
aku tau munkin mas damar butuh waktu, tapi aku juga berhak bebas.
" kamu kenapa run.. apa tidak bisa duduk Tenang? " ucap damar
" aku mau bicara " ucap ku tampa melirik dan langsung duduk di kursi sebelah tempat mas damar.
" mas aku tau mas butuh waktu,tapi aku juga tau mas mencintai elsarah,hati ku tak bisa terus menerima ini mas. aku ini istri mu mas aku hanya butuh jawaban dari kamu. kamu memilih dia atau aku? "
air mata ku langsung jatuh bercucuran .mas damar masih termenung sambil mengperhatikan ku.
" run...dengarkan aku, aku hanya butuh waktu untuk menerima semua ini " ucap nya dengan nada pilu.
tiba-tiba dokter datang memeriksa mas damar, seketika tangisan ku hentikan.
" sore mba.. hari ini pasiyen sudah di perbolehkan pulang, silahkan urus biyaya administrasi nya. "
" iyah dock.. " aku langsung menuju tempat administrasi.
setelah selesai semua. kami memesan Taxi Onlin..
sesampainya dirumah. aku langsung menyiapkan dan membereskan semua kebutuhan orang rumah.
mas, damar memperhatikan ku dari jauh dia belum menjawab pertanyaan ku yang tadi.
__ADS_1
bahkan sampai sekarang pun, aku masih terdiam dan membisu hanya di hadapan ibu aku biasa saja layaknya tidak ada masslah.
" rruunnn... " mas damar memanggil ku dari balik pintu kamar.
ia mengisyaratkan ku untuk segera masuk kedalam kamar.
" Sudah kah, kamu menemukan jawabn nya mas! "
" duduk disini sebentar run.. " tangganya sambil menepuk. sofa mengisyarat agar aku duduk disana.
" mas minta maaf..mas tidak bermaksud menghadirkan elsarah dari rumah tangga kita ini. tapi tolong kamu sedikit mengerti mas hanya butuh waktu untuk membanggun semua ini. "
" aku tidak butuh jawaban itu mas,selama dua bulan ini mas membisu.aku selalu memlakukan kewajiban ku sebagai istri tapi apa pernah mas memberikan sedikit saja ruang cinta di hati mas untuk ku.. "
kali ini aku tidak mau membohonggi diriku sendiri lagi meskipun ini berat tapi keputusan ini memang harus ku ambil.
tiba-tiba mas damar langsung memeluk ku sambil berusaha menenangkan ku. takutkah ia jika ibu tau segalanya?
jika sebenarnya rumah tangga ini hanyalah sandiwara.seharusnya dia juga berfikir aku punya orang tua dan pasti orang tua ku akan marah jika melihat anak nya. di perlakukan seperti ini.
" lepaskann aku mass.. " aku langsung berontak dan melepaskan pelukanya. aku tidak boleh gegabah.
" kalou mas ngak mau jawab saya yang akan jawab mas, mas hanya aku kasih waktu 3 bulan pas pernikahan kita.dalam airtian aku hanya butuh waktu 1 bulan,untuk menerima ini semua jika mas damar terus menerus mebiarkan aku nelangsa seperti ini Izinkanlah saya yang akan pergi dari kehidupan mas damar " jawab ku Tegass.
__ADS_1
aku langsung pergi keranjang tidur ku.mas damar menghampiri ku yang sedang murung.
" kita jalan-jalan saja yu? " ucapnya mebujuk ku.
aku menggelengkan kepala sebab aku masih kesal. aku butuh penjelassn soal elsarah tapi rasanya hati ku, sudah tidak kuat untuk berdebat.
ke esokan paginya di kejutkan dengan kedatanggan abah dan umik kerumah ini.
" assalamualaikum "
" Walikumsaallam " aku membuka pintu sambil terkejut.
kedatangan abah dan umi keseni untuk menjemput kami menghadiri acara pengajian di pondok abah.
" rrunn... nanti sekalian nginap saja di rumah yah, kan selama dua bulan ini kalian belum pernah kerumah " ujar umi.
aku hanya menunduk. namun ku inggat kamar ku yang tidak ada sofa nya.
kami langsung saling menatap.mas damar kebingungan melihat aku yang senyum senyum sendiri.
kami pun,berangkat menuju rumah umi sepanjang jalan umik dan ibuk terus menggobrol mas damar menyetir mobil sambil mengobrol seputar perusahaanya dengan abah.
jujur soal kemarin aku masih jengkel. namun aku terbawa suasana dan hanya memikirkan apa yang akan terjadi nanti saat kita tidur satu ranjang.
__ADS_1