
Nama ku Muhamad irhad laki_laki yang mengagumi haruni hayati sejak ia masuk pondok Tarbiatul aulad,jujur aku menaruh hati pada nya sejak lama bahkan aku sering meminjaminya buku novel.wajah nya yang anggun serta mata yg bulat dan dagu yang membelah selalu jadi pemikat ku saat melihat nya, aku selalu membawa senyumnya saat ku panjatkan doa.
namun berita tak mengenakan tiba, ya itu saat kulihat umi dan abah nya, mengajak nya berhenti mondok dan menikah dengan pria yang baru saja menemuinya hanya karna haruni pernah menyelamatkan ibu nya, saat itu aku langsung lemas ketika mendengar kabar pernikahanya.
namun kali ini haruni kulihat berbeda.haruni hayatiku kini kulihat sebagai istri orang.
kulihat kali ini haruni begitu kurus dan mata yang sendu.aku mencoba menatap dari dekat namun haruni menunduk.
" pengantin baru ko lesu gini " ujar ku pada salsa dan hayati.
" iyah nih cape solanya di perjalanan " ucap salsa terbiasa dengan tawa kuda nya.
kulihat haruni hanya menunduk dan seperti menutupi banyak kesedihan.
" sal piye kabar mu sehat? " tanya ku pada salsa
" sehat kang. " ucap salsa.
" kamu run sehat? " tanya ku tampa melirik
" sehat kang " jawabnya lirih.
__ADS_1
azan berkumandang, kami tidak ada banyak waktu untuk mengobrol.aku langsung segera menuju mesjid.
setelah selesai.shlat kulihat haruni yang masih memakai mukenah, dan menangis Terisak. jujur aku tidak tega melihat permpuan menangis.
apa kah ia tidak bahgia dengan pernikah nya?
desus ku dalam hati. aku langsung membeli gulali kesukaan haruni dan salsa dulu kala jaman mondok.
" sal ini untuk mu dan runi " ucap ku sambil memberikan gulali
" wahh..makasih banyak ini loh kang " ucap salsa sambil cengengesan.
" kalian mau mampir kerumah ndak? "
saat berbincang dengan salsa mata ku tak berhenti Terus melirik haruni. ku rasa kesedihanya begitu dalam.di saat seperti ini jujur aku malah ingin selalu bersama nya.
saat kulihat haruni membuka mukenah nya dan menuju ke arah kami. kamin langsung mengalihkan pembicaraan.
baru beberapa detik mengobrol. ponsel haruni berdering.kulihat nama mas damar terterai di whatsapp nya.
mulut ku serasa ingin berhenti berbicara.namun ku sadari haruni ku. kini telah memiliki suami.
__ADS_1
peretemuan ini membuat ku merana bukan malah bahgia. aku berusaha keras melupakan segala kenangan nya. bahkan aku rela jika nanti haruni tak bahgia aku siap. menunggu nya. cinta ku cukup untuk kita berdua
Aku memilih mencintai mu dalam diam karna disitu Tak ku temukan penolakan.
Aku memilih untuk mencintai mu Sendirian karna Ku rasa cinta Ku cukup untuk kita berdua.
sebuah kata-kata kecil yang ku rangkum untuk orang yang diam-diam masih ku sebut dalam doa'ku.
" oyah..kang aku kesanah dulu yah " ucap salsa pada ku. dan menghampiri haruni.
kedua sahabat itu kulihat begitu dekat.kedekatanya masih sama seperti mereka berada di pesantren dulu.
tak sadar Ternyata sudah jam lima. dan seperti biasa aku harus mengajar santriwan.
sebelum aku pamit aku menghampiri mereka Terlebih dahulu.
" run..sal " kalou kalian masih ada waktu mampir dulu kerumah juga tidak papah. " tawar ku pada mereka.
" mboten lah kang. ini haruni sudah di Telfonin Terus sama paksu..munkin sudah kangen maklum lah kan pengantin baru.mingser dikit yo di golein " ucap salsa meledek
" wah.. iyah deh tak maklumin pengantin baru." ucap ku sambil sedikit cengengesan.
__ADS_1
ku antarkan haruni dan salsa menuju mobil mereka.kutatapi sekali lagi haruni ia sudah pergi kapan aku bisa bertemu dangan nya lagi,gumam ku dalam hati.