Hati Hayati

Hati Hayati
bertahan atou pergi!


__ADS_3

di meja makan haruni mencoba mencari kejujuran di mata damar, jika memang benar ada nya perempuan lain di dalam rumah tangannya. haruni siap untuk pergi. dan mencari jalan keluar nya!


" mas aku mau bicara, " tatapan haruni serius.


" hmmm " ucap damar lirih


" sejak mas dari bandung ko mas banyak diem, apa aku ada salah? " ucap haruni sambil berusaha mengambil kata-kata lembut, agar tidak terjadi cekcok.


" jadi harus gimana? " ucap damar sambil tiba-tiba menyudahi makan nya.


" aku cuman pengin tau mas, semalam el sarah juga WA mas, dan aku bingung maksud dari WA nya " Tiba-tiba haruni langsung To the points.


" aku kan.udah bilang jangan bahas el sarah lagi kenapa sih? " ucap damar penuh emosi ia tentu gelagapan jika istrinya tau yang sebenarnya.


damar langsung mengambil tas laptop nya, dan segera meninggalkan haruni.


haruni membereskan meja makan sambil menangis sesenggukan. seharusnya dari awal ia sadar Kalou pernikahan ini hanyalah pranikah.


lantas! mengapa? damar begitu tega dengan haruni, bahkan kehangatan pernikahan yang di mulai hanyalah satu minggu pun. yang sudah di nantikan haruni selama tiga bulan. kini menjadi asing lagi


damar menjadi dingin kembali.

__ADS_1


" buruk.. lihat lah bukk.. lihat lah!.. perilaku mas damar sekarang terhadap ku bu. " gumam Haruni sambil bersandar di pintu dapur.


" umi.. Abah.. Runi pengin pulang runi hanya butuh kalian tempat dimana runi bisa tenang " isak haruni lagi.


****


Disisi lain umi yang sedang meminum teh pun, gelas nya terjatuh.


" astaghfirullah ya Allah "


" ya Allah mi.... umi nggak papa? " tanya salah satu seorang mbak santri sambil membereskan pecahan gelas.


filing ibu memang selalu benar, memang sudah dua, hari ini umi tidak enak perasaan. terus memikirkan haruni yang baru saja di tinggalkan oleh ibuk mertua nya.


" lin tolong ambilkan HP umi lin.. umi pengin telfon haruni " titah umi pada mba Linda.


Linda mengambilkan HP umi dan memberikan nya.


" Hello assalamu'alaikum dek.. piye kabare? " ucap umi di telfon.


" sehat mik.. alhamdulillah " nadanya sedikit pilu.

__ADS_1


namun orang tua mana yang Terima jika anaknya di perlakukan seenaknya.


" damar lagi dimana? "


" mas damar kerja miii... "


" kamu hati-hati di rumah yah dek. patuh sama suami biar gimana pun. sekarang kamu adalah istri.. seorang istri harus patuh sama titah suami " nasihat umi.


" jika umi tau, rumah tangga ku sedang tidak baik-baik saja mi. " lirih hayati dalam batinnya.


" yah sukur Kalou kamu sehat dek.. umi ikut senang dengar nya. "


" iyah mi. abah sehat mi? "


" sehat nak. kapan kapan. ajak damar kesini toh "


" ngeh mik " ucap haruni sebelum menjawab salam dan menutup telfon.


" apa aku harus menemui sarah yah? " batin haruni sambil merenung di ayunan rotan.


seharusnya bulan ke empat pernikahan. rumah tangga nya makin langgeng, namun tidak dengan rumah tangga nya yang semakin kacau. entah ini Seuzon atau karna ia takut kehilangan. damar

__ADS_1


tapi jika mengingat perjuangan nya selama tiga bulan kemarin ia begitu lunglai. karna bagi nya mas damar adalah cinta nya. namun lain hal nya jika nanti mas Damar yang meminta ku pergi aku bisa apa? karna bagi mas damar el sarah cinta pertama nya.


Bersambung..


__ADS_2