Hati Hayati

Hati Hayati
harapan yang sirna


__ADS_3

pagi ini aku beranjak menuju kamar mandi. kulihat mas damar masih tertidur di sofa nya. padahal biasa nya ia, selalu bangun mendahului ku.


setelah selesai mandi, aku terus mengamati nya. menggapa mas damar belum juga bangun padahal sudah hampir jam 05.30,


aku memberanikan diri mendekati mas damar, mas damar merintih.ku pegang kening nya,kening nya panas aku langsung khawatir.


aku segera memangil ibuk,


" buk..mas damar demam bu, " aku menghampiri ibuk.. yang sedang nenonton Tv di ruang Tengah.


" ya allah..damar kenapa nduk? "


kami berdua panik. dan langsung menuju kamar aku langsung mengangkat kepala mas damar ke pangkuan ku. sambil ku usap lembut tangan dan kening nya.


air mata ku langsung jatuh. aku tak tega melihat mas damar seperti ini,aku langsung nenelfon salsa dan meminta bantuan nya.


" Halloh.. sal tolong jemput aku mas damar sakit, harus segera di bawa ke RS. " ucap ku sambil terbata


" tunggu aku ".


lima belas menit kemudian,salsa menjemput kami.aku pun segera membantu mas damar masuk kedalam mobil.


" bu ibu dirumah saja yah, tidak usah ikut "


" iyh wis nduk. semoga mas mu baik-baik saja " ucap ibu sambil meneteskan air mata.


aku tau ibu juga pasti khawatir,karna baru pertama kali dalam pernikahan kami yang hampir dua bulan,kulihat mas damar sakit hingga merintih.


sesampainya, di rs dokter meminta agar mas damar di rawat, aku pun syok apa sakit mas damar begitu parah. gumam ku dalam hati sambil melipat tangan di pinggang ku.


dua jam kemudian,aku baru di perbolehkan masuk, ku lihat ia terbaring lemah begitu tak berdaya saat seperti ini aku baru sadar ternyata mas damar perlu peran penting untuk menjaga nya,

__ADS_1


ke esokan pagi nya perawat membawakan.sarapan pagi aku ingin menyuapi mas damar namun mas damar monolak.


" aku suapin mas. " ujar ku


" tidak usah run..mas masih bisa pegang sendok sendiri "


aku hanya mengganguk,dan melepaskan sendok itu. ku lihat ponselnya berdering nama elsarah tertulis di sanah.


" tolong ambilkan ponsel ku " ucap nya sembari tanganya menunjuk.


aku segera mengambilkan nya, dan izin kekamar mandi. aku tau munkin banyak yang igin mereka bicarakan.daripada aku harus sakit hati mendengarkan pembicaran mereka lebih baik aku menghindar.


setelah ku dengar, mas damar selesai mengobrol aku langsung keluar dari kamar mandi.


" mas sudah makn nya? " Tanya ku basa basi,


dia hanya menganguk,aku pun sebalik nya Tak banyak bertanya.aku mengambil mankuk bubur di tangan nya, dan membantunya untuk membersihkan Tubuhnya dan memakaikan,


kaos lengan pendek.


ia mengganguk.aku pun langsung bergegas keluar ruangan suamiku. 20 menit aku keluar.saat aku baru saja sampai di depan pintu ruangan suamiku kulihat ada perempuan dan ibuk, yang sedang duduk di samping mas damar.


" ibuk datang kapan buk? " tanya ku.


" ibu baru sampai nduk, " ibu sambil beranjak menghampiri ku.


" ini elsarah run, time kerja ku " ucap mas damar menyambung.


kami saling menatap.elsarah menghampiri ku dan memeluk sambil bertanya kabar ku,


aku malah melemah. seperti patung, rasanya seperti tidak berpijak.

__ADS_1


aku sadari elsarah lebih dulu ada di kehidupan mas damar, apa lagi ibu juga sudah mengenal nya toh.


menggapa dulu ibuk tidak menikahkan putranya dengan gadis impian nya.


jujur saat ini aku Benar-benar kecewa. apa lagi kulihat kedekatan ibu dan elsarah,


bahkan makan tadi yang ku beli rasanya sudah tak berselera, padahal tadi aku membeli ikan dan tumis kangkung,kesukaan ku.


dalam benak ku langsung perfikir, aku harus meninggalkan semua ini. aku juga berhak bahgia aku Terus menunduk aku tidak bisa menankap pembicaraan mereka, butir air mata ku hampir jatuh namun langsung ku usap dengan ujung jilbab ku.


aku ingat dua tahun yang lalu sebelum menikah, aku ingin pernikahan ini hanya untuk satu kali aku inggat nasihat Ustazah pondok ku dulu. hidup hanya sekali mati pun sekali jatuh cinta juga sekali. namun apa jadinya aku telah jatuh cinta pada mas damar tapi menggapa mas damar membalas cinta ku dengan luka.


aku sudah tidak tahan dengan tangisan ini rasanya tangisan ku akan jatuh di hadapan mereka,


" buk..mas..mba.. saya ke depan sebentar buang sampah. " ucap ku tampa melirik.


langsung ku buka pintu dan jadilah Tangisan ini sejadi jadinya, aku memasuki toilet banyak prempuan'se usia ku yang melihat mata ku sembab namun tak. ku hiraukan.


tangisan ku semakin menjadi.rasanya sudah cukup aku berjalan menjalani rumah tangga ku dengan mas damar. selam dua bulan ini aku cukup diam tampa ku adukan beban ku terhadap ibu nya,


dan hari ini tega teganya ia menghadirkan elsarah di hadapan ku langsung. aku tau mereka di pertemukan lebih awal. aku tau pernikahan ini atas dasar perjodohan.tapi tidak bisakah ia menghargai perasaan ku.


15 menit. aku berada di kamar mandi sambil aku meratapi nasib pernikahan ku.


" saat nanti memasuki ruangan mas damar aku akan segera memintanya dua pilihan? ku harap perempuan itu sudah pulang " gumam ku dalam hati


sesampainya di ruangan mas damar kulihat ibuk dan elsarah juga beluh pulang. mereka masih asik berbincang.


" iyahhh.. nduk ibu pamit pulang yah.sekalian ini di antar elsarah " 15 menit setelah nya.


" iyah bu..ibuk hati hati di jalan yah. ibu jangan telat makan juga kata docter mas damar besok juga sudah boleh pulang kok " ucap ku pada ibu.

__ADS_1


saat elsarah dan ibuk pulang. aku langsung bersiap untuk membicarakan ini semua pada mas damar.


mas damar terus memperhatikan ku yang sedari tadi aku memandang nya dengan tatapan sinis.


__ADS_2