Hati Hayati

Hati Hayati
bunga penganti


__ADS_3

kulihat ia sedang duduk bersila memangku gawe nya, di sofa aku menghampirinya perlahan sambil ku angsurkan segelas Teh hangat,


" mas ini di minum " nada ku lembut


ia hanya melirik ku sekilas. aku tau ini hari pertama kita menikah. bahkan munkin baru beberapa jam aku di halalkanya.ku angap munkin ia hanya sedikit cangung menerima ku. beberapa saat hening dan mas damar bebicara pada ku tampa melirik.


" kamu tidak usah repot-repot menjadi istri di kamar ini, karna aku belum tau akan melakukanya kapan. dan juga kalou bukan karna ibu munkin aku tidak akan melakukan semua ini " ucapnya sambil meningalkan ku di sofa. dan menuju kamar mandi


seketika hatiku, berkecamuk seperti di terjang badai, aku tau pernikahan ini atas dasar perjodohan tapi tidak bisakah ia tidak seketus tadi,


air mata ku langsung jatuh membasahi lingerie unggu muda yang ku kenakan. langkah ku berat dan terbata menuju ranjang tidur. aku tak.menyangka malam pertama ku akan sekacou ini. ku tatap sudut kamar yang penuh dengan bungga melati segar.dan meja rias yang di penuhi bungga mawar merah merekah.


ku tatap sekali lagi wajah ku di cermin.


yang begitu kacau.


" iyah ini benar kamar pengantin ku." gumam ku dalam hati sambil Terisak.


tak berpikir lama langsung ku baringkan Tubuh ku. di kasur dan menutup sekujur Tubuh ku dengan bed cover, tangan ku meraba mematikan lambu kamar tidur agar penyamar tanggisan ku tak di ketahui oleh mas damar.


ku dengar suara shower kamar mandi yang berhenti. ku lihat dari dalam selimut,ia hanya mengkenakan handuk yang melipat di pingang nya, hanya menutupi sebagian dengkul.


wajah yang tampan bah.aktor dalam dunia Filem Bollywood.rambut ikal yang selalu mengoda. bahkan selalu menjadi incaran kaum hawa. kini ia Telah menjadi suami ku. namun sikap nya begitu dingin pada ku.


entah sampai kapan aku akan bertahan dengan sikap ia yang amat menjengkelkan.


pagi hari pertama, kulihat ibuk yang sudah mendahului kami di meja makan.


" pagi cah ayu." sapa ibu mertua pada ku.


kulihat senyumnya yang begitu sumringah.melihat kita berdua keluar kamar dengan rambut yang basah. kita menjalani peran sebagai sepasang kekasih yang baru menikah di luar kamar.


namun tidak di dalam kamar,sikap mas damar begitu dingin pada ku.


" hari ini,ngator kamu mar? " tanya ibu mertua pada mas damar.

__ADS_1


" masuk saya bu " nadanya melembut


aku tak menyangka ia bisa selembut ini ketika di hadapan ibu nya. gumam ku dalam hati


setelah selesai. sarapan pagi kami mengantar mas damar menuju mobil. di sini lah peran kami di mulai, aku mencium punggung tangan. mas damar dan ia mencium kening ku.


ibuk tersenyum melihat kemesraan kami. namun sayang ini hanyalah kepura puraan, semata setelah kupastikan mas damar sudah memasuki mobilnya aku langsung masuk ke kamar kutingalkan ibu. yang masih berdiri di teras depan.


air mata ku jatuh lagi, saat memasuki kamar ini. rasanya seperti mimpi dan aku bagaikan di terbangkan lalu di jatuhkan.


kupikir ia adalah jawaban dari doa'doa,ku


ku pikir ia adalah mustika ku bahkan yang kelak aku kan melahirkan. keturunan nya


namun ternyata dugan ku salah.


" ndukk..tok..tokk " suara ibu mertua menbuyarkan lamunan ku.


" ngih buk " kubuka pintu sambil kuhapus sisa air mata yg masih menempel di pelupuk mata ku.


" ibu mau.haruni masakin apa? " tanya ku balik


" ibu lagi pengin makan pepes tahu nduk, sama biasanya mas mu. seneng banget kalou bikin pepes ikan " ucap ibu sambil tersenyum.


" yh sudah haruni kepasar yah bu. " jawab ku sambil bersiap menuju pasar.


sesampainya di pasar. aku membeli semua kebutuhan dapur dan tak lupa ku beli jajanan pasar kesukaan ku ya itu getuk.


makanan khas jawa yang Terbuat dari singkong. sejak jaman mondok dulu aku dan salsa selalu membeli getuk pada mbok yem. saat.acara pertandingan bola MTS di bojong sari. aku jadi ingat salsa dua bulan yang lalu ia menikah tampa perjodohan seperti ku.


setelah ku bayar semua sayur serta ikan yang ku beli. aku langsung pulang di jalan aku berpapasan dengan Teman lama ku handayani. ia juga pengantin baru.tapi kulihat suaminya begitu menyayangi nya.


" ehh. haruni udah mau pulang aja? " tanyanya sambil menyapa


" iyah. yan aku duluan yah " jawab ku sambil Tersenyum.

__ADS_1


sesampainya di rumah. aku langsung membereskan belanjaan ku. kulihat ibuk sedang menyiram tanaman di kebun belakang.


" ndukk. sudah pulang kamu? "


" sudah bu, baru saja haruni sampai " jawab ku sambil mencuci ikan kembung.


ibu menghampiri ku di dapur.


" oyah nduk. barang kali nanti malam kamu mau tidur di kamar belakang sama mas mu?" tanya ibu mertua pada ku.


jawaban yang sulit aku ucapkan. sebab untuk apa di siapkan kamar sebagus apa pun dan setenang ap pun. putranya memang dingin dan engan menyentuh ku. aku tau munkin ia belum mencintai ku.


" ndukk..di tanya ibuk ko meneng "


" hehee.. maaf bu. nglamun tadi aku,kalou aku sih manut mas damar aja bu. di kamar depan juga saya sudah nyaman ko bu ." ucap ku pada ibu.


rumah yang di disein dengan. adat jawa ini memang begitu nyaman dikelingi pohon dan buah buahan lokal.


kudengar suara tlakson, mobil mas damar aku langsung membukakan pintu gerbang.serta kubawakan tas leptop nya,


dia tidak banyak bertanya pada ku bahkan untuk hal sekecil apakah kamu sudah makan.


sebelum mas damar pulang tadi. aku sudah menyiapkan air hangat untuk nya mandi, dan menyiapkan baju ganti nya.


setelah ia selesai mandi ia berganti pakaian pun, di depan ku dia menggangap ku patung yang tak memiliki rasa ingin munkin.


setelah aku menunggunya, berganti baju. aku dan mas damar keluar kamar untuk makan malam.setelah selesai makan kami melksanakan sholat magrib berjamah.


ku lihat ia begitu khusu berdoa, entah nama siap?..yang mas damar sebut dalam doa nya.


aku pun terisak saat mengingat ucapan mas damar.aku hanya butuh waktu dan ia aku pun siap menunggu.karna aku sudah mencintai mas damar saat pertama kali ibu membawa nya.memperkenalkan ia dengan ku di pesantren ku di magelang. saat itu ia baru pulang dari cairo. aku sudah menaruh namanya dalam pinta ku.


dan dua bulan kemudin ibu meminta,mas damar menikahi ku.


ku pikir setelah menikah ia akan menerimanya.nyatanya mas damar ternyata perlu waktu untuk menerima perjodohan ini.

__ADS_1


__ADS_2