Hate To Love : Married To The Annoying CEO

Hate To Love : Married To The Annoying CEO
Chapter 6 | Akad Nikah


__ADS_3

2 hari kemudian....


Waktu telah menunjukkan pukul 08.00 wib. Sudah tiba saatnya untuk melaksanakan akad nikah hari ini, Alyan yang masih berada di rumah merasa gugup karena sebentar lagi ia akan menikah. Alyan pun menatap kearah cermin dan tampaklah dirinya yang mengenakan gaun kebaya berwarna putih yang indah, dengan rambut yang disanggul rapi. Para penata rias pengantin pun terpesona dengan kecantikan Alyan dan terus memuji kecantikannya itu. Alyan hanya bisa tersenyum, jika saja mereka tahu bahwa dulu wajahnya tidak secantik Sekarang mungkin mereka akan terkejut dengan banyaknya bekas luka diwajahnya.


Setelah semuanya selesai, Alyan pun langsung berangkat menuju rumah sakit Bersama orang tuanya. Sesampainya di rumah sakit Ayahnya langsung menarik tangan Alyan dan membawanya ke sebuah ruangan VIP. Didepan pintu terdapat beberapa orang berjas hitam sedang berjaga, lalu mereka pun mempersilahkan Alyan dan orang tuanya untuk masuk keruangan tersebut. Saat Pintu tersebut terbuka, ia melihat seorang laki-laki tua yang sedang terbaring sakit diranjang tersebut dan beberapa orang yang akan menjadi saksi akad. Lalu ada seorang Wanita tua yang sedang berada disampingnya dengan gaun kebaya yang elegan dan disebelahnya adalah Rei dengan jas hitam Serta dasi yang melilit di lehernya. Alyan pun bernafas lega ternyata orang yang akan ia nikahi itu adalah Rei.


Huh...untung yang gue nikahin itu kak Rei bukan si Reyhan. batin Alyan.


Alyan tidak tahu jika dirinya akan menikah dengan Reyhan, karena Saat itu Reyhan merasa gugup jadi ia meminta izin ke toilet sambil menunggu pengantin wanita dan penghulu. dikamar mandi ia terus menarik nafas dalam-dalam dan hembuskannya dengan perlahan. Setelah itu ia pun langsung mengambil wudhu agar lebih tenang, lalu Reyhan pun merapihkan setelan jas hitam, lalu ia juga merapihkan dasi yang melilit di lehernya dan songkok yang ada diatas kepalanya. Saat membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba ada seorang pria berjas hitam melewatinya sambil membawa tas jinjing.


" Pak tunggu!...", Panggil Reyhan. pria berjas hitam itu pun langsung menoleh kearah belakang sambil mengerutkan alisnya.


" Iya, ada apa ya pak? " , Tanya pria tersebut.


" Bapak mau keruangan mana?"


" Oh, saya mau keruangan pak Rachman..."


" Bapak seorang penghulu ya? " , Tanya Reyhan.


" Iya", balas pria tersebut.


" Kebetulan sekali, saya juga anggota keluarga Rachman... bagaimana jika kita bersama-sama pergi kesana.", Ujar Reyhan.


sang penghulu pun mengangguk setuju dengan permintaan Reyhan. Sesampainya di ruangan VIP, para pengawal yang ada didekat pintu langsung membukakan pintu sambil menunduk.


" Selamat datang Tuan muda kedua...", Ucap sang pengawal.


Reyhan hanya Cuek melewati pengawal tersebut. Namun, ia terkejut saat melihat wajah pengantin wanita tersebut, yang sedang duduk di samping ayahnya Sambil tertawa kecil Bersama yang lainnya.


" Alyan?! ", Ucap Reyhan.


Alyan pun langsung menoleh kearah Reyhan dan melihat penghulu ada disampingnya.


" Eh, Reyhan?", Ujar Alyan.

__ADS_1


Kedua orang tua mereka terkejut ternyata selama ini mereka saling kenal, Tuan Dhani pun menyuruh sang penghulu untuk duduk di sofa yang terdapat disebelah kanan ranjang. Sang penghulu pun mengangguk dan melangkahkan kakinya ke arah sofa, Lalu Reyhan menghampirinya ayahnya dan mencium punggung tangan sang ayah sambil tersenyum.


" Rey, kamu kenal sama Alyan? ", Tanya Tuan Dhani.


" I-iya", gumam Reyhan.


" Alhamdulillah kalo begitu, kalian berdua pasti bisa Berumah tangga dengan baik.", ujar tuan Dhani


"Oh, i-iya pah.." , jawab Reyhan dengan ragu.


Tunggu, maksudnya tuan Rachman itu...gue bakalan nikah sama Reyhan gitu?!, Batin Alyan.


Ck, Kenapa harus sama dia sih, entar yang ada perabotan dirumah gue semua ancur!. Batin Reyhan sambil memandang Alyan.


Akhhhhhhhh mampus lah gue, kenapa harus sama Reyhan sih!. Batin Alyan ia pun menghindari pandangan dari Reyhan.


Tuan Dhani langsung menyuruh mereka duduk di dekat penghulu dan Tuan Toni yang sudah menunggu, mereka berdua pun mengangguk dan menghampiri sang penghulu. Setelah mereka duduk bersebelahan Alyan pun langsung merapihkan gaun kebayanya agar lebih rapih, lalu Rei pun menghampiri mereka sambil membawa kain Veil dan memakaikan kain Veil tersebut diatas kepala mereka berdua. Reyhan pun menghela nafasnya dan berjabat tangan dengan Tuan Toni.


“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Reyhan Rachman bin bapak Dhani Rachman dengan anak saya yang bernama Alyan Anggra dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, 1 pulau pribadi, 2 mobil Lamborghini, 2 sertifikat Rumah, Emas 24 karat, 2 Helikopter, 1 pesawat pribadi, 2 kapal pesiar mewah, 5% saham Rachman Dan Sepasang cincin, Tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Alyan Anggra binti bapak Toni Anggra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” , ucap Reyhan dengan lantangnya Membaca Kabul hanya dalam satu tarikan napas.


Kenapa ni anak ngeliatin terus dari atas sampai bawah, apa jangan-jangan dia udah gak sabar lagi!..., Batin Alyan.


Perasaan dari dulu namanya Alyan Shena deh, kenapa tiba-tiba jadi Alyan Anggra?!...gak mungkin dia ganti nama marganya untuk menikahkan?!.., Batin Reyhan Sambil menatap kearah Alyan.


Tuan Toni dan nyonya Ria hanya menampakkan wajah tersenyum bahagia, Jika semua berjalan lancar. Apalagi mahar yang diberikan Keluarga Rachman benar-benar sangat bernilai.


Tak ku sangka, Alyan mendapatkan 5% saham Rachman...walaupun hanya 5%, akan tetapi keuntungannya bisa mencapai milyaran rupiah, benar-benar anak yang berguna. Batin Tuan Toni


ia pun melirik Alyan dan tersenyum sinis kepadanya. Alyan merasa sedang diawasi ia pun melirik ke arah ayahnya dan benar saja, jika ia sedang diawasi oleh ayahnya.


Gawat ayah pasti mengincar semua maharnya untuk dirinya sendiri.... Tidak! Mahar ini bukan miliknya, maka dia tak bisa semudah itu mengambilnya kan ?....,batin Alyan sambil mengerutkan alisnya.


lalu Nyonya Ria dari awal terus didekat Nyonya Tika, ia tergila-gila dengan kalung berlian yang dipakai Nyonya Tika. Karena itulah ia selalu bertanya-tanya tentang kalung tersebut, Nyonya Tika sudah menyadarinya bahwa Nyonya Ria tergila-gila dengan kalung miliknya dan dengan polosnya ia memesan kalung berlian tersebut untuk Nyonya Ria. Tentu saja Nyonya Ria benar-benar bahagia bisa mendapatkan kalung berlian tersebut.

__ADS_1


Acara tersebut selesai hingga pukul 13.00 wib, semua orang yang menjadi saksi akhirnya sudah pergi dan suasana di ruangan tersebut menjadi tenang. Ditambah lagi Reyhan dan Alyan hanya sibuk dengan ponselnya masing-masing sambil duduk santai di sofa, Tuan Dhani pun melirik mereka dan memanggil mereka berdua, Reyhan dan Alyan langsung mengangkat kepalanya dan menghampiri Tuan Dhani.


" Rey, kalian hari ini menginap di hotel saja ya... pasti capekkan jadi kalian berdua istirahat di hotel, Rei sudah memesan Kamar untuk kalian berdua." ,Ucap Tuan Dhani.


" jaraknya lumayan jauh tapi setidaknya kalian perlu beristirahat terlebih dahulu.", Lanjut tuan Dhani.


" Baiklah ayah.", Balas Reyhan.


" Alyan...mulai hari ini kamu akan menjadi istri Reyhan, tolong lakukan kewajibanmu sebagai istri sahnya ya.", Ujar Tuan Dhani sambil tersenyum.


" Baik Tuan Rachman.", Balas Alyan ia pun membalas senyuman tersebut.


" Loh kok masih manggil Tuan Rachman sih?... panggil ayah dong.", Tuan Dhani kecewa karena Alyan tidak memanggilnya ayah.


" Eh maksudku, baik ayah.", Gumam Alyan. Ia tersipu malu setelah mengucapkannya, Lalu Senyuman pun terpancar dari wajah Tuan Dhani. Ia pun langsung memegang tangan kanan Mereka berdua sambil menghela nafas.


" Rey, jaga istrimu oke, dia adalah wanita yang harus kau bahagiakan dan kau lindungi jangan lupa Itu."


" Iya ayah.", Balas Reyhan.


" Dengar, ayah yakin kalian akan menjadi pasangan bahagia dan memiliki keluarga kecil...ayah harap kalian bisa cepat memiliki momongan ya, karena ayah sangat ingin mengendong cucu sebelum ayah dipanggil oleh tuhan.", Ucap tuan Dhani.


" ayah, tolong jangan bicara seperti itu...ingat janjimu untuk berobat ke Singapura sampai sembuh.", Ucap Reyhan dengan tatapan yang penuh harapan.


" Iya, ayah janji.", Ucap tuan Dhani sambil tersenyum.


Setelah itu mereka pun bergantian mencium punggung tangan Tuan Dhani, Tuan Toni dan yang lainnya. Lalu Mereka pun berpamitan untuk pergi ke hotel dan Rei memberitahukan dimana letak lokasi hotel tersebut. Reyhan pun mengangguk mengerti dan mengambil kunci mobil Lamborghini miliknya.


" Assalamualaikum, kami pergi dulu..", Ucap mereka berdua.


" Waalaikumsalam....", Jawab mereka semua.


BERSAMBUNG.........


mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.

__ADS_1


jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️


happy reading 📚❤️


__ADS_2