
sesampainya di rumah abah, aku segera menuntun ibuk keluar mobil.
" ayo mari masuk " umi mempersilahkan kami masuk.
aku melihat sekeliling banyak kang-kang pondok yang sedang membantu memasang decoratoin. untuk acara nanti malam.
kulihat mas damar ibuk abah dan umi. sudah masuk kedalam rumah aku langsung menyusul langkah mereka. aku menuju kamar tidur ku. sebab aku begitu merindukan suasana di masa seblum aku menikah.
saat aku sedang membuka tirai kamar tidur ku. aku kaget saat tiba-tiba mas damar sudah ada di belakang ku.
" rruunn..kamu lagi apa? "
aku menoleh sambil terkejut.
" mas knp ngagetin? " ucap ku yang ketus
aku sengaja bersikap cuek. agar dia bisa menggerti dan aku juga sudah berprinsip aku tidak akan memberikan diriku kecuali ia yang meminta nya.
" kamu masih marah sama mas? " nadanya melembut.
jujur disaat seperti ini aku meluluh namun dia juga belum memberikan jawaban apa pun. soal elsarah.
namun tiba-tiba ia memeluk ku dari belakang tubuh ku langsung mengigil dan jantung ku tak beraturan ini untuk pertama kali nya, mas damar memeluk ku dan menaruh dagunya di pundak ku. jika aku menoleh selangkah saja bibir kami akan bertabrakan.
aku yang dibuat salah tingkah pun, langsung menunduk dan melepas pelukanya.
" kenapa di lepas tidak mau di peluk? " ucap nya
" bukan begitu. hanya saja disini tidak ada sofa " ucap ku malu-malu.
mas damar terkejut dan melirik ke ranjang tidur. senyuman nakalnya tiba-tiba muncul.
ia terus mendekati ku maju. namun langkah ku terus mundur dan tiba-tiba terjatuh ke ranjang tidur. nafas nya kurasa semakin tak beraturan. ia memejamkan mata nya, dan mendekati ke bibir ku.aku langsung berontak
" lepasin mass...aku akan memberikan semua tapi tolong gauli aku dengan cinta yang penuh bukan cinta yang separuhh " ucap ku sambil mendorong tubuh nya.
aku beranjak dan meningalkan mas damar yang terduduk di pojok kasur.
" duhh.. allah ngak nyangka mas damar bisa sebuas itu " gumam ku dalam hati.
aku melihat ibuk dan umi yang sedang mengobrok dengan mbak-mbak santri.
hari sudah menjelang sore hampir malam semua tamu undangan hampir memenuhi kursi yang tersusun rapih. tapi ada satu yang kulihat tak asing ya itu kang irhad
" haaahhh.. ko ia bisa di sinih. " gugam ku dalam hati.
kurasa kang irhad juga mencuri pandang melirik ku.
setelah sambutan acara di tutup dengan Do'a. acara pun selesai.saat aku dan sulis sedang duduk di kursi panjang kulihat kang irhad menghampiri kami.
__ADS_1
" runn.. kamu disini juga toh "
" iyah kang aku datang siang tadi. " ucap ku sambil menunduk aku tidak biasa menatap lama selain itu mas damar.
" salsa ngak hadir toh? "
" dia lagi hamil muda kang mual terus katanya sih " ucap ku sambil memikirkan mengalihkan pembicaraan aku takut kesamber juga kalou di tanya soal kehamilan.
setelah beberapa menit mengobrol. aku segera masuk ke kamar ku karna sudah hampir jam 12.05 dini hari.
" sudah ngobrolnya? " tanya mas damar yang melihat ku membuka pintu kamar.
" aku tadi cuman dudu di depan mas,sama sulis."
" ouhh suliss...terus tadi kayanya akrab banget sama kang santri " ucap mas damar getir.
tapi kulihat mukanya menampakan kecemburuan.
" ouhh..jadi dari tadi dia mengawasi ku toh.. " gumam ku dalam hati.
tapi jika di perhatikan wajah mas damar gemes juga kalou lagi cemburu.
aku mendekat sambil basa-basi bertanya.
" ciehhh..perhatin aku toh ternyata dari tadi. kamu cemburu yahh " ucap ku sambil meledek karna aku tau dia menatap ku dengan gelisah.
" siap yang cemburu sihh....sudah lah mas mau tidurr " ucapnya kembali ketus.
aku terus melirik nya yang pura pura tertidur, dan matanya mencuri pandang ke arah ku.
seperti biasa seblum tidur aku berganti pakian. dan memakai daster yang di berikan ibuk waktu unduh mantu.
untuk pertama kalinya aku berbaring di sebelah mas damar, namun kulihat ia malah tertidur beneran. padahal jika memang malam ini ia meminta nya aku siap. memberikanya.
aku pun tertidur juga, karna kulihat tak ada pergerakan apa pun.duh allah kami saling gengsi jadi yah begini jadinya.
azan subuh berkumandang, kulihat mas damar yang masih tertidur pulas, tepat mukanya berbalik di hadapan ku tiba-tiba tanggan ku meraba jambang nya yang tipis dan menggoda,
namun tiba-tiba matanya terbuka aku pun tersipu di buat nya.
mas damar membalas membelai rambut ku. entah ini sadar atou tidak tapi kami melakukan nya untuk pertama kali.
bibirnya mencium ku denggan lembuh. entah itu hawa apa? namun aku juga bisa membalas ciuman nya, tangan nya mebelai pinggang ku sontak aku terkejut saat kami akan melakukn aktifitas sejauh ini.
" saakiitt mass " rintihh ku.
mas damar berhenti melakukan nya.
" mau di lanjut ap tidak usah? " tampa memaksa
__ADS_1
aku mengelengkan kepa ku, mas damar mecium kening ku dan melepaskan ku. lalu beranjak kekamar mandi.
sambil menunggu mas damar mandi aku merapihkan daster ku dan terus mengingat kejadian yang tadi.
" runn.. mandi dulu sayang " ujap damar.
haruni celingak celinguk kebinggungan karna baru pertama kali dia memangil dengan sebutan sayang.
" iiyyaahh mass " ucap ku lirih.
setelah mandi kami sholat berjamaah, bersama rasanya ini seperti mimpi kemarin kami berdebat soal elsarah tapi kali ini kami bisa sedekat ini.
setelah selesai sarapan pagi kami pamit pulang. sepanjang jalan aku mengucap sukur ternyata belum 3 bulan, mas damar sudah meluluh.semoga tidak ada lagi ia yang tidur di sofa dan tidak ada lagi perang dingin di antara kami.
Sesampainya di rumah aku langsung melakukang aktifitas seperti biasa.
jika di rumah abah aku menjadi seorang gadis yang manja tapi beda disini aku menjadi seorang istri.
" runn... " pangil mas damar
" dallem mas.. "
" siapkan baju-baju untuk mas, mas mau ke bandung besok "
" emang mas sudah sembuh betul?.. kan mas baru saja sakit " cletuk ku.
" mas..harus menemui kellayen. "
aku hanya meng iyakan. jujur aku cemas jika nanti mas damar kenapa napa, karna nanti tidak ada yang merawatnya namun ini sudah kewajibanya.
" duhh haruni..baru saja asmara mu di mulai sudah di tingal pergi lagi " gumam ku dalam hati.
" oyah runn.. sama sekalian tolong buatkan aku Teh " ucap mas damar lagi.
aku bergegas kedapur dan membuatkan nya Teh hanggat,
" ini Teh nya mas, " sambil ku angsurkan di meja.
tiba-tiba mas damar meminta ku untuk duduk di samping nya.
" runn. yang kemarin jadi ngak yah? " ucap nya.
aku sekilas kebingungan. jadi apa? apa yang dia maksud, gumam ku dalam hati.
mas damar menyentuh perut ku, sontak aku terkejut, dan matanya melirik ku dengan nakal.
" mas ini nggomngin apa. malu di denger ibuk nanti " ucap ku manja.
" kalou ngak jadi seblum berangkat kita bikin dulu ya.. " bisik nya di telingga ku.
__ADS_1
sontak aku langsung tergiang mendengarkan ucapan nya. antara takut dan tidak sabar. menantikan apa yang akan terjadi malam nanti.