
saat aku sedang menyiapkan baju kerja mas damar, telfonya berdering Terterai nama elsarah,
perlahan ku buka percakapan wa nya.ini pertama kali aku menyentuh barang milik nya
" pagi cah ayu , siang nanti bisa kamu menemui mas di caffe tempat biasa kita bertemu " tulis suamiku di wa nya
Tubuh ku melemas. ku pikir ia tidak menyentuh ku karna ia masih belum bisa menerima perjodohan ini, namum wanita mana yang tidak sakit hati kalou tau suaminya hatinya untuk perempuan lain.
ku dengarn suara shower kamar mandi berhenti, aku segera mengembalikan ponsel ke meja nya.
keluar kamar mandi ia menatap ku dengan ketus. ia melihat ponselnya dan memastikan aku tidak mengetahuinya tadi
saat mas damar berangkat kantor aku mengobrol dengan ibuk di gazebo belakang rumah.
" nduk kamu betah ngak disini? " tanya ibuk pada ku.
" betah lah bu" ucap ku tersenyum
" mas mu memang pendiam nduk, sejak ia dari Cairo ia tidak banyak bicara " ucap ibuk pada ku.
aku berfikir sambil menatap nanar ke pohon talam, yang di sampinya terdapat kolam ikan.
" kupikir mas damar juga diam karna syok atas perjodohan ini buk. tapi ibuk keliru mas damar memiliki perempuan lain di hatinya " ucap ku dalam hati sambil melirik ibuk dan tersenyum.
aku berfikir keras dalam hati apakah harus ku akhiri rumah tangga ku.atou menemui perempuan itu?
namun aku begitu menyayangi ibuk, sampai aku rela di boyong kesini meningalkan orang tua ku
terkadang di saat seperti ini aku rindu umik. aku kangen nasihatnya. aku rindu masakanya.andai saja orang tua ku tau ini semua, namun aku juga paham aku sudah berumah tangga.
adem asrep.harus aku tanggung sediri aku tidak boleh mengadu pada umik dan abah.
munkin masalah ini aku akan meminta bantuan salsa sahabat ku.
setelah aku dan umik berbincang cukup lama umi meminta ku untuk mengantarnya ke kamar.
aku membuka ponsel ku sambil membaringkan tubuh ku di sofa mas damar.
ku coba cari-cari info tentang elsarah lewat akun facebook bribadi ku.
tak ku dapatkan apa pun untuk info nya,tak ku sadari aku tertidur pulas di sofa mas damar
sampai tidak ku sadari sudah adzan ashar,
aku segera mengambil wudhu melaksanakan sholat.selesai sholat aku langsung mengaji.setelah itu kulipat mukenah,di depan jendela.sambil ku ratapi pernikahan ku yang sudah satu minggu. tapi tidak terjadi apa pun. di kamar ini
__ADS_1
suara mobil mas damar seperti biasa, aku langsung memakai jilbab ku dan membuka pintu gerbang.
untuk pertama kalinya ia berbicara pada ku.
" ibuk sudah makan run? " tanya mas damar
" sudah mas.. " ku jawab lembut ini pertama kalinya ia mau berbicara dengan ku meskipun hanya menanyakan ibu namun aku begitu senang
ku harap ini adalah awal dari semuanya ya allah, gumam ku dalam hati.
mas damar. memasuki kamar kami dan membuka hem hitam. yang ia kenakan. rasanya aku ingin menerjanya. namun aku kembali meningat penolakanya malam itu.
sampai saat ini aku terus menutup diriku sampai munkin ia yang meminta sendiri kepada ku. besit ku dalam hati.
setelah menunggu mas damar mandi,ku usap bedak tipis di muka ku dan ku pakai daster remaja kekinian.
keluar dari kamar mandi kulihat mas damar melirik ku. dan sekilas berdiri lama menatap ku
" runi. " ucapnya lirih
aku hanya melirik nya sekilas karna ia hanya memakai handuk. ku pikir sore ini ia menginginkan ku namun tak ku duga bukan itu yang ia cari. ia hanya meminta ku untuk mengambilkan sarung dan kaos pendek. yang lupa ku siap kan.
" run. ini kaos sama sarung ku manah? " ucapnya lagi.
selesai sholat aku langsung keluar kamar, kami melakukan aktifitas seperti biasa.
selesai makan.ponsel ku berdering Ternyata wa dari salsa. ia mengirimkan ku sebuah gambar foto mas damar dan time nya. namun ada satu perempuan yang menyita pandangan ku. yak itu perempuan itu dia elsarah perempuan yang selama ini ada di hati suamiku.
selera makan ku jadi berkurang.saat kulihat gambar yang salsa kirim tadi.
" kamu tak perlu cemas,damar ini milik mu kamu terikat ikatan sakral ya itu pernikahan " tulis salsa
" temui aku besok sal, jemput aku di rumah buk ayu " wa ku pada salsa.
ke esokan paginya setelah aku selesai memasak dan menyiapkan baju kantor mas damar aku segera izin pada ibuk.
kali ini aku izin untuk ke acara reuni MTS ku.dan pulangnya sekalian mampir kerumah umi.
mobil salsa menjemput ku di depan. aku sudah izin pada ibuk terlebih dahulu soal mas damar ia takan mencari ku aku paham betul soal itu.
setelah berpamit aku langsung masuk ke mobil salsa. entah mengapa saat aku memasuki mobil nya tangisan ku langsung Tumpah. munkin aku terlalu banyak menyimpan kesedihan ini sepanjang jalan salsa mendengarkan cerita ku. ia pun memberentikan mobilnya sejenak di tepi jalan.
" run..mau sampai kapan kamu kaya gini? " tanya salsa
" aku tidak tau sal. " ucap ku sambil sesengukan
__ADS_1
" jika tiada perempuan lain munkin aku bisa maklum sal.dengan perjodohan ini. namun ternyata mas damara tidak menyentuh ku karna ada perempuan lain " ucap ku jelas
salsa langsung terdiam hanya mendengarkan tangisan ku, yang semakin menjadi.
" apa selama satu minggu ini ia benar-benar dingin pada mu? " ucap salsa.
" kita hanya menjalani peran pernikahan ketika di luar kamar dan di depan ibuk,jika di kamar kami selalu perang dingin. " ucap ku
" selama ini siap yang mengurus keperluanya? " tanya salsa pada ku
" aku " ucap ku sambil menganguk.
" coba kamu cuekin damar balik. tidak usah kamu perlu mengurus segala keperluanya dia tidak menghargai mu sebagai seorang istri run " ucap salsa jelas.
namun aku hanya mengeleng, sebab itu semua adalah kewajiban ku. aku hanya berharap ia akan meluluh
salsa terdiam saat mengetahui aku yang amat keras kepala.
" yah sudah kita mau kemana. run? "
" aku pengin tilik pondok sal. " ucap ku
mobil salsa menuju maggelang.sepanjang jalan aku terus menangis sambil merasa hatiku hancur berkepingan. aku juga merasa bersalah karna telah berbohong pada ibuk.
sesampainya di pondok aku bertemu santri santri lawas.yang sekarang menjadi pengurus disini. aku menuju rumah pak kiyai dan bu nyai.bu nyai menyapa ku dengan hanggat.
kami berbincang seputar kehidupan di pondok. aku mendengar bu nyai bercerita banyak tentang santri-santrinya.
baru saja Tiga bulan aku tidak melihat pondok ini suasana nya sudah beda saja, gumam ku dalam hati
" oyah run. bojo mu ndak ikut Toh? " tanya bu nyai pada ku.
" mboten bu,lagi sibuk kerja " ucap ku sambil menunduk.
padahal ini impian kecil ku.aku ingin mengajak mas damar ke pesantren ini,gumam ku dalam hati.
setelah selesai mengobrol aku dan salsa berpamit untuk melaksanakan sholat ashar. aku jalan menunduk namun suara salsa mengagetkan ku.
" sal. kesini kapan kamu? " sapa kang santri pada salsa
tapi suara itu tidak asing. aku pun ikut menoleh Ternyata itu kang irhad.
" run kamu juga ikut " ucapnya lagi
aku terdiam sejenak. menyadari sebuah masa lalu.
__ADS_1