badannya.
Siapa mereka semua, apakah suruhan ayah?....aku harap salah satu dari mereka bukanlah musuh. Batin Reyhan, ia pun langsung menatap kearah mereka dengan tatapan yang dingin saat melewati mereka.
lalu ada 2 orang yang membukakan pintu untuk Reyhan dan Alyan. Sontak ia terkejut karena isi kamar tersebut dipenuhi oleh bunga mawar dilantai dan juga dikasur, Serta beberapa lilin yang ada dilantai. Reyhan pun langsung melirik kearah mereka semua dengan tatapan mata yang tajam.
Ternyata mereka adalah suruhan ayah untuk menyiapkan ini semua.... syukurlah tidak akan terjadi masalah hari ini. batin Reyhan.
Reyhan pun langsung memasuki kamar hotel, dan menutup pintu tersebut dengan kakinya. Setelah tertutup ia lalu membaringkan tubuh Alyan Diatas kasur secara perlahan agar tak membangunkannya. Dengan hati-hati ia membuka sanggul rambut Alyan agar tidak mengganggu tidurnya, Reyhan terus memandangi wajah Alyan yang sedang tertidur pulas dari tadi.
Tidurnya nyenyak banget... emang dia semalem gak tidur ya?, Batin Reyhan.
Ia pun berjalan menuju pintu dan menguncinya agar tak ada seorangpun yang masuk. Reyhan memutuskan untuk membersihkan diri karena tubuhnya sudah mulai berkeringat dan bau badannya pun mulai tercium. ia lalu mencari handuk di lemari pakaian, ternyata di dalam lemari tersebut semua pakaiannya sudah tersusun apalagi pakaian wanita yang tentu saja milik Alyan. Namun, matanya tertuju pada sepucuk surat yang ada diatas pakaian, ia pun membaca surat tersebut sambil mengerutkan alisnya dan ternyata surat tersebut berasal dari ayahnya sendiri.
' Reyhan 1 Minggu kedepan, kalian berbulan madu lah disini untuk sementara, Lalu baru kalian pikirkan lagi akan berbulan madu kemana.... untuk perusahaan biarkan kakakmu yang mengurusnya dan tolong secepatnya beri aku cucu.'
TTD
Dhani Rachman
" Tidakkah ayah terlalu terburu-buru untuk memiliki seorang cucu!, lagipula aku tak tahu apakah dia mau mengandung anakku atau tidak?...", Ucap Reyhan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Reyhan lalu menyimpan surat tersebut dan mengambil handuk yang ada di dalam lemari. Ia pun berjalan menuju kamar mandi, saat dirinya melihat ke arah bathtub, ia dikejutkan oleh Bathtub yang sudah berisi air bunga serta lilin yang ada disisinya. Reyhan hanya bisa pasrah dengan itu semua, akhirnya dirinya terpaksa harus memakai shower untuk mandi.
Setelah 15 menit, Reyhan akhirnya keluar dari kamar mandi. Namun, ia tidak langsung memakai baju tetapi hanya menggunakan Bathrobe. Ia mengambil surat yang ada di dalam lemari dan memasukkannya kedalam kantong yang bathrobe, setelah mengambilnya Reyhan langsung menghampiri Alyan dan duduk disampingnya. Ia menatap wajah Alyan dan berharap dia akan segera bangun
Perasaan tidurnya nyenyak banget...kapan bangunnya kalo kek gini. Batin Reyhan.
Reyhan pun tersenyum licik, ia langsung memencet hidung Alyan hingga ia tak bisa bernafas.
" Hey bangun putri tidur...lama banget, kapan bangunnya woy? ", Ucap Reyhan sambil memencet hidung Alyan.
Alyan langsung terbangun karena tak bisa bernafas. Ia perlahan-lahan mulai membuka matanya sambil melihat ke arah Reyhan yang sedang tersenyum.
" Akhirnya lu bangun juga Putri tidur...", Kata Reyhan. Ia pun tersenyum manis didepan Alyan.
" Emmm, Reyhan?...", Alyan pun diam sejenak sambil menatap Reyhan yang sedang tersenyum.
" Ada apa sayang? ", Tanya Reyhan.
Alyan pun akhirnya sadar, ia langsung mengerutkan alisnya sambil mengambil bantal yang ada di bawah kepala. Lalu melemparnya kearah wajah Reyhan, Namun sayangnya Reyhan dapat menahan sambil tersenyum terpaksa dengan perasaan jengkel.
" Woy, napa lu tiba-tiba ngelemparnya ke gw?! ", Tanya Reyhan sambil tersenyum terpaksa.
" Dasar m3sum!!, berani-beraninya lu ngedeketin gw!!! ", Ketus Alyan.
__ADS_1
"Oyy memangnya kenapa, bukan kah kita sudah sah menjadi pasangan suami istri?.....seharusnya gw boleh nyentuh lu apalagi ngemakan lu....", Ujar Reyhan sambil tersenyum licik.
" TENTU SAJA GW GAK SUDI!!!! " ,Teriak Alyan. Ia pun melempar pot bunga yang ada di samping Alyan lalu melemparnya kearah Reyhan, akan tetapi tentu saja ia dapat menghindarinya.
BRAK...PRANG...BUGG....BRAK
suara tersebut akhirnya terdengar oleh pengawal yang berjaga diluar, Mereka semua panik setelah mendengar keributan tersebut.
" Hei kenapa di dalam ribut sekali? "
" Apakah tuan dan nyonya baik-baik saja? "
" Kalau begitu ayok kita periksa!" , Para pengawal pun Langsung mendobrak pintu kamar yang terkunci. namun, mereka terkejut saat melihat alyan sedang berada diatas tubuh Reyhan sambil mengangkat jam Beker, sedangkan Reyhan terlihat ingin menghadang jam Beker yang akan dilempar oleh alyan dengan mengunakan tangannya.
Setelah sadar dengan kehadiran para pengawal tersebut, seketika ekspresi wajah mereka langsung terlihat marah.
" KALIAN SEMUA KE..LU..ARRR!!", Teriak mereka berdua. Alyan yang emosi langsung melempar jam Beker tersebut kearah mereka, Untung saja mereka langsung menutup pintu tersebut.
" M-maafkan kami tuan-nyonya!", Ucap mereka semuanya setelah menutup pintu.
" Ckk menyebalkan!" Gerutu alyan.
Melihat Alyan yang sudah tak memegang apapun lagi, Reyhan pun langsung mengambil kesempatan dengan menarik tangan Alyan dan langsung menindih tubuhnya. Alyan sontak terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Reyhan yang secara mendadak ini.
" MAU APA LU, DASAR PRIA MES*M! ", teriak alyan.
"Lu yakin tentang hal ini?", Tanya Alyan.
" Ya, agak terpaksa juga", jawab Reyhan.
"Terus kalo lu gimana?....memang lu mau hamil anak gw?", Lanjut Reyhan.
Alyan tampak binggung dengan pertanyaan tersebut, walaupun ia sudah cukup umur untuk mengandung seorang anak tapi ia masih ragu. Ia takut jika dirinya tidak bisa menjadi ibu yang baik.
" G-gw takut...gw takut gak bisa jadi ibu yang baik", mata alyan mulai berkaca-kaca. Sosok almarhumah ibunya mulai teringat jelas dibenak pikiran. Ia pun mulai meneteskan air matanya, Reyhan yang melihat Alyan meneteskan air mata sedikit terkejut dan langsung mengangkat tubuhnya sembari menyeka air mata alyan.
" Hei, Napa lu nangis...gw gak maksa lu kok, kalo lu belum siap gw juga gak akan maksa. Tar biar gw omongin lagi ke ayah", ucap Reyhan. Ia menjadi tidak tega dengan alyan yang mulai menangis tersedu-sedu.
Untuk pertama kalinya gw baru liat Alyan nangis sampai tersedu-sedu, batin Reyhan.
"Enggak kok, gw nangis cuman karena gw jadi keinget almarhumah ibu gw.", Ucap alyan sambil menyeka air matanya.
"Lu yakin?...lu enggak merasa ditekan banget kan buat cepet-cepet punya anak?"
"Enggak tenang aja kok", jawab alyan sambil tersenyum.
" Yaudah kalo gitu mah, sekarang kita istirahat dulu oke...lu pasti capek dan laper juga kan?",ujar Reyhan.
" Iya pake banget."
__ADS_1
" Sebentar gw pesenin makanannya dulu okey"
" Okey ", jawab alyan dengan penuh semangat.
Reyhan pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu keluar. Saat membuka pintu terlihat para pengawal yang tadi masuk sedang menguping dari balik pintu. Mereka terkejut saat Reyhan membuka pintunya.
" Apa yang kalian lakukan?", Tanya Reyhan dengan tatapan yang tajam.
"Ti-tidak tuan muda!", Jawab mereka dengan serentak.
" Yasudah, kalau begitu pesankan aku makanan berat dan ringan jangan lupa berikan makanan penutup, sediakan juga kopi dan susu coklat...jangan terlalu lama", perintah Reyhan.
" Baik tuan muda akan kami pesankan", ucap mereka semua.
"Bawa masuk saja jika sudah selesai, aku ingin beristirahat sejenak.", ucap Reyhan sambil menutup pintu.
" Baik tuan muda."
Mereka pun langsung pergi untuk memesan makanan yang diperintahkan oleh Reyhan. Reyhan yang belum Menganti baju langsung berjalan menuju lemari dan mengambil baju.
" Hei alyan", ujar Reyhan.
" Apa?"
" Lu gak mau mandi gitu?", Tanya Reyhan.
" Mau sebentar, gw mau ambil handuknya dulu"
" Okey, oh iya baju lu ada di lemari"
" Hah! Baju gw?" , Tanya Alyan dengan muka kebingungan.
" Iya, tuh udah lengkap semuanya"
Alyan pun langsung berlari menuju lemari pakaian, ia terkejut saat melihat semua pakaiannya Sudah lengkap beserta dengan pakaian Reyhan. Wajah alyan seketika memerah ia mulai merasa malu. Reyhan tampak memasang wajah kebingungan.
" Da-dasar mes*m!", Teriak alyan sambil mencubit pipi Reyhan.
"Aww-aww sakit woy pipi gw Ajg!"
Setelah pertengkaran tersebut, alyan pun akhirnya pergi mandi dan Reyhan mulai Menganti pakaiannya sambil menunggu makanan yang dipesan. Dalam beberapa menit akhirnya makanan tersebut pun datang. Setelah kejadian yang begitu panjang dan melelahkan akhirnya mereka bisa beristirahat dengan tenang. Hingga keesokan harinya......
Bersambung.....
Mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️
__ADS_1