
" kamu dimana? " wa dari mas damar.
aku berfikir keras Ternyata dia mencari ku, gumam ku dalam hati.
sebelum aku keluar dari pesantren tadi mas damar menelfon ku hampir, tuju kali.
soalnya satu minggu menikah baru pernah aku pergi hingga selarut ini.
mobil salsa berhenti pas di depan rumah mertua ku. jujur sebenarnya aku engan pulang. namun aku tau kewajiban ku sekarang adalah seorang istri.
" kabari aku jika nanti ada, apa-apa? " ucap salsa
aku hanya menganguk, dan langsung masuk kedalam rumah.
kulihat mas damar, sedang duduk di kursi rotan.
" dari mana saja kamu pulang sampai, selarut ini? " ucap mas damar yang menatap ketus ke arah ku.
aku terdiam.tak menjawab apa pun, dan langsung memasuki kamar kami. tampa menghiraukanya.
kulihat mas damar menyusul langkah ku.
" kenapa kamu diam? ngak mau jawab pertanyaan saya. " ucap mas damar sambil menuju meja rias ku.
" kamu ini disini istri.mana kewajiban mu sebagai istri? " ucap mas damar lagi dengan nada ketus nya.
aku langsung berdiri di bangku rias ku.
" istri sejak kapan kamu anggap aku istri. apa pernah kamu anggap aku ada di kamar ini mas, pernah kamu anggep aku istri kamu ngak? " ucap ku lantang.
aku langsung segera meningalkanya. yang mematung di meja rias ku, dan aku langsung menuju kamar ibuk.
" ibu sudah makan? " ucap ku sambil membuka pintu kamar ibuk.
" kamu sudah pulang nduk.? " tanya ibuk
" baru sampai. saya buk. kita makan bareng yah buu. mas damar sudah nungu di meja makan. " ucap ku sambil menuntun ibuk ke meja makan.
__ADS_1
kulihat mas damar terus memandangiku dengan sinis. aku segera mengisyaratkan agar perdebatan kita, segera di akhiri karna aku tidak mau ibuk. kenapa napa.
aku dan mas damar menmulai drama kembali. kita pura-pura menjadi pasangan. yang baru menikah pada umum nya.
setelah selesai makan.aku langsung mengantar ibuk. ke kamar dan meminta izin untuk solat isya.
di kamar kulihat mas damar sudah sholat,Terlebih dahulu.
jujur aku merasa bersalah karna Telah membalas perkataan suamiku. ya allah ampuni aku,gumam ku dalam hati.
rasanya aku ingin meminta maaf pada mas damar dan memeluknya,namun kalou ku ingat lusa ia menelfon perempuan lain dan meningalkan ku. rasanya semua ini memang pantas untuk nya.
setelah selesai sholat,seperti biasa aku menderes hafalan-hafalan pondok.seperti nadhom yang masih ku hafal.
namun tiba-tiba aku mengingat kang irhad siang tadi. apa perasaan nya masih sama kepada ku? aku ingat dulu ia selalu memberiku gulali dan meminjami aku novel
kang irhad tau segala minat ku,aku ingat buku yang ia pinjam kan untuk ku,kisah perjodohan dari timur Tenggah, namun akhirnya mereka bahgia. dan di karuniai Tiga orang anak.
namun apa jadinya dengan ku,selama hampir setengah bulan ini.suami ku pun, selalu acuh Terhadap ku.
hari terus berlanjut, namun mas damar belum juga meluluh. sudah satu bulan pernikahan kami berjalan, tapi tidak ada perubahan untuk semua nya. aku hanya melakukan tugas ku sebagai istri. mengurus segala keperluan mas damar, dan mengurus ibu mertua ku.
Tumben jam segini mas damar sudah pulang, gumam ku dalam hati.
aku segera membukakan gerbang seperti biasa.
" Run..tolong nanti siapkan baju batik untuk ku, kita akan menghadiri undangan Teman kuliah ku " ucap mas damar tampa melirik.
aku terkejut mendengar untuk kita apa aku akan di ajak. hati ku langsung Tersenyum karna ternyata ini untuk pertama kalinya.mas damar mengajak ku.
aku mengambil kemeja batik coklat,dan aku memilih baju kebaya burkat senada dengan warna kemeja mas damar,
aku menunggu nya mandi,sambil aku memekai perhiasan di tangan ku.
" kamu mau kemanah? " tanya nya sambil membuka pintu kamar mandi.
" kan tadi mas bilang kita mau pergi ke acara teman mas," ucap ku gugup.
__ADS_1
" maaf run. aku tidak bisa mengajak mu, aku dan time ku yang ku maksud, " jawabnya Tegas.
aku langsung melemas dan langsung menunduk,ingin ku terlalu tinggi.aku langsung mengambil daster dan krudung ku.menganti pakain di kamar mandi.
di kamar mandi langsung aku menyalahkan shower dan menyiram kepala ku dengan air, aku menanggis sejadi jadinya.ku pikir ini kencan pertama kami. sudah satu bulan menikah tapi ia tetap menggangap ku asing.
terus terang hatiku sakit karna harapan ku sendiri yang tadi ku buat aku terlalu yakin kalou mas damar tadi mengajak ku.
rasanya aku ingin menghilang dari hadapanya.
namun lagi-lagi hati ku bertanya.menggapa dia mau menikahi ku? kalou sebenarnya dia masih mencintai perempuan lain. aku mematikan air kamar mandi. berharap mas damar telah pergi dari kamar ini.
ternyata benar mas damar sudah pergi. aku langsung membuka pintu dan menuju dapur untuk masak, makan malam nanti.
kulihat ibuk. yang sedang menanam pohon melati.kulihat ibuk yang semakin hari semakin renta usia nya sudah memasuki,enam puluh tahun.pantasnya ibuk sudah memiliki cucuk, aku yakin ibuk juga mendamba hal itu.
hari ini, aku memasak ayam goreng, sayur asam, dan sambel. aku menngambil ponsel ku dan memotret masakan ku.
tapi aku ingat munkin mas damar tidak makan di rumah. Jadi tak jadi ku kirim gambar masakan ku,
setelah sholat magrib. aku dan ibu makan di meja makan. namun mas damar tak kunjung juga pulang.
setelah selesai makan.aku membereskan meja makan dan mencuci piring semua sisa makanan aku simpan di kulkas.
selesai semua nya, aku langsung masuk kamar dan melajsanakan sholat isya,
sudah jam delapan ko mas damar belum pulang juga yah, gumam ku
aku terus menunggunya, sampe tak terasa aku tertidur, sayup-sayup ku mendengar suara langkah kaki. kupikir juga itu mas damar.
aku ingin bangun tapi mata ku berat masih sedikit terpejam. mas damar masuk kamar dan terus mengperhatikan ku.
selimut senggaja ku pasang menutupi muka ku, namun tak ku sadari mas damar mendekat dan membuka selimut yang menutupi muka ku.
ia membuka selimu dan membenarkan anak rambut ku, serta mengusap keringat di kening ku, ini pertama kalinya ia menyentuh ku di kamar.
ya allah aku langsung meluluh, padahal sore tadi aku teramat jengkel pada nya. namun perlakuanya barusan membuat aku lupa akan perlakuanya pada ku selama ini. yang ku ingat hanyalah munkin ini awal dari semuanya.
__ADS_1
akan ku pastikan tidak lama lagi, akan ku dapatkan malam pertama kami.