
Seminggu kemudian...
Waktu telah menunjukkan pukul 22.00 malam. Semua orang telah pulang kerumahnya masing-masing untuk beristirahat, akan tetapi tidak dengan Alyan Ia harus Rela lembur semalam Karena pekerjaannya masih menumpuk. Disisi lain Reyhan pun Masih Bekerja karena Masih ada banyak tugas yang belum terselesaikan, itulah sebabnya Alyan Lembur semalam. Karena Felix sedang ada urusan mendadak jadi ia tak bisa membantu, alhasil hanya tersisa merekalah yang ada di kantor.
" Oi, Kapan beresnya?...gue ngantuk nih.", Alyan Terus menguap ia sudah tidak tahan lagi ingin sekali tidur. Pada akhirnya ia pun tertidur didepan komputer, Sehingga Reyhan pun tidak dapat melihatnya.
" Ya sabarlah, lu pikir Jadi Ceo itu gampang hah!" , Reyhan Terus fokus dengan laptop dan tidak memperhatikan Alyan yang sudah tertidur.
1 jam Pun Telah berlalu, Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Reyhan akhirnya Selesai membereskan semua pekerjaannya. Namun, ia merasa heran karena suasana begitu hening. Saat ia menghampiri Alyan, ia terkejut Saat melihat Alyan yang sedang tertidur pulas.
" Pantesan gak ada yang ngomel-ngomel dari tadi, ternyata orangnya udah tidur ", Reyhan pun Pergi kekamar pribadinya Dan mengambil selimut Untuk Alyan.
Setelah mengambilnya, ia langsung menyelimuti Tubuh Alyan Agar dirinya tidak kedinginan. Ia juga terpaksa Harus tidur di kantor karena Jika Ia meninggalkan Alyan sendirian, itu sangat berbahaya untuk keselamatannya. Lalu, Reyhan pun pergi ke kamar pribadinya dan berbaring diatas kasur sambil memejamkan mata. ia benar-benar bersyukur Karena Alyan bisa bekerja sebagai sekretarisnya, Jika tidak ada Alyan mungkin dirinya akan lembur hingga besok pagi. Tak berselang lama, Reyhan langsung tertidur dengan pulas.
Keesokan harinya...
Waktu telah menunjukkan pukul 04.30 pagi. Reyhan bangun lebih awal dari biasanya, Ia lalu membersihkan diri Dan Menganti pakaian, kebetulan sekali ada beberapa pakaian cadangan yang sering ia Pakai untuk bekerja dikamar tersebut. Setelah itu dia juga memesan makanan untuk mereka berdua, Setelah Selesai Reyhan pun membangunkan Alyan yang masih Tertidur pulas.
" Hey putri tidur Saatnya bangun.." , Reyhan pun menjahili Alyan dengan mencubit hidungnya. Alhasil Alyan tak bisa bernafas dan langsung bersin.
" Hachuuuu...", Alyan pun langsung terbangun dan melihat Reyhan yang ada disampingnya, Ia pun mulai Sadar, jika tadi Reyhanlah yang mencubit hidungnya. Lalu Alyan langsung menarik dasi Milik Reyhan sehingga wajah mereka sangat dekat.
" Apa lu tahu, apa akibatnya kalo ngejahilin gue !? ", Dengan nada mengancam. Alyan Benar-benar kesal dengan sikap Jahil Reyhan.
" Ya mana gue tahu... ", Tiba-tiba Orang yang mengantarkan pesanan sudah datang. Amarah Alyan sudah Mulai mereda jadi ia pun melepas dasi Milik Reyhan, dan pergi ke sofa. Reyhan hanya bisa tersenyum, ia tak menyangka Alyan bisa dijinakkan, Karena biasanya Alyan selalu menghajar orang yang menjahilinya.
Lalu Reyhan pun membayar makanan tersebut dan menyuruh Alyan untuk makan juga, Mereka berdua benar-benar sangat lahap menyantap makanannya. Jam pun sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, Alyan Pun pamit untuk pulang. Entah apa yang merasukinya Tiba-tiba Alyan minta diantarkan oleh Reyhan, Reyhan pun setuju. Akan tetapi ia sedikit heran kenapa Alyan Tidak ingin naik taksi.
__ADS_1
" Tumben minta dianterin, biasanya gak mau? " , Tanya Reyhan sambil menyetir.
" Bukan urusan lu! ", Ketus Alyan.
" Lah kok Marah lagi, hadehhh...", Reyhan hanya bisa pasrah dan Mengantarkan Alyan sampai ke Rumahnya.
Setelah sampai, Alyan berterima kasih kepada Reyhan karena telah Mengantarkannya. Ia pun langsung berlari kedalam rumahnya dan langsung meninggalkan Reyhan, Reyhan hanya bisa menggelengkan kepalanya Dengan sikap Alyan. Ia lalu Melajukan mobilnya Untuk pergi Kerumah sakit Karena Ayahnya sedang dirawat. Saat Alyan membuka pintu dan akan melewati ruang tamu, ia terkejut saat melihat Kedua orang tuanya beserta kakak tirinya sedang duduk di sofa dan melihat kearah Alyan dengan tatapan mata yang tajam.
" Berani sekali kau masih menginjakkan kaki di rumah ini! ", Ujar Kakak tirinya sambil tersenyum sinis.
" Apa maksudmu Ravela? ", Tanya Alyan Sambil mengerutkan alisnya, ia tak mengerti dengan kata-kata kakak tirinya itu. Semenjak kematian ibu kandungnya Alyan tidak pernah memanggil kakak tirinya Dengan sebutan 'kakak'.
" Mmm, sampai kapan kau akan berpura-pura? ", Ucap Ravela sambil melipat kedua tangannya.
" Tentu saja kau tidur bersama dengan seorang pria kan?..... dasar pel*cur! ", Lanjut Ravela.
" Jelas-jelas aku lembur semalam Karena masih banyak pekerjaan di kantor! ", Sahut Alyan dengan ngegas. Lalu, ayahnya beranjak dari sofa dan berjalan ke arah Alyan.
Tiba-tiba ia langsung menampar wajah Alyan dengan keras, sontak hal Alyan Terkejut dan wajahnya mulai terasa panas. Alyan hanya bisa menundukkan kepala, dan tak mengucapkan sepatah kata pun.
" Benar-benar tak tahu malu, seharusnya kau mati saja bersama ibumu waktu itu....Dasar anak haram! ", Teriak ayah Alyan. Ia benar-benar tak menyangka kata-kata itu lagi akan keluar dari mulut sang ayah. Akan tetapi, Alyan malah tersenyum sinis kepada mereka dengan tatapan mata yang tajam.
" Emm, anak haram ya!.....lalu bagaimana dengan Ravela? ", Tanya Alyan sambil memegang pipinya yang Mulai memerah.
" Bukankah dia juga anak Diluar nikah, apalagi ibu kandungnya adalah seorang pelakor! ", Lanjut Alyan. Ibu tirinya yang tidak terima dikatakan sebagai pelakor, ia lalu berdiri dan berlari menghampiri Alyan, setelah itu, ibu tirinya pun langsung menampar wajah Alyan hingga memerah.
" Dasar anak haram, benar-benar tidak tahu malu! ", Ujar ibu tirinya. Ia terus-menerus menampar wajah Alyan hingga wajahnya mulai tergores oleh kuku ibunya dan sedikit berdarah. Namun, Ravela langsung menghentikan perbuatan ibunya dan menyuruhnya berhenti menampar Alyan. Alyan hanya bisa terdiam dan menahan rasa sakit itu, Justru ayahnya Malah tersenyum melihat Alyan tersiksa Oleh ibu tirinya.
__ADS_1
" Sudahlah ibu, jangan pikirkan dia...sekarang yang harus kita pikirkan adalah pernikahanku dengan Alex." , Ujar Ravela dengan senyum sinis sambil melirik Alyan.
Deg, Alyan Benar-benar terkejut saat mendengar kata-kata tersebut. Ia seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan kakak tirinya itu, karena orang yang akan dinikahi oleh Ravela adalah Kekasihnya sendiri.
" Kau ada benarnya juga." , Sahut ibunya.
" Ka-kau akan menikah dengan Alex?!... ti-tidak mungkin, ini mustahil!" , Alyan pun langsung melirik kearah Ravela sambil menggelengkan kepalanya.
" hah! Mustahil?!, Ya bisalah....kan gue hamil anak Alex, gimana sih ! ", Ujar Ravela sambil menyilang kakinya.
Lalu Ravela melempar sebuah amplop besar ke arahnya. Ia pun langsung mengambil amplop besar itu, Saat membuka amplop tersebut terdapat Selembar kertas, yang membuat ia penasaran dan membaca dengan ekspresi wajah yang serius. Ia benar-benar terkejut ternyata surat itu ditandatangani oleh dokter kandungan, yang menyatakan bahwa Ravela sedang hamil 4 bulan. ia tak menyangka jika kekasihnya memiliki hubungan gelap bersama Ravela. Hati Alyan benar-benar sakit seperti dicabik-cabik, padahal dirinya sudah yakin bahwa Alex akan setia kepadanya.
Dengan penuh Amarah, Alyan langsung berlari ke arah Ravela dan menampar wajahnya dengan keras. Sehingga, Ravela meringis kesakitan sambil menangis.
" Dasar pelakor! " , Ujar Alyan.
Ibu tirinya lantas langsung menghampiri Ravela dan mengelus Wajah Ravela yang mulai memerah. Ayah benar-benar Kesal dengan perbuatan Alyan, ia pun langsung menarik tangan Alyan dengan kasar dan membawa ke gudang yang sangat gelap. Alyan terus memberontak, akan tetapi ia tak cukup kuat untuk terlepas dari genggaman tangan ayahnya. Setelah sampai gudang, Ayahnya langsung menarik Alyan untuk masuk kedalam gudang karena tarikan yang sangat keras, Alyan pun terjatuh dan akhirnya ayahnya langsung mengunci pintu gudang tersebut. Alyan terus berteriak untuk tidak dikunci didalam gudang tersebut, Ia benar-benar takut pada kegelapan.
" DIAM!....JIKA KAU TAKUT, KENAPA TIDAK KAU MATI SAJA BERSAMA IBUMU WAKTU ITU, DASAR ANAK HARAM!", Ayahnya langsung membentak Alyan dengan keras, yang membuat Alyan terdiam dan tak mengucapkan sepatah kata pun. saat ayahnya pergi, ia langsung menangis tanpa bersuara akan tetapi hatinya penuh dengan dendam. apalagi ia benar-benar Kesal dan sakit hati akibat Alex menghianatinya.
Alex beraninya kau menghianatiku, Batin Alyan. sambil mengigit bibirnya.
" Suatu hari nanti, aku akan membalas dendam atas perbuatan kalian kepada ibuku dan juga kepadaku, lalu membuat keluarga ini hancur, jangan pernah berharap bisa melarikan diri.", ucap alyan Sambil tersenyum sinis.
BERSAMBUNG.........
mohon dimaafkan Jika ada salah Kata-kata Atau kurang dimengerti karena aku masih belajar Bikin novel.
__ADS_1
jangan lupa untuk vote, like, dan komen ya. ❤️
happy reading 📚❤️